Athenia: “Bedebah kau! Jahanam. Aku telah memberikanmu kuasa atas diriku dan seluruh harta kekayaannku dan menjadikan mu pemimpin bagi rakyatku. Sekarang apa kau tega menjual ku?
Dis : “Maafkan saya ibu utangmu pada perompak-perompak itu sudah sangat banyak”
Seribu muka : “Sudahlah ibu diam saja! Ikuti saja apa kemauan perompak itu”
Athenia : “Pengkhianat kalian semua! Selama ini kalian tidur, makan di rumahku, kalian ku beri pekerjaan, sekolah, keamanan, kalian ku biayai hingga ke luar negeri dengan harapan kalian bisa membangun bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan besar. Tapi lihatlah apa yang kalian balas kepadaku”
*********************************
Perompak : (Memukul meja) “Aakh.... lu olang banyak bacot semua lah. Sekarang oe jadi murka! Sekarang lu olang oe kasih dua choice lah. 1. Bayar utang atau 2. Lu olang serahkan negara lu ke oe... pilih mana akh!!
Seribu muka : “Sabar tuan. Sebentar lagi kami pasti berhasil membawa ibu untuk ikut bersama tuan”
Perompak : “Dari ratusan tahun lalu sejak Kartanegara dari Singosari potong telinga oe punya utusan (Meng ki) lu punya ibu sangat cantik waktu masih muda sekarang setelah beberapa abad oe kembali lu punya ibu masih menarik. Dari dulu sampai nanti oe tetap ingin ibumu jadi milik oe.”
Kemudian dis pun kembali mencoba untuk membujuk ibunya sekali lagi.
Dis : “Bu, sudah bu nurut aja bu. Mereka juga punya klaim sejarah selama berabad-abad di Laut Cina Selatan. Mereka juga punya hak sama seperti kita.
Seribu muka : “Benar bu, mereka juga punya hak di Natuna. Kita tak bisa berbuat banyak selain mengajukan protes kepada mereka. Kalau pun hari ini kita melawan. Kita hanya membuang waktu mereka saja”
Athenia (Ibu pertiwi): "Apa kalian bilang barusan???” Mereka juga punya hak. Aku yang melindunginya. Aku yang merawat dan membesarkannya, Dia tumbuh dewasa bersamaku!! Dengan seenaknya kalian bilang orang-orang asing itu punya hak atas wilayahku. Tidak!! Katakan kepada perompak itu demi Allah aku tak pernah ridho sedikitpun memberikan wilayahku walau mereka meminta hanya setetes atau sejengkal saja.
Dis kemudian memerintahkan ajudannya untuk menghadap ke pasukan perompak
Ajudan : “Maaf tuan. Sepertinya hari ini bukan hari yang tepat untuk berkunjung sebaiknya tuan pulang saja dulu. Sampaikan kepada majikan kalian ibu kami menolak untuk memenuhi permintaan kalian. Silahkan cari ikan di tempat lain saja.”
Dengan wajah marah dan kecewa para perompak
Perompak : “Baik! Hari ini oe sekali lagi pulang dengan tangan hampa sama seperti ratusan tahun yang lalu. Tapi ingat masalah ini belum selesai. Tunggu oe kembali. “
Armada kapal perompak itu pun pulang. Kapal pun mulai melaju. Terdengar sang kapten berteriak dari atas kapal kepada anak buahnya yang tersisa : “Hei, ruguo tamen gao zale. Nimen zhai zheli daiming!”
- “Ha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar