BAB 1
PEMBUKA
Naskah
cerita oleh :
MUH.
SIDIQ AKBAR NUGRAHA
|
R
|
asanya
sudah lama sekali ku lupa kapan terakhir kali ku bertemu dengan-Nya. Terakhir
kali kapan ku menemui-Nya. Semakin jauh ku berlari meninggalkan-Nya semakin sepi
hidupku tanpa-Nya hidupku hampa aku kehilangan arah dan tujuan. Ternyata aku
tetap tak bisa hidup sendiri tanpa-Nya. Ketika dulu ku meninggalkan-Nya aku
juga harus kehilangan segalanya yang pernah ku miliki kehidupan ku yang jauh
lebih baik seketika hilang bukan hanya kehidupan ku yang damai dan indah tapi
juga dia. Dia sosok yang pernah menjadikanku lebih baik dan menjadikan ku semak
bein dekat dengan-Nya. Sempat ku sesali semua yang terjadi padaku semua
kehidupan baik yang ku miliki ku tinggalkan dan ku campakkan hanya untuk mengejar
kesenangan dunia yang fana. Rasanya ingin kembali tapi aku malu sungguh betapa
merasa hinanya diriku bahkan seluruh langit dan alam semesta ini hanya penuh
dengan dosa-dosaku. Aku kehilangan segala yang dulu aku miliki rasanya aku
memang tak pantas untuk dimaafkan tapi aku tak bisa menahan kerinduan ku yang ingin kembali pada kehidupan yang
dahulu ku campakkan. Iya... mungkin memang ini takdirku inilah harga yang harus
ku terima dan telah lama kumaafkan dan ku siapkan diriku untuk menerima
konsekuensinya seluruh pintu maaf dari orang-orang yang pernah tersakiti
sepertinya telah tiada. Keluarga, kerabat, teman, rekan kerja, tetangga,
orang-orang di sekitar lingkungan tempat aku berasal. Bahkan Dia semuanya pergi
dan menjauh dariku tak ada yang menginginkan ku lagi bahkan makhluk di jalanan
dan di udara pun menjauh dariku. Namun aku percaya bahwa ada Dia yang tak
pernah meninggalkanku Dia selalu membuka pintu-pintu maaf, taubat dan ampunan
bagi hamba-hambaNya yang ingin bertaubat dan dia tidak peduli walaupun dosa
yang kau miliki memenuhi langit dan alam semesta. Dahulu hidup ini aku habiskan
dengan sia-sia tak tau arah dan tujuan. Aku terlalu terlena akan dunia yang
fana menghabiskan waktu dengan mabuk, berjudi dan tergila-gila akan wanita,
harta dan tahta tak ada satupun dosa yang luput dan tak ku lakukan sampai aku
jenuh dengan dosa-dosa dan kelakuan ku sendiri. Namun semakin suara hatiku
memanggil ku untuk kembali pulang. Godaan selalu datang. Sampai akhirnya pada
suatu titik dimana aku lemah tak berdaya tak ada satupun manusia yang datang
menolong ketika aku lemah tak berdaya hancur. Sehancur-hancurnya hanya DIA-lah
tempatku kembali hanya kepada-Nya lah tempat ku kembali pulang kembali ke jalan
yang lurus hanya dia yang menerima ku kembali. Hanya Dia yang selalu menunggu
ku untuk kembali pulang walau ku tau aku tak pantas untuk berharap bisa
mendapatkan surga. Sekarang setelah aku kembali aku menemukan kembali kebahagiaan
yang selama ini telah lama hilang. Namun hijrah ku ini belum lengkap hati ku
masih saja merasa ada yang hilang masih merasa sedih karena hijrah ku ini belum
lengkap tanpa dia disisiku. Andai saja waktu dapat berputar kembali ingin ku
berlari dari takdir hidupku yang kelam tak akan ku biarkan diriku masuk ke
dalam tipuan setan. Namun aku tak bisa memilih aku harus terjatuh pada
kesalahan yang mungkin akan kusesali seumur hidup. Jika manusia tidak pernah
jatuh ke dalam kesalahan kapan manusia akan bangkit. Masalah adalah bentuk
kasih sayang Allah jika hidup mulus-mulus saja maka berhati-hatilah sebab bisa jadi
Allah telah melupakanmu. Dahulu... aku terlalu terlena akan dunia yang fana
merasa diri ini hebat merasa aku akan kekal merasa kejayaan yang aku miliki
akan abadi. Namun aku telah menipu diri sendiri karena semuanya fana...
semuanya bohong... semuanya binasa. Pengalaman ku yang pernah terjatuh pada
kesalahan memberiku banyak pelajaran tentang hidup. Aku pernah berada di puncak
bersama mereka aku pernah terjatuh dan tenggelam karena mereka. Namun di saat
aku terjatu mereka hilang. Ku tinggalkan keluarga, teman yang baik, pacar yang
sholehah dan lingkungan yang baik. Dan ku terjebak di dalam pertemanan yang
sangat buruk dan palsu, sangat busuk dan munafik lebih busuk dari bangkai,
terjebak pada barang haram dan lingkungan dunia malam. Aku akrab dengan tempat
pelacuran menjajakan wanita malam dan menjadi bandar mafia besar adalah
pekerjaan ku setelah resent dari pekerjaan ku yang lama sebagai manajer top
marketing di salah satu perusahaan.ternama di Indonesia. Sebagai seorang manajer
di perusahaan finansial ternama aku hidup dengan cukup mewah dan glamor
kehidupan ku memang sudah mewah dari kecil. Ayahku adalah seorang kepala rumah
sakit, pemilik rumah sakit Internasional di Jakarta dan Singapura, dekan di
fakultas kedokteran di universitas negeri ternama di Indonesia dan sekarang
beliau adalah seorang (direktur jenderal) dirjen di Kementerian kesehatan Republik
Indonesia ibu ku adalah seorang dokter kecantikan yang menangani banyak para
artis Indonesia sebut saja Ineke Koesherawati, Tamara Belzinski, Iis Dahlia dll
menjadi pasien tetap ibuku. Kakek ku adalah mantan direktur bank dunia dan aku
sendiri meskipun lahir dari keluarga dokter mulai dari paman, tante, sepupu,
orangtuaku hingga saudara-saudaraku semuanya dokter namun hanya akulah
satu-satunya orang di keluarga Sastroaminatanegoro yang bekerja di perusahaan
meskipun pekerjaanku tidak jauh-jauh dari bisnis dan finansial seperti kakek.
Namaku Denny Airlangga Sastroaminatanegoro atau biasa dipanggi Denny. Adikku
Natsyha Prawira Cakra Sastroaminatanegero
dan Salsabila Putri Ananda Sastroaminatanegero serta Julian Pasha
Syahreza Ramadhani. Nama Ibuku Almira Margaretha Hasibuan kakek ku adalah Johan
Hasibuan Simanjuntak adalah seorang mantan Jenderal dan mantan bupati di simalunggun.
Kedua adikku adalah lulusan UI dan Kanada National University dan sekarang
mereka sudah jadi dokter di R.S Medika Natshya adalah dokter anak sedangkan
Salsa dokter THT. Sedangkan aku lulusan UI dan Prince-Sorbon II Paris, Prancis
dan sekolah kedokteran khusus spesialis kejiwaan dan human devolpment di \King
Goerge, London U.K. Namun aku lebih tertarik pada finansial jadi aku putuskan
untuk mengambil satu tahun di fakultas ekonomi dan manajemen di universitas
yang sama di London. Pergaulaun yang bebas dan glamor membuat ku harus lebih
berhati-hati. Setelah lulus dengan selamat dengan nilai hampir cumlaude di 2
fakultas di King Goerge University dalam waktu bersamaan aku memutuskan untuk
menetap 1 tahun di London keliling-keliling membawa surat lamaran kerja dengan
bermodal ijazah yang kudapatkan dari King Goerge University ke berbagai rumah
sakit dan bank swasta dan nasional di eropa namun tidak ada satupun yang
menerima lamaranku. Aku sempat berputus asa lalu dengan modal 16.000 euro
simpanan ku di bank dan sertifikat apartemen aku berani memutuskan untuk
meminjam dana di sebuah bank swasta. Alhamdulliah aku mendapatkan pinjaman 14
euro lalu uang sebanyak 30.000 euro itu ku pakai untuk membuka gerai street
food di lingkungan apartemenku di 41th Avenue Street. Di London sejak kuliah
sampai berbisnis kehidupan ku tidak selalu lepas dari sholat dan taddarus
membaca dan mengkaji serta mengamalkan isi Al-Quran aku selalu berpegang pada
ajaran orangtuaku “Sebaik-baik
kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)
Aku juga selalu mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam
berdagang. Sesuai dengan hadist nabi :
الْبَيِّعَانِ
بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا
فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing
memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya
belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan
keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka
keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”. (Muttafaqun ‘alaih)[2]
Aku pula selalu beribadah sholat malam yang memperlancar urusan dan rezeki
ku. Sesuai sabda Rasulullah SAW :
“Dan di sepertiga malam dirikanlah sholat malam. Semoga Allah mengangkat
derajat kalian semua.”
Sejak
kecil aku sudah tumbuh dengan nilai-nilai agama. Keluarga besarku semuanya
Islam fanatik buyutku adalah pendiri pondok pesantren pertama di Sumatera Utara
dan penyebar agama Islam pertama di Sumatera utara. Semasa kecil (SD) hingga
menjelang masuk Perguruan Tinggi aku belajar memperdalam ilmu agama, tafsir dan
kitab kuning di pesantren ketika SD dan SMP aku sering mengikuti lomba MTQ dan
menang hingga tingkat Nasional aku juga pernah jadi juara II MTQ tingkat
Internasional di Arab Saudi dan mendapat beasiswa ke Mesir. Namun karena aku
tidak memiliki ketertarikan untuk belajar sampai ke timur tengah beasiswa itu
pun ku tolak. Sejak kecil aku telah dijodohkan dengan seorang wanita cantik dan
sholehah cucu K.H Ahmad Bisri bernama Hanaf As-Syifa. Aku dan Hanaf sudah kenal
sewaktu masih bayi. Sewaktu SMP aku dan keluarga ku pindah dari semarang ke
jakarta 6 tahun setelahnya Hanaf dan keluarganya pindah ke jakarta setelah
Hanaf mulai kuliah. Selama di Jakarta kami sama-sama kuliah di fakultas
kedokteran UI bedanya aku psikologi kalau Hanaf kedokteran gigi. Setelah
selesai aku melanjutkan studi ke Swiss sementara Hanaf baru mau naik semester
akhir. Sebenarnya orangtua kami sudah setuju akan menikahkan kami setelah aku
selesai S1. Namun aku dan hanaf sama-sama sudah setuju bahwa kami ingin fokus
ke pendidikan dan karir dulu menunggu sekitar 3 tahun lagi. Hanaf berencana
menyusulku ke London setelah selesai. Kehidupan ku mulai hancur dan berantakan setelah
pulang di Indonesia dan bekerja sebagai karyawan di Hotel ternama di Indonesia.
Hotel milik seorang teman sewaktu SMA bernama Tyas. Waktu SMA aku sempat mengidolakan
Tyas dan kami juga pernah berpacaran selama setahun. Tyas masih sering
mengungkapakan perasaannya padaku namun aku selalu enggan untuk menanggapinya.
Karena ku tahu ia masih ada perasaan padaku sehingga awal bekerja aku sering
merasa aneh dan curiga kepada Tyas karena setiap bulan aku sering mendapatkan
promosi jabatan bahkan atiba langsung jadi manajer marketing. Karena terlalu
sering naik jabatan tiap bulan pegawai lain selalu menatapku sinis hingga aku
mengajukan keluhan ke Tyas dan memutuskan resent dari hotel. Setelah itu aku
kemudian bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta selama 6 tahun namun
pada tahun 2016 rumah sakit itu mengalami masalah keuangan dan defisit akibatnya
semua karyawan terkena PHK rumah sakit juga tidak mampu membayar uang pesangon
sebesar Rp. 2.000.000,00 dan sisa gaji dokter sebesar Rp. 15.000.000,00 akupun
keluar tanpa mendapatkan sisa gaji ku Rp. 1.700.000,00. Keluar dari rumah sakit
A aku bekerja di sebuah perusahaan asuransi nasional di situ aku sangat menikmati
pekerjaan ku. Berkat kerja keras dan usaha aku menuai berbagai prestasi di
kantor. Alhamdulillah berkat prestasi aku selalu mendapatkan promosi dan
kenaikan jabatan tiap bulannya serta kenaikan gaji yang tinggi. Alhamdulilllah
seiring dengan berjalannya waktu jabatan dan gajiku terus mengalami kenaikan
dan akhirnya aku bisa mandiri sendiri punya rumah sendiri. Koleksi mobil ku
bertambah. Memang sejak kecil hingga SMA otomotif dan sepakbola menjadi hobiku
aku tidak pernah ketinggalan tentang update dunia otomotif bahkan sewaktu SD setiap
bulannya aku selalu menyisihkan tabungan yang aku miliki untuk membeli majalah
impor yang memuat update terbaru dan detail tentang otomotif yang pasti belum ada di
Indonesia. Mobil pertama yang aku miliki saat SMA adalah Camero SV5 black yang
ada di fast farious lalu karena keluarga ku sempat terkena masalah keuangan aku
menjual mobilku untuk tambahan uang saku di luar negeri dengan harga U$$ 75
ribu dollar amerika dan menggantinya dengan BMW classic tahun 80’ agar lebih
enak dipakai aku memodifikasinya mesinnya aku ganti dan perbarui agar tidak
boros bensin total sisa uang ku gunakan dari membeli sampai memperbaiki mobil
baru adalah U$$ 23 ribu dollar. Menjelang selesai S2 di Inggris aku membuka
perusahaan bengkel koleksi mobil-mobil mewah dari yang classic sampai modern
terupdate di tahun 2012 yang totalnya dulu 1.500 koleksi di awal-awal aku
mendapat sumbangan mobil dari om Jon dan
kolega-kolega bisnis papa yang pecinta mobil mewah klasik lalu seiring
berjalannya waktu usaha ku sempat macet aku tergiur oleh investasi bodong
berkedok perusahaan mobil dan harta serta usahaku terancam diputihkan oleh bank
karena masalah utang ku yang mencapai triliunan rupiah di bank di tahun 2015.
Kemudian untuk mengembalikan aset ku aku membuka usaha sampingan mulai dari
mall online, hotel, restoran, dan properti. Semua bisnis ku dari pinjaman dana
dari orangtua dan teman jadi aku harus membagi saham dan keuntungan kepada para
donatur. Di tahun 2017 usaha mobil mewah ku bangkit dan berjaya kembali.
Pelan-pelan aku mulai mendapatkan tawaran kontrak kejasama dan endors dari
perusahaan-perusahaan otomotif ternama di Indonesia bahkan perusahaan sebesar
ferarri mulai tertarik bekerjasama. Aku mendapatkan sponsor dan endors dari
perusahaan/BUMN seperti Toyota dan/serta Cheverolet dan Pertamina dan
mendapatkan tambahan koleksi mobil dari mitra bisnis ku hingga kini ada 5.600
mobil yang terpajang di galeri penjualan perusahaan. Saat kesuksesan dan
ketenaran ku raih saat aku berada di atas awan dan terbuai akan kemegahan dan
gemerlap dunia. Saat itu aku masuk dan tergelincir ke dunia gelap ku dan
melupakan Allah. Melupakan bahwa semua yang ku miliki adalah milik-Nya aku
terlalu jauh tenggelam, terlupakan akan nikmat dan karunia-Nya sehingga aku
kufur dan mengingkari nikmat anugerah yang Allah berikan kepadaku. Aku hidup
penuh bergelimang harta, mewah dan glamor dunia ku berada dalam kegelapan.
Semua yang ada di sekitar ku. Kehidupan malam, narkoba, mabuk, seks bebas,
gonta-ganti mobil mewah, liburan exlusive di pulau pribadi di maldive atau vila
super mewah di bali, punya rumah 2x Istana Merdeka, kapal pesiar mewah, jet
pribadi, gaji tinggi, koleksi mobil mewah bertambah tiap saat. Dalam sebulan
hampir tiap minggu aku keliling dunia untuk bisnis. Hari ke hari usaha ku
semakin berkembang entah mengapa sifat ku mulai berubah aku yang dahulu menjadi
anak paling penurut, berbakti kepada orangtua dan penyanyang, baik hati.
Berubah menjadi anak durhaka yang suka melawan dan berkata kasar, emosional,
bajingan, pemabuk, pecandu, sombong. Kehidupan ku berubah 180o sejak
aku bertemu kembali Tyas dan teman-teman geng ku waktu di SMA dulu. Memang sewaktu
SMA aku juga nakal biasalah kenakalan remaja tapi kenakalan ku di masa SMA
masih terkendali dan tidak se brutal seperti sekarang. Suatu saat ibu ku
menyuruhku berhenti dan mencari pekerjaan baru di seb uah rumah sakit kanker yang baru 2 bulan di dirikan oleh ayahku
bersama para kolega bisnisnya dan fokus di sana dan lanjut mengambil S3 di
sekolah kedokteran sementara bisnis mobil mewah ku akan dijual. Aku menolak dan
melawan aku lebih memilih pergi dari rumah dan memutuskan hubungan keluarga.
Terjadi pertengkaran hebat di antara (aku dan orang tua) kami aku pun diusir
dari rumah. Namun dengan sombongnya aku merasa bersyukur bisa pergi dari rumah
yang sudah ku anggap seperti neraka dengan semua aturan dan kewajiban harus
mematuhi perintah orangtua. 2 tahun kemudian aku mendengar kabar dari seorang
mantan pembantu ku (Mbok Yem) bahwa ayah ku bangkrut dia tertipu oleh rekan
bisnisnya seluruh hartanya habis untuk investasi hotel dan kawasan perumahan
elit di Yogjakarta ditambah ibuku selingkuh dengan seorang pebisnis asal rusia.
Ayah pun jatuh sakit lalu meninggal aku sungguh menyesal dan menangis
sekuat-kuatnya meneriakkan rasa penyesalan ku yang tak ada di samping ayah di
saat ia membutuhkan ku di tengah tangisan ku aku mendapat telepon terdengar dari
telepon suara orang berhamburan keluar yang ternyata adalah pegawai restoran ku
dan pelanggan yang sedang makan ternyata restoran ku mengalami kebakaran akibat
arus pendek listrik tidak ada yang tersisa semuanya rata dengan tanah. Kemudian
tersadar akan nasib adik-adik ku aku
membeli tiket dari bali ke jakarta dan pulang hari itu juga di rumah aku
mmelihat sebuah rumah dengan bendera kuning dan kerumunan pelayat. Ketika aku
masuk yang ku lihat ketiga adikku yang sedang menangis kemudian aku bersimpiuh
di depan jasad sosok yang dahulu sangat menyayangi dan mencintai ku dari aku
lahir hingga selamanya. Aku bersimpuh di depan jasad ayah dan mencium kening
serta kakinya memohon ampun. Belum selesai aku dan adik-adik berduka para
investor bisnis ayahku mulai berdatangan bukan untuk melayat dan mengucapkan
belasungkawa mereka. Namun meminta Refund (pengembalian uang) utang-utang usaha
ayah ku dan meminta jatah lelang saham mereka kemudian setelah menjelaskan
panjang lebar kepada mereka. Mereka pun mau memberi waktu sampai pemakaman dan
masa duka kami selesai. Sekitar 1 jam kemudian di saat orang masih berkumpul
dua orang berpakaian rapi kelihatan seperti orang yang bukan mau melayat
datang. Sambil memberikan sebuah dokumen berwarna kuning orang-orang itu
menangih utang-utang ayah ku sebesar Rp 226.309.900.000.000.000,00 di bank. Aku
langsung shock mendengar utang triliunan yang sangat besar milik ayah dan
ternyata utang itu untuk menutupi kerugian bisnis propertinya yang terancam
bangkrut. Aku terdiam sejenak aku saja yang mendengarnya rasanya kepala ku
sudah sakit mau pecah apalagi ayah. Pantas saja aku mendengar semasa hidup ayah
cepat emosi dan tidak terkontrol kadang sewaktu kecil aku dan saudara-saudara
ku sering jadi sasaran pukul entah berapa banyak biru-biru warna dan luka bekas
pukulan ayah di badan kami.
Telepon
terus saja berdering dari penagih utang. Otak ku jadi buntu tak tau harus
berpikir apa lagi ku telepon pengacara ayah. Namun tidak ada satupun aset ayah
yang dapat disimpan karena banyaknya utang ayah. Perusahaan ayah sebentar lagi
akan dijual dan seluruh karyawannya sudah kena PHK tidak ada dewan direksi atau
para investor yang tertarik perusahaan pun gagal kami terancam menjadi
gelandangan. Di saat-saat kacau seperti itu aku menelepon Tyas hanya dia
satu-satunya orang yang bisa menenangkan ku melupakan mimpi buruk ku untuk
sesaat. Kami bertemu di sebuah kamar hotel bersama Tyas dan teman-teman
modelnya kami berpesta sabu sampai jam 4 subuh. Alangkah celakanya aku kamar
itu digrebek polisi jam 5 pagi disaat aku sedang teler dan posisi telanjang
bulat sedang tidur aku diciduk. Di kantor polisi kami di integrosi sampai 9 jam
lamanya Tyas bersama dua temannya diizinkan pulang untuk rehabilitasi.
Sedangkan aku dan 11 orang teman Tyas lainnya ditahan sementara ketiga adikku aku
titipkan kepada Natashya untuk menjaga adik-adik dan om & tante ku. Setelah
1 tahun berlalu aku akhirnya keluar dari lembaga pemasyarakatan aku sangat
bersyukur dan gembira bisa bertemu kembali keluarga ku. Aku pun tidak sabar untuk
melihat adik-adikku dan Tyas yang datang menjemput di lembaga pemasyarakatan.
Langkah kaki pun ku percepat setiap langkah kaki aku merasa hati ini sudah lega
kembali bebas nafas ini sudah bebas menghirup udara bebas kaki terasa ringan
semakin dekat ku lihat ada cahaya putih yang sinarnya sangat terang semakin ku
hampir sampai ke tujuan semakin tampak jelas ku lihat adik-adik ku yang berlari
memelukku aku pun menyambut mereka dengan pelukan rindu yang selama ini ku
tahan. Terdengar suara tangis yang pecah dari adik-adikku hatiku jadi tersentuh
tanpa ku sadari tetes air mata ku ikut jatuh bibirku se ketika tidak
henti-hentinya berdzikir memuji kebesaran-Nya mengucapkan rasa syukur yang tak
terhingga. Di antara keluarga ku aku mencari-cari Tyas. Namun tak terlihat aku
pun bertanya kepada Putri apa ia sudah memberitahukan Tyas bahwa aku pulang
hari ini. Putri menjawab bahwa dia sudah memberitahukan Tyas bahkan Tyas
membantu adik-adikku mempersiapkan acara penyambutan atas kepulangan ku dari
lembaga pemasyarakatan minggu lalu tapi sejak 5 hari yang lalu Tyas tiba-tiba
menghilang aku mencoba untuk berpikir positif mungkin Tyas memang sedang fokus
dengan karirnya apalagi Tyas pernah mengungkapkan cita-citanya untuk jadi model
yang go internasional sebagai pacar aku sangat mendukung Tyas yang ingin
mengembangkan karir dan masa depannya di dunia internasional. Bahkan 1 minggu
yang lalu Tyas memberitahu ku akan pergi ke Paris setelah selesainya acara
syukuran kepulangan ku selama beberapa bulan. Di dalam mobil Putri dan Natshya
bercerita banyak mereka sudah mempersiapkan suprise spesial untukku beberapa
menit kemudian mobil belok kiri keluar M.H Tamrin masuk ke jalan tol Cawang
lalu belok lagi ke dalam tol dan jalan besar mobil kami pun masuk ke sebuah
perumahan elit di kawasan Puri Pantai Indah Kapuk Blok. G No. 6 sesampai di
rumah orang-orang sudah ramai sekali ketika membuka pintu dan mengucapkan salam
dari jauh aku melihat sosok seorang wanita berpakaian putih lengkap dengan
kerudung putih yang menutup kepala hatiku sangat senang karena ku pikir itu
Tyas itu suprisenya. Ternyata ia adalah ibuku sosok yang mengusirku dan
meninggal ayah di saat ia berjuang
melawan maut. Rasa sakit hati dan benci di hati ku apalagi melihat ia membawa
suami bulenya. Aku segera naik menuju kamar ku untuk menghindar darinya. Namun
dia mendekat ke kamar ku aku membuka pintu terjadi epercekcokan di antara kami
sampai acara selesai dan ia pulang aku tidak berbicara kepadanya. Seminggu
kemudian aku pergi ke makam ayah. Sorenya aku berencana pergi ke apartemen Tyas
tadinya aku ingin menelepon dan memberi kabar. Tapi kalau aku kasih tau bukan
lagi surprise. Pikirku jam 17.30 aku pergi ke apartemen Tyas menjemputnya dan
mengajaknya makan malam. Aku pun sudah menyiapkan cincin sudah sejak lama aku
berencana ingin melamarnya. Sampai di apartemen Tyas aku membunyikan bel namun
tak ada yang menjawab aku meminta kunci kamar ke resepsionis tidak ada orang
suasananya gelap akhirnya aku menyalakan lampu dan menunggu. Pukul 02.45 WIB
terdengar suara orang membuka pintu segera aku bersembunyi di balik lemari agar
tidak ketahuan. aku mematikan handphone agar tidak ketahuan. Alangkah
terkejutnya aku ketika tahu apa yang terjadi Tyas yang memiliki badan putih
bersih dan mulus wajah orang cina keturunan Indonesia sedang dicumbu oleh pria
bule mereka berciuman seperti pasangan suami-istri perlahan baju yang mereka
kenakan berjatuhan di lantai terlihat adengan panas selama 2 jam. Setelah
selesai akupun keluar dengan perasaan emosi terlihat ekspresi Tyas yang sangat
kaget melihatku ingin ku tembakkan pistol yang ku bawa ini ke kepala mereka.
Kami pun bertengar hebat sampai aku mengancam bule itu dengan pistol. Pukul
03.30 aku keluar Tyas berusaha mengejarku namun aku memacu mobil dengan
kencang. Aku terus menyetir dengan kecepatan penuh berharap mati emosi
menguasai pikiranku aku dikuasai setan. Sambil memacu mobil ku dengan kecepatan
tinggi tangan kiri ku memegang setir sambil tangan kanan ku memegang senjata
api yang sudah menempel dikepalaku. Beberapa saat kemudian mobil ku hentikan di
pinggir jalan sambil meminum miras aku mabuk sampai pagi. Keesokan harinya
pukul 13.41 aku terbangun di rumah ku. Aku membersihkan diri dan mobil kembali
ku pacu tak jelas akan kemana. Di pikiran ku hanya terlintas rasa kecewa tak ku
sangka orang yang sangat ku sayang menjadi pengkhianat. Mobil ku tepikan di
pinggir jalan berjam-jam aku merenung mencoba mencari ketenangan. Tiba-tiba di
tengah kegalauan ku aku mendengar suara Adzan panggilan sholat yang selama ini
sudah tak pernah kurasakan. Aku menikmatinya sampai tak kusadari air mata ini
jatuh membasahi pipi. Lalu aku mencari sumber suara itu sampai ku temukan
sebuah mesjid bernama mesjid Al-Akhirat “Orang yang hidup tapi meninggalkan
sholat. Walaupun hidup seribu tahun tidak akan berguna.” “SHOLATLAH SEBELUM
DISHOLATKAN, KARENA MATI TIDAK MENUNGGU WAKTU!.”
“Sholatlah sebelum disholatkan, karena mati tidak
menunggu waktu.”
Aku
melangkahkan kaki menuju mesjid itu ada perasaan tenang dan ringan ketika ku
melangkahkan kaki. Tapi rasanya aku belum mau sholat entah mungkin karena malu
atau takut akan dosa-dosa ku. Lama ku berdiam duduk memerhatikan orang yang
sedang khusyuk sholat entah karena suasana bangunan arsitektur mesjid yang
megah dan klasik udaranya yang dingin karena di dalam terdapat banyak pendingin
ruangan, suasana di halamannya pun asri dan sejuk, luas banyak orang yang mirip
santri berlalu-lalang halamannya sangat luas. Setelah beberapa menit yang lalu
tiba-tiba seorang bapak-bapak usia 60-an mirip dengan usia ayahku menghampiri
ku tampak dari penampilan beliau adalah seorang imam di mesjid ini.
“Assalamualikum warahmutallahi wabarakatuh.” sapanya : “Walaikum salam
warrahmatullahi wabarakatuh.” Jawab ku.
“Maaf
dari tadi saya perhatikan Adik. Sepertinya Adik bukan berasal dari sini?”
“Maaf
sebelumnya saya lancang datang kemari kalau begitu saya pamit” kataku sambil
terburu-buru.”
“Tunggu
sebentar ! ini adalah rumah Allah siapapun boleh memasukinya” katanya.
“Sepertinya
saya lihat adik sedang ada masalah?” lanjutnya
Sambil
menarik napas yang panjang aku menjawab “Iya pak kyai, betul yang pak kyai yang
katakan. Saya sudah pergi dari rumah karena diusir saya melawan perintah
orangtua yang ingin saya berhenti dari bisnis mobil mewah saya dan meminta saya
jadi dokter. Jauh-jauh saya sekolah ke luar negeri belajar agama dari kecil
tinggal di pesantren jadi cucu dari seorang ulama. Tapi setelah besar saya jadi
anak durhaka, mabuk-mabukan, pakai narkoba, hura-hura. Saya sempat meraih
kesuksesan dan kemewahan semua yang orang lain impikan saya miliki sampai
akhirnya bisnis rumah makan saya mengalami kebakaran. Saya mencoba menenangkan
pikiran namun terjebak pada narkoba. Saya dipenjara 1,5 tahun dan ayah saya
jatuh sakit dan mati karena bangkrut, terlilit utang triliunan, tertipu bisnis
properti dan ibu saya selingkuh dengan pria bule. Parahnya lagi pacar saya
selingkuh. Sekarang saya tidak punya apa-apa. Saya mencoba mengakhiri hidup
Hanya saya dan adik-adik yang saling menjaga di rumah warisan orangtua kami.”
Curhat ku menceritakan seluruh kisah ku pada orang yang baru ku kenal ini.
“Astagfirullah
hal adzim. Mohon ampunlah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh bertobat
kepada-Nya. “Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyanyang. Takutlah
kepada Allah dengan tobat sesungguhnya. Insya Allah, mudah-mudahan Allah
memberikan hidayah-Nya dan membukakan pintu rahmat-Nya seluas-luasnya.”
Dari
pertemuan ku dengan bapak itu aku jadi merasakan panggilan yang selama ini ku
rindukan. Sebuah suara yang terdengar dari dalam hati untuk kembali pulang.
Sudah lama aku terjatuh ke dalam gelapnya kehidupan kini semua ujian dan cobaan
hidup yang ku alami mengajarkan banyak pengalaman berharga mengajarkan ku bahwa
semua yang ada di dunia dan apa yang kita miliki adalah milik-Nya. Kami pernah
diuji dengan ujian kenikmatan duniawi yang luar biasa. Namun kami gagal
memanfaatkan apa yang ada kami kufur akan nikmat-Nya. Kini saatnya aku kembali
berhijrah menutup buku hitam catatan kehidupan ku yang lalu dan memulai
lembaran baru. Setiap hari aku semakin merasakan ketertarikan hatiku selalu
saja rindu dan ingin kembali ke mesjid itu. Mei 2018 aku menemukan jalan hijrah
ku. Sekitar 1 bulan aku datang ke mesjid
mengikuti semua kegiatan di mesjid itu messkipun hatiku belum tergerak untuk
sholat tapi setiap dzuhur aku sempatkan untuk singgah selepas jam istirahat
kantor. Mei 2018 aku menemukan jalan hidayah dengan bimbingan Ustadz Kadir
Jaelani Al-rumi aku mulai belajar kembali menggaji dan sholat beserta bacaan
sholat yang sudah ku lupa. Aku mendapatkan bimbingan dan motivasi hijrah di
pondok pesantren Darrussalam, Bogor.
Jawa Barat di pesantren hafidz 56.736 Ha itu aku belajar kembali
dasar-dasar ilmu agama aku lalu berkenalan dengan Ustadz Fikri anak Ustadz
Kadir. Usianya 40 th sama sepertiku. Sama-sama berwajah keturunan arab istri
pak Kadir umi Fatimah, 72 th adalah keturunan arab. Sedangkan Ust. Kadir
memiliki keturunan Pakistan-Melayu-Sunda. Ust. Fikri telah lama menikah dengan
seorang wanita asli sunda bernama Teteh Erna, 39 th mereka memiliki anak
masing-masimg adalah Fauzan, 16 th, Amman 10 th dan Khadijah, 7 th. Semuanya
adalah keluarga penghafal al-quran. Penjelasan pertama yang ku dengar mengenai
hijrah adalah surah An-Nissa : 100
وَ مَنْ
يُهاجِرْ في سَبيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُراغَماً كَثيراً وَ سَعَةً وَ
مَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهاجِراً إِلَى اللَّهِ وَ رَسُولِهِ ثُمَّ
يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَ كانَ اللَّهُ
غَفُوراً رَحيماً (100)
“Barang siapa
berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat
hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya
dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian
menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap
pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Q.S. an-Nisā/ 4: 100).
Mendengar
ayat ini air mata ku jatuh. Astagfirullah al adzim selama ini telah banyak dosa
yang kuperbuat ya Allah aku memohon ampunan dan aku berlindung pada-Mu dari
dahsyatnya siksa azab kubur dan api neraka ya Allah. Walaupun diri ini hina ya
Allah tapi hanya engkaulah Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyanyag
kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain darimu ya Allah. Sesungguhnya
rahmat-Mu lebih besar daripada murka-Mu ya Allah. Dan sesungguhya engkau Maha
Pengampun lagi Maha Penyanyang.
“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang
(tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat
hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang
ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”. (HR.Bukhari
: 52)
“Setiap manusia pernah
berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau
bertaubat.” (HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251; Ahmad, 3:
198. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya
Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).
"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat
petunjuk.” (QS. Maryam: 76)