BAB 2
TITIK
HIJRAH KU
Penulis Naskah
Oleh :
MUH. SIDIQ AKBAR
NUGRAHA
Selama di pesantren aku mendapat lingkungan yang baru
berkumpul bersama orang-orang yang soleh-solehah mendapatkan bimbingan dari
Ust. Fikri bisa duduk bersama adik-adik ku
di dalam majelis ilmu. Sekitar 2 minggu lalu aku memutuskan untuk
menjual rumah orang tuaku dan pindah ke sebuah rumah sederhana berukuran 14x6
dan luas tanah 7500 Ha2 dekat dengan pesantren 903.000 Ha2.
Aku tidak ingin membebani pesantren dengan ikut tinggal di pondok bersama
santri lainnya. Meskipun sekarang pindah ke daerah pedesaan namun aku sangat
bahagia dengan kehidupan baruku yang bebas dari hiruk-pikuk kehidupan ibu kota dan
pengaruh buruk dari lingkungan pertemanan ku yang lama. Di pesantren Darussalam aku menemukan
kedamaian yang selama ini baru kali ini aku rasakan sedamai ini pelan-pelan aku
mulai bisa beradaptasi dan meninggalkan semua kebiasaan buruk ku di masa lalu.
Aku yang dulu berbeda dari yang hari ini kalau dulu aku bergelimang kemewahan waktu
ku hanya untuk bersenang-senang tanpa ada kontrol semua uang ku ku hamburkan
hanya untuk berpesta di kelilingi oleh teman-teman yang penuh dengan kepalsuan dan
membawaku ke jalan yang sesat. Saat ini aku bertemu dengan lingkungan baru,
keluarga baru dan sahabat-sahabat yang bisa membimbing ku hingga ke akhirat
(surga). Meskipun kini harus hidup sederhana namun aku bersyukur Allah masih
sayang padaku dan menyelamatkan ku dari panasnya siksa api neraka. Dengan rahmat-Nya alhamdulillah aku mendapat
hidayah untuk kembali ke jalan lurus satu hikmah yang ku dapatkan segala cobaan
dan ujian dari Allah adalah bentuk kasih sayang Allah betapa cinta-Nya Allah
kepada hamba-hamba-Nya sampai Allah tidak ingin kita masuk ke dalam api neraka.
Allah menguji kita lewat ujian nikmat dan Allah menegur kita untuk kembali
bertaubat lewat kehilangan. Di Pesantren Darussalam dari hari ke hari ilmu
agama ku semakin ku perdalam dan ku mantapkan langkah hijrah ku ini semata
karena mengharap rahmat dan ridho dari Allah SWT. Aku terus berdoa agar niat
hijrah ku ini bukan karena makhluk apalagi karena suatu maksud dan tujuan
tertentu melainkan murni sebagai bentuk ketaatanku dan karena rasa cinta dan
rindu ku kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Bulan Mei 2019 adalah puasa
pertama yang ku jalani di pesantren. Dulu hampir setiap bulan puasa hampir
jarang bahkan nyaris tidak pernah berpuasa. Aku betul-betul tersesat dalam
kesesatan yang nyata diriku betul-betul dikuasai setan. Aku terlalu lama
tenggelam dalam dosa gelap dan dibutakan oleh kemegahan duniawi yang
fatamorgana melupakan bahwa semua yang ku miliki adalah titipan sementara yang
tidak pantas untuk dibanggakan. Bahkan ekor sebelah kanan seekor nyamuk akan
lebih baik timbangannya daripada dunia dan seisinya. Dari H.R Tirmidzi
Rasulullah SAW bersabda :
وْ
كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً
مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia
ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan
memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi,
dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
MELEBIHI BATAS
Asy Syaikh Abdurrozaq Al
Badr hafizhahullah
Alhamdulillah,
wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du;
Suatu perangai yang
tercela, perbuatan yang tidak disukai oleh Allah Ta'ala dan dibenci dalam
syariat bahkan akan mendatangkan keburukan dan hukuman baik didunia dan
diakhirat adalah isyrof atau melebihi dan melampaui batas.
Didalam syariat dijumpai
lebih dari dua puluh dalil tentang larangan dan celaan dari perbuatan melampaui
batas dan para pelaku nya.
Allah Ta'ala berfirman,
" Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki)
mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan ". ( QS Al A'raaf 31 ).
Allah Ta'ala berfirman,
" Dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah
penghuni neraka ". ( QS Ghafir 43 ).
Allah Ta'ala kabarkan
bahwa melampaui batas merupakan sebab kebinasaan dan kehancuran dan akan
mendatangkan bencana dan adzab serta siksa didunia dan diakhirat.
Allah Ta'ala berfirman,
" Dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas ". ( QS Al
Anbiya' 9 ).
Allah Ta'ala berfirman,
" Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan
kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah)
tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya
berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri
itu sehancur-hancurnya ". ( QS Al Isrā 16 ).
Perbuatan melampaui
batas merupakan bujukan nafsu dan godaan dari setan sehingga para manusia
melihat perbuatan tersebut seakan - akan adalah baik.
Allah Ta'ala berfirman,
" Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang
selalu mereka kerjakan ". ( QS Yunus 12 ).
Perbuatan melampaui
batas merupakan sebab tercegahnya hidayah dan taufiq yang datang dari Allah
Ta'ala bagi seseorang hamba.
Allah Ta'ala berfirman,
" Sesungguhnya Allah tidak menunjuki ( memberi hidayah ) kepada
orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta ". ( QS Ghafir 28 ).
Allah Ta'ala berfirman,
" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan
ragu-ragu ". ( QS Ghafir 34 ).
Isyrof atau melebihi dan
melampaui batas adalah sesuatu perbuatan yang keluar dari jalan keadilan dan
kebenaran serta ukuran dan takaran yang semestinya, dan tidak hanya terbatas
dalam urusan nafkah, makan, minum, sebagaimana yang disangkakan kebanyakan
manusia.
Iyas ibnu Muawiyah
rahimahullah berkata, " Segala yang keluar dari ketaatan kepada Allah
Ta'ala adalah isyrof atau melampaui batas ".
Perbuatan melampaui
batas yang paling berbahaya adalah berbuat kufur kepada Allah Ta'ala,
menyekutukan serta menjadikan tandingan kepada Allah Ta'ala serta mendustakan
para Rasul dan Nabi - nabi Nya.
Allah Ta'ala berfirman,
" Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak
percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih
berat dan lebih kekal ". ( QS Taha 127 ).
Di antara perbuatan
isyrof adalah melampaui batas dalam membunuh seseorang, yaitu menghilangkan
nyawa seseorang yang tidak pantas untuk dibunuh.
Allah Ta'ala berfirman,
" Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya),
melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara
zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya,
tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia
adalah orang yang mendapat pertolongan ". ( QS Al Isrā 33 ).
Di antara perbuatan
isyrof yang melampaui batas adalah melakukan perbuatan keji dan melakukan
perbuatan yang hina sebagai mana Nabi Luth alaihi salam memberikan peringatan
kepada kaumnya.
Allah Ta'ala berfirman,
" Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala
dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah
itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini)
sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu
(kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan sesungguhnya kalian ini adalah
kaum yang melampaui batas ". ( QS Al A'raaf 80-81 ).
Allah Ta'ala berfirman,
" Ibrahim bertanya: "Apakah urusanmu hai para utusan?".
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum
Luth). agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah. yang ditandai di
sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas". ( QS
Adh-Dhariyat 31-34 ).
Secara umum melakukan
dosa dan menerjang larangan adalah perbuatan isyrof yang melampaui batas dan
pelakunya terancam hukuman dan siksa.
Adapun berlebih-lebihan
dalam makanan, minuman dan pakaian maka ini juga tergolong dari perbuatan
isyrof sebagaimana semua telah memahaminya.
Allah Ta'ala berfirman,
" Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki)
mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan ". ( QS Al A'raaf 31 ).
Diriwayatkan oleh Imam
Ahmad rahimahullah dengan sanad yang sohih dari hadist Abdullah bin Amru
ibnu Al-Asyh radhiyallahu anhuma, bahwa Rosulillah Sallallahu alaihi wa sallam
bersabda, " Makan, minum, bersedekah, berpakaian lah yang tidak
berlebih-lebihan dan melampaui batas ".
Diriwayatkan oleh
Al-Imam Al-Bukhary dari riwayat Abdullah bin Amru ibnu Ash , "
Makanlah sesukamu, berpakaianlah sesuai kehendak mu selagi tidak menerjang dua
perkara yaitu dengan tanpa berlebihan dan melampaui batas ".
Berbuat isyrof dalam
harta, makan, minum, pakaian, mencakup perbuatan melampaui batas dalam cara
meraih dan mendapatkannya atau cara penggunaannya, dikarenakan segala yang
keluar dari jalur ketaatan dari batasan syar'i maka pelakunya akan mendapatkan
ancaman dan hukuman.
Makan harta riba, harta
suap, harta hasil judi, hasil dari berbuat curang, hasil dari penipuan dalam
berdagang, maka ini semua termasuk perbuatan melampaui batas dalam meraih dan
mendapatkan suatu harta.
Demikian pula dalam
penggunaan suatu harta, seperti digunakan untuk membeli ganja, narkoba, arak
dan khomer, rokok, semua ini tergolong perbuatan yang melebihi batas dalam
penggunaan suatu harta yang pelakunya terancam hukuman dan dosa.
Adapun dalam berpakaian,
seseorang terjerumus dalam perbuatan isyrof yang melanggar aturan Allah Ta'ala,
seperti contohnya menggunakan perhiasan emas dan pakaian sutera bagi para
lelaki, atau memakai celana panjang dan kain sarung yang melebihi mata kaki
bagi lelaki, maka ini adalah perbuatan yang dilarang dikarenakan melampaui
batas dan terancam mendapatkan hukuman dan dosa.
Termasuk perbuatan
isyrof adalah berlebih-lebihan dalam mengadakan pesta pernikahan atau acara
semisalnya, dimana diadakan acara yang melanggar norma dan terdapat perbuatan
munkar dan perkara haram, maka ini adalah melampaui batas yang terancam dosa
dan hukuman.
Perbuatan isyrof
merupakan pembahasan yang panjang dan lebar, dan dapat difahami oleh setiap
orang yang menggunakan akal sehat nya, maka setiap kita hendaknya bertakwa
kepada Allah Ta'ala, dan senantiasa mengingat bahwasanya kita akan dikembalikan
kepada Allah Ta'ala dan berdiri dihadapan Nya, dan di berikan pertanyaan dan
setiap kita akan menjawab, semoga kita dapat menyiapkan jawaban yang benar, dan
Allah Ta'ala telah menyeru manusia dalam ayat Al-Qur'an dan ayat ini merupakan
ayat yang menyeru kepada taubat dari berbuat isyrof dari segala perbuatan yang
melampaui batas dalam segala sesuatu, sebagaimana difirmankan, "
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka
sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah
mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang ". ( QS Az-Zumar 53 ).
Di antara doa permohonan
ampunan yang telah diajarkan dalam ayat Al-Qur'an, " Tidak ada doa mereka
selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan
tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah
pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir ". ( QS
Ali-Imran 147 ).
Dan telah tetap dari
Nabi Sallallahu alaihi wa sallam, dalam doa yang dipanjatkan, "
اللهم اغفر لي ما قدمت و ما اخرت وما اسررت وما اعلنت وما اشرفت وما انت أعلم به
مني أنت المقدم وأنت المؤخر لا اله إلا أنت ".
Semoga Allah Ta'ala
melimpahkan jalan yang lurus kepada kita, dan semoga segala urusan kita
diberikan kebajikan, sesungguhnya Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Mendengar
doa.
Masyallah !
Astagfirullah selama ini
aku terlalu melampaui batas jauh darimu. Aku ingin kembali ke jalan-Mu. Aku
sudah sampai pada titik lelah ku hidup
ku selama ini hampa tak berarti jauh tenggelam dalam kegelapan. Dahulu semuanya
pernah ku miliki namun semua sudah terlambat semua yang ku sia-siakan kini
hilang untuk selamanya pergi dan tak kembali lagi. Semua yang pernah ku miliki
lingkungan yang baik, orang-orang yang sayang kepadaku, dia (wanita yang setia
kepadaku menjaga kehormatannya untukku selalu setia menunggu dan menemani ku di
sepanjang hidup) yang tak mungkin dapat ku temukan lagi. Dia yang dikala aku
rapuh dan terjatuh selalu setia mendampingi ku. Namun aku malah
menyia-nyiakannya dan pergi mencari wanita lain. Takdir yang ku benci tapi
harus ku jalani dengan tegar dan ikhlas menerima ketetapan Allah. Aku bersyukur
kepada Allah yang telah mempertemukan kami sebelumnya dan menjodohkan ku dengan
dia dan andai saja dia jodoh ku aku yakin ke mana pun ia pergi bersama siapapun
dia saat ini dia bisa kembali berjodoh denganku. Akhirnya aku harus
merelakannya meski rasa sesal ini menghantui ku. Namun aku yakin bahwa Allah
Maha Baik pastilah Allah punya rencana untukku. Mungkinkah kesempatan ku untuk
bersamanya sudah berakhir, ataukah kami tidak di takdirkan untuk berjodoh, atau
mungkin Allah akan mempertemukan kami kembali setelah aku memperbaiki. Wallahu
alam aku hanya bisa berpasrah diri dan bertawakal kepada Allah, bertawakal dan
memperbaiki diri. Sembari berdoa semoga Allah mengampuni semua dosaku, semoga
Allah merahmati ku dan Allah adalah Maha Pengampun.
Hijrah ku ini tak
lengkap tanpamu. Tahukah engkau? Di dalam setiap sujud di sepertiga malam ku
selalu ada namamu yang terselip di dalam doaku. Di dalam doaku aku selalu
memohon. “Ya Allah jika dia jodoh yang terbaik yang kau siapkan untukku. Namun
jika tidak maka pertemukan aku dengan ganti yang lebih baik.” Selama ini
terlalu banyak dosa yang kulakukan entah berapa banyak dosa yang pernah ku
lakukan. Aku tak tau apa yang selama ini ku kejar kesuksesan duniawi,
ketenaran, harta yang berlimpah pada akhirnya binasa juga dan tak mampu
menolong ku di akhirat kelak. Sampai kesempatan kedua itu akhirnya datang
hidayah datang menghampiri ku aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga
yang ada. Kesalahan ku di masa lalu membuat aku terjatuh di dasar terdalam membuat
ku hampir tak dapat bangkit lagi aku tertipu oleh kehidupan palsu. Aku pernah
terjatuh dan kehilangan segalanya yang pernah kumiliki semua impian yang kuraih
segala kesuksesan yang kubangun semuanya mengorbankan hal terpenting dalam
hidup ini yaitu “Keluarga” dan “Allah.” Semuanya telah kuraih namun tak ada
kebahagiaan dan kedamaian yang kumiliki. Ternyata kesenangan dan kedamaian yang
dulu ku pikir hanya bisa kudapatkan di saat bersama dengan teman-teman
menikmati musik DJ di klub malam mabuk hingga pagi hari ternyata bukan
kebahagiaan yang kutemukan melainkan rasa penyesalan dan sengsara yang
kudapatkan. Semuanya telah hilang bahkan dia yang kuinginkan, dia yang selalu
ku impikan lepas begitu saja pupus bersama hidupku yang berhasil ku hancurkan.
HIJRAH KU ...
Hari-hariku selama
berada disini sangat ku nikmati. Hidupku jauh terasa lebih baik dari
sebelumnya. Kehidupan ku yang liar dan gelap kini telah tiada perlahan aku
melepaskan diri dari lingkungan dan pergaulanku yang buruk. Diriku sekarang
bukan aku yang dahulu. Kini aku menikmat hari-hari ku di pesantren hidupku
terasa tentram dan damai hidupku yang dahulu tak mengenal agama, kini akhirnya
aku bisa lebih mengenal agama, mengenal Allah, Mengenal sang pencipta Yang Maha
Esa. Semua yang kulakukan, semua yang pernah kucicipi, semua yang pernah
kurasakan aku sesali itu semua dan ketebus dengan taubat nasuha (taubat
sebenar-benar taubat dan berniat dalam hati tidak akan melakukan perbuatan dosa
lagi). Tapi perjalanan hijrah ku tak lengkap kurasakan tanpa kehadiran dirinya.
Mentari (Tari) wanita yang dijodohkan denganku sejak kami baru lahir. Namun
dari dirinyalah ku rasakan cinta pada pandangan pertama. Berbulan-bulan tinggal
di pesantren tak ada satupun wanita ku temui berbeda dengan kehidupanku yang
dahulu sekuler dan sangat bebas hampir tak ada aturan dari SMP dan SMA di
Indonesia, kuliah dan kerja di Inggris, sampai pulang lagi ke Indonesia aku
selalu bergaul bebas di sekeliling ku penuh dengan wanita-wanita cantik dan
seksi dari kalangan selebriti, aktris, pengusaha, model dan anak-anak miliuner
dunia serta kalangan atas. Sampai narkoba menjeratku, perusahaan ku bangkrut,
aku ditinggalkan sendiri sebatang kara hidup ku berubah 180o
(seratus delapan puluh derajat) dan aku mulai mengenal agama dan hidup di
pesantren. Hidup di pesantren dan tinggal di lingkungan baru bukan hal yang
mudah bagiku yang terbiasa dengan fasilitas mewah, serba berkecukupan, tinggal
bagaikan anak sultan serba dilayani. Dan sekarang aku harus tinggal sendiri,
mandiri dan mencari uang buat diriku dan adik-adik. Mungkin karena ini di
pesantren jadi wanita dan laki-laki berbeda pondok. Hingga suatu saat aku
menghadiri forum ulang tahun pesantren semua santri digabung di sana lah
pertemuan pertama kali dengan Fitri santriwati cantik, modern, gaul, sholehah,
mirip artis K-Pop korea, calon menantu idaman. Mengapa aku harus mencinta lagi
padahal ku telah berdua dengan dirinya. Salahkah bila aku memilikinya dan
melukai perasaan dia? Apakah ini pilihan sulit bagiku ataukah ini hanya cobaan
untuk cinta dan persahabatan. Aku tidak tau rencana Tuhan seperti apa? Aku tak
tau bagaimana masa depan percintaanku karena aku bukanlah peramal yang bisa
melihat masa depan dan tak bisa pula aku memilih jalan hidup, takdir dan jodoh
ku. Namun aku bigung. Entah apa yang bisa aku lakukan sekarang. “Terjatuh dalam sebuah kesalahan bukanlah mau ku tapi mungkin lewat sebuah
kesalahan bisa mendewasakan kita berdua.”
Hari demi hari terus
berlalu kedekatan ku dengan Fitri semakin lama semakin erat. Keberadaan adikku
di pondok menjadi keuntungan buat ku. Sampai akhirnya aku dipanggil pulang oleh
kakek ku ke Solo untuk melanjutkan pendidikan ku di STPDN dan akademi militer
untuk melanjutkan keinginan kakek ku yang menginginkan ku menjadi seorang
jenderal dan bupati sepertinya. Lalu setelah pendidikan militer ku selesai.
Sebenarnya aku ingin sekali pulang dan bertemu dengan kamu akan tetapi kemudian
aku mendapat beasiswa untuk taruna berprestasi untuk melanjutkan karir di U.S
Defence Force Academy di Amerika selama 3 tahun.
Lanjutan ....
Tiga tahun kemudian.
Waktu yang cepat berlalu dan tak ku sadari berjalan begitu cepat. Waktu yang
bagiku terasa sangat lama membuatku menunggu dan tersiksa untuk kembali bertemu
denganmu. Entah kemana lagi harus ku kejar dirimu untuk menemukan separuh hati dan
untuk kembali pulang. Karena kau... kau adalah nafasku. Kau adalah... separuh
hati dan kau adalah tujuan ku untuk pulang.
BAB 3
PENULIS NASKAH OLEH :
SIDIQ AKBAR NUGRAHA
Tiga tahun berlalu
bukan hal yang mudah ku lalui. Walau jarak dan waktu memisahkan kita namun
hatiku masih untuk satu nama. Tolong... maafkanlah aku karena tak ada kabar,
bukan maksudku untuk sengaja lupa dengan kamu. Namun waktu selalu tak
mengizinkan ku untuk melepas rindu walau semenit saja. Bukan inginku untuk
berpisah dengan kamu. “Tahukah kamu saat kau bertanya siapa yang telah mencuri
hati ini saat. “Jawabannya kamu yang telah berhasil memiliki hati ini saat
pertama kali kita bertemu.” Meski aku ingin tetap bersamamu lebih lama lagi
namun waktu tak mengizinkan. Aku harus menjalankan tugas sebagai pasukan khusus
di Afghanistan memang berat tapi inilah tugas dan tanggungjawab serta
pengabdian ku pada negara. Aku tau ini bukanlah hal yang mudah butuh waktu untukmu mengerti
dengan keadaan kita. Butuh waktu bagimu untuk bisa mengerti. Namun aku percaya
kamu wanita yang kuat yang pernah aku temui. Aku yakin pasti kita bisa lalui
semua ini... Semua akan baik-baik saja.
Part 2...
Jarak terasa sangat
jauh hingga membawaku pada titik kerinduan yang terberat. Aku tak tau harus
bagaimana, akan bagaimana, harus apa dan mulai darimana. Mungkin hanya dengan
memejamkan mata menghirup udara di pagi hari saat kami latihan atau saat ku
mulai menuliskan isi hati lewat syair puisi, Rinduku ini bisa menembus awan
melintasi cakrawala dan pada akhirnya sampai kepadamu. Hingga sampai hari ini aku selalu bahagia dan
bangga kepada diriku bisa memilikimu adalah hal terbesar dalam hidupku dan aku
berjanji pada diriku sampai aku di hari yang kita nantikan aku telah berjanji
akan menemanimu hingga hari akhir nanti. Aku telah berjanji sejak hari kita
mengucapkan akad nikah aku akan setia menjaga dan menemanimu hingga maut
memisahkan kita berdua.