Minggu, 15 September 2019

JALAN HIJRAHKU (Part 2 & 3)


BAB 2
TITIK HIJRAH KU
         
Penulis Naskah
Oleh :
MUH. SIDIQ AKBAR NUGRAHA
Selama di pesantren aku mendapat lingkungan yang baru berkumpul bersama orang-orang yang soleh-solehah mendapatkan bimbingan dari Ust. Fikri bisa duduk bersama adik-adik ku  di dalam majelis ilmu. Sekitar 2 minggu lalu aku memutuskan untuk menjual rumah orang tuaku dan pindah ke sebuah rumah sederhana berukuran 14x6 dan luas tanah 7500 Ha2 dekat dengan pesantren 903.000 Ha2. Aku tidak ingin membebani pesantren dengan ikut tinggal di pondok bersama santri lainnya. Meskipun sekarang pindah ke daerah pedesaan namun aku sangat bahagia dengan kehidupan baruku yang bebas dari hiruk-pikuk kehidupan ibu kota dan pengaruh buruk dari lingkungan pertemanan ku yang lama.  Di pesantren Darussalam aku menemukan kedamaian yang selama ini baru kali ini aku rasakan sedamai ini pelan-pelan aku mulai bisa beradaptasi dan meninggalkan semua kebiasaan buruk ku di masa lalu. Aku yang dulu berbeda dari yang hari ini kalau dulu aku bergelimang kemewahan waktu ku hanya untuk bersenang-senang tanpa ada kontrol semua uang ku ku hamburkan hanya untuk berpesta di kelilingi oleh teman-teman yang penuh dengan kepalsuan dan membawaku ke jalan yang sesat. Saat ini aku bertemu dengan lingkungan baru, keluarga baru dan sahabat-sahabat yang bisa membimbing ku hingga ke akhirat (surga). Meskipun kini harus hidup sederhana namun aku bersyukur Allah masih sayang padaku dan menyelamatkan ku dari panasnya siksa api neraka.  Dengan rahmat-Nya alhamdulillah aku mendapat hidayah untuk kembali ke jalan lurus satu hikmah yang ku dapatkan segala cobaan dan ujian dari Allah adalah bentuk kasih sayang Allah betapa cinta-Nya Allah kepada hamba-hamba-Nya sampai Allah tidak ingin kita masuk ke dalam api neraka. Allah menguji kita lewat ujian nikmat dan Allah menegur kita untuk kembali bertaubat lewat kehilangan. Di Pesantren Darussalam dari hari ke hari ilmu agama ku semakin ku perdalam dan ku mantapkan langkah hijrah ku ini semata karena mengharap rahmat dan ridho dari Allah SWT. Aku terus berdoa agar niat hijrah ku ini bukan karena makhluk apalagi karena suatu maksud dan tujuan tertentu melainkan murni sebagai bentuk ketaatanku dan karena rasa cinta dan rindu ku kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Bulan Mei 2019 adalah puasa pertama yang ku jalani di pesantren. Dulu hampir setiap bulan puasa hampir jarang bahkan nyaris tidak pernah berpuasa. Aku betul-betul tersesat dalam kesesatan yang nyata diriku betul-betul dikuasai setan. Aku terlalu lama tenggelam dalam dosa gelap dan dibutakan oleh kemegahan duniawi yang fatamorgana melupakan bahwa semua yang ku miliki adalah titipan sementara yang tidak pantas untuk dibanggakan. Bahkan ekor sebelah kanan seekor nyamuk akan lebih baik timbangannya daripada dunia dan seisinya. Dari H.R Tirmidzi Rasulullah SAW bersabda :
وْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
MELEBIHI BATAS
Asy Syaikh Abdurrozaq Al Badr hafizhahullah
Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du;
Suatu perangai yang tercela, perbuatan yang tidak disukai oleh Allah Ta'ala dan dibenci dalam syariat bahkan akan mendatangkan keburukan dan hukuman baik didunia dan diakhirat adalah isyrof atau melebihi dan melampaui batas.
Didalam syariat dijumpai lebih dari dua puluh dalil tentang larangan dan celaan dari perbuatan melampaui batas dan para pelaku nya.
Allah Ta'ala berfirman, " Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan ". ( QS Al A'raaf 31 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka ". ( QS Ghafir 43 ).
Allah Ta'ala kabarkan bahwa melampaui batas merupakan sebab kebinasaan dan kehancuran dan akan mendatangkan bencana dan adzab serta siksa didunia dan diakhirat.
Allah Ta'ala berfirman, " Dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas ". ( QS Al Anbiya' 9 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya ". ( QS Al Isrā 16 ).
Perbuatan melampaui batas merupakan bujukan nafsu dan godaan dari setan sehingga para manusia melihat perbuatan tersebut seakan - akan adalah baik.
Allah Ta'ala berfirman, " Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan ". ( QS Yunus 12 ).
Perbuatan melampaui batas merupakan sebab tercegahnya hidayah dan taufiq yang datang dari Allah Ta'ala bagi seseorang hamba.
Allah Ta'ala berfirman, " Sesungguhnya Allah tidak menunjuki ( memberi hidayah ) kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta ". ( QS Ghafir 28 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu ". ( QS Ghafir 34 ).
Isyrof atau melebihi dan melampaui batas adalah sesuatu perbuatan yang keluar dari jalan keadilan dan kebenaran serta ukuran dan takaran yang semestinya, dan tidak hanya terbatas dalam urusan nafkah, makan, minum, sebagaimana yang disangkakan kebanyakan manusia.
Iyas ibnu Muawiyah rahimahullah berkata, " Segala yang keluar dari ketaatan kepada Allah Ta'ala adalah isyrof atau melampaui batas ".
Perbuatan melampaui batas yang paling berbahaya adalah berbuat kufur kepada Allah Ta'ala, menyekutukan serta menjadikan tandingan kepada Allah Ta'ala serta mendustakan para Rasul dan Nabi - nabi Nya.
Allah Ta'ala berfirman, " Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal ". ( QS Taha 127 ).
Di antara perbuatan isyrof adalah melampaui batas dalam membunuh seseorang, yaitu menghilangkan nyawa seseorang yang tidak pantas untuk dibunuh.
Allah Ta'ala berfirman, " Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan ". ( QS Al Isrā 33 ). 
Di antara perbuatan isyrof yang melampaui batas adalah melakukan perbuatan keji dan melakukan perbuatan yang hina sebagai mana Nabi Luth alaihi salam memberikan peringatan kepada kaumnya. 
Allah Ta'ala berfirman, " Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan sesungguhnya kalian ini adalah kaum yang melampaui batas ". ( QS Al A'raaf 80-81 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Ibrahim bertanya: "Apakah urusanmu hai para utusan?".  Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth). agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah. yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas". ( QS Adh-Dhariyat 31-34 ).
Secara umum melakukan dosa dan menerjang larangan adalah perbuatan isyrof yang melampaui batas dan pelakunya terancam hukuman dan siksa.
Adapun berlebih-lebihan dalam makanan, minuman dan pakaian maka ini juga tergolong dari perbuatan isyrof sebagaimana semua telah memahaminya.
Allah Ta'ala berfirman, " Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan ". ( QS Al A'raaf 31 ).
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dengan sanad yang sohih  dari hadist Abdullah bin Amru ibnu Al-Asyh radhiyallahu anhuma, bahwa Rosulillah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Makan, minum, bersedekah, berpakaian lah yang tidak berlebih-lebihan dan melampaui batas ".
Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhary  dari riwayat Abdullah bin Amru ibnu Ash , " Makanlah sesukamu, berpakaianlah sesuai kehendak mu selagi tidak menerjang dua perkara yaitu dengan tanpa berlebihan dan melampaui batas ".
Berbuat isyrof dalam harta, makan, minum, pakaian, mencakup perbuatan melampaui batas dalam cara meraih dan mendapatkannya atau cara penggunaannya, dikarenakan segala yang keluar dari jalur ketaatan dari batasan syar'i maka pelakunya akan mendapatkan ancaman dan hukuman.
Makan harta riba, harta suap, harta hasil judi, hasil dari berbuat curang, hasil dari penipuan dalam berdagang, maka ini semua termasuk perbuatan melampaui batas dalam meraih dan mendapatkan suatu harta.
Demikian pula dalam penggunaan suatu harta, seperti digunakan untuk membeli ganja, narkoba, arak dan khomer, rokok, semua ini tergolong perbuatan yang melebihi batas dalam penggunaan suatu harta yang pelakunya terancam hukuman dan dosa.
Adapun dalam berpakaian, seseorang terjerumus dalam perbuatan isyrof yang melanggar aturan Allah Ta'ala, seperti contohnya menggunakan perhiasan emas dan pakaian sutera bagi para lelaki, atau memakai celana panjang dan kain sarung yang melebihi mata kaki bagi lelaki, maka ini adalah perbuatan yang dilarang dikarenakan melampaui batas dan terancam mendapatkan hukuman dan dosa.
Termasuk perbuatan isyrof adalah berlebih-lebihan dalam mengadakan pesta pernikahan atau acara semisalnya, dimana diadakan acara yang melanggar norma dan terdapat perbuatan munkar dan perkara haram, maka ini adalah melampaui batas yang terancam dosa dan hukuman.
Perbuatan isyrof merupakan pembahasan yang panjang dan lebar, dan dapat difahami oleh setiap orang yang menggunakan akal sehat nya, maka setiap kita hendaknya bertakwa kepada Allah Ta'ala, dan senantiasa mengingat bahwasanya kita akan dikembalikan kepada Allah Ta'ala dan berdiri dihadapan Nya, dan di berikan pertanyaan dan setiap kita akan menjawab, semoga kita dapat menyiapkan jawaban yang benar, dan Allah Ta'ala telah menyeru manusia dalam ayat Al-Qur'an dan ayat ini merupakan ayat yang menyeru kepada taubat dari berbuat isyrof dari segala perbuatan yang melampaui batas dalam segala sesuatu, sebagaimana difirmankan, " Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ". ( QS Az-Zumar 53 ).
Di antara doa permohonan ampunan yang telah diajarkan dalam ayat Al-Qur'an, " Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir ". ( QS Ali-Imran 147 ).
Dan telah tetap dari Nabi Sallallahu alaihi wa sallam, dalam doa yang dipanjatkan, "  اللهم اغفر لي ما قدمت و ما اخرت وما اسررت وما اعلنت وما اشرفت وما انت أعلم به مني أنت المقدم وأنت المؤخر لا اله إلا أنت  ".
Semoga Allah Ta'ala melimpahkan jalan yang lurus kepada kita, dan semoga segala urusan kita diberikan kebajikan, sesungguhnya Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Mendengar doa. 

Masyallah !

Astagfirullah selama ini aku terlalu melampaui batas jauh darimu. Aku ingin kembali ke jalan-Mu. Aku sudah sampai pada  titik lelah ku hidup ku selama ini hampa tak berarti jauh tenggelam dalam kegelapan. Dahulu semuanya pernah ku miliki namun semua sudah terlambat semua yang ku sia-siakan kini hilang untuk selamanya pergi dan tak kembali lagi. Semua yang pernah ku miliki lingkungan yang baik, orang-orang yang sayang kepadaku, dia (wanita yang setia kepadaku menjaga kehormatannya untukku selalu setia menunggu dan menemani ku di sepanjang hidup) yang tak mungkin dapat ku temukan lagi. Dia yang dikala aku rapuh dan terjatuh selalu setia mendampingi ku. Namun aku malah menyia-nyiakannya dan pergi mencari wanita lain. Takdir yang ku benci tapi harus ku jalani dengan tegar dan ikhlas menerima ketetapan Allah. Aku bersyukur kepada Allah yang telah mempertemukan kami sebelumnya dan menjodohkan ku dengan dia dan andai saja dia jodoh ku aku yakin ke mana pun ia pergi bersama siapapun dia saat ini dia bisa kembali berjodoh denganku. Akhirnya aku harus merelakannya meski rasa sesal ini menghantui ku. Namun aku yakin bahwa Allah Maha Baik pastilah Allah punya rencana untukku. Mungkinkah kesempatan ku untuk bersamanya sudah berakhir, ataukah kami tidak di takdirkan untuk berjodoh, atau mungkin Allah akan mempertemukan kami kembali setelah aku memperbaiki. Wallahu alam aku hanya bisa berpasrah diri dan bertawakal kepada Allah, bertawakal dan memperbaiki diri. Sembari berdoa semoga Allah mengampuni semua dosaku, semoga Allah merahmati ku dan Allah adalah Maha Pengampun.
Hijrah ku ini tak lengkap tanpamu. Tahukah engkau? Di dalam setiap sujud di sepertiga malam ku selalu ada namamu yang terselip di dalam doaku. Di dalam doaku aku selalu memohon. “Ya Allah jika dia jodoh yang terbaik yang kau siapkan untukku. Namun jika tidak maka pertemukan aku dengan ganti yang lebih baik.” Selama ini terlalu banyak dosa yang kulakukan entah berapa banyak dosa yang pernah ku lakukan. Aku tak tau apa yang selama ini ku kejar kesuksesan duniawi, ketenaran, harta yang berlimpah pada akhirnya binasa juga dan tak mampu menolong ku di akhirat kelak. Sampai kesempatan kedua itu akhirnya datang hidayah datang menghampiri ku aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga yang ada. Kesalahan ku di masa lalu membuat aku terjatuh di dasar terdalam membuat ku hampir tak dapat bangkit lagi aku tertipu oleh kehidupan palsu. Aku pernah terjatuh dan kehilangan segalanya yang pernah kumiliki semua impian yang kuraih segala kesuksesan yang kubangun semuanya mengorbankan hal terpenting dalam hidup ini yaitu “Keluarga” dan “Allah.” Semuanya telah kuraih namun tak ada kebahagiaan dan kedamaian yang kumiliki. Ternyata kesenangan dan kedamaian yang dulu ku pikir hanya bisa kudapatkan di saat bersama dengan teman-teman menikmati musik DJ di klub malam mabuk hingga pagi hari ternyata bukan kebahagiaan yang kutemukan melainkan rasa penyesalan dan sengsara yang kudapatkan. Semuanya telah hilang bahkan dia yang kuinginkan, dia yang selalu ku impikan lepas begitu saja pupus bersama hidupku yang berhasil ku hancurkan.
HIJRAH KU ...
Hari-hariku selama berada disini sangat ku nikmati. Hidupku jauh terasa lebih baik dari sebelumnya. Kehidupan ku yang liar dan gelap kini telah tiada perlahan aku melepaskan diri dari lingkungan dan pergaulanku yang buruk. Diriku sekarang bukan aku yang dahulu. Kini aku menikmat hari-hari ku di pesantren hidupku terasa tentram dan damai hidupku yang dahulu tak mengenal agama, kini akhirnya aku bisa lebih mengenal agama, mengenal Allah, Mengenal sang pencipta Yang Maha Esa. Semua yang kulakukan, semua yang pernah kucicipi, semua yang pernah kurasakan aku sesali itu semua dan ketebus dengan taubat nasuha (taubat sebenar-benar taubat dan berniat dalam hati tidak akan melakukan perbuatan dosa lagi). Tapi perjalanan hijrah ku tak lengkap kurasakan tanpa kehadiran dirinya. Mentari (Tari) wanita yang dijodohkan denganku sejak kami baru lahir. Namun dari dirinyalah ku rasakan cinta pada pandangan pertama. Berbulan-bulan tinggal di pesantren tak ada satupun wanita ku temui berbeda dengan kehidupanku yang dahulu sekuler dan sangat bebas hampir tak ada aturan dari SMP dan SMA di Indonesia, kuliah dan kerja di Inggris, sampai pulang lagi ke Indonesia aku selalu bergaul bebas di sekeliling ku penuh dengan wanita-wanita cantik dan seksi dari kalangan selebriti, aktris, pengusaha, model dan anak-anak miliuner dunia serta kalangan atas. Sampai narkoba menjeratku, perusahaan ku bangkrut, aku ditinggalkan sendiri sebatang kara hidup ku berubah 180o (seratus delapan puluh derajat) dan aku mulai mengenal agama dan hidup di pesantren. Hidup di pesantren dan tinggal di lingkungan baru bukan hal yang mudah bagiku yang terbiasa dengan fasilitas mewah, serba berkecukupan, tinggal bagaikan anak sultan serba dilayani. Dan sekarang aku harus tinggal sendiri, mandiri dan mencari uang buat diriku dan adik-adik. Mungkin karena ini di pesantren jadi wanita dan laki-laki berbeda pondok. Hingga suatu saat aku menghadiri forum ulang tahun pesantren semua santri digabung di sana lah pertemuan pertama kali dengan Fitri santriwati cantik, modern, gaul, sholehah, mirip artis K-Pop korea, calon menantu idaman. Mengapa aku harus mencinta lagi padahal ku telah berdua dengan dirinya. Salahkah bila aku memilikinya dan melukai perasaan dia? Apakah ini pilihan sulit bagiku ataukah ini hanya cobaan untuk cinta dan persahabatan. Aku tidak tau rencana Tuhan seperti apa? Aku tak tau bagaimana masa depan percintaanku karena aku bukanlah peramal yang bisa melihat masa depan dan tak bisa pula aku memilih jalan hidup, takdir dan jodoh ku. Namun aku bigung. Entah apa yang bisa aku lakukan sekarang. “Terjatuh dalam sebuah kesalahan bukanlah mau ku tapi mungkin lewat sebuah kesalahan bisa mendewasakan kita berdua.”
Hari demi hari terus berlalu kedekatan ku dengan Fitri semakin lama semakin erat. Keberadaan adikku di pondok menjadi keuntungan buat ku. Sampai akhirnya aku dipanggil pulang oleh kakek ku ke Solo untuk melanjutkan pendidikan ku di STPDN dan akademi militer untuk melanjutkan keinginan kakek ku yang menginginkan ku menjadi seorang jenderal dan bupati sepertinya. Lalu setelah pendidikan militer ku selesai. Sebenarnya aku ingin sekali pulang dan bertemu dengan kamu akan tetapi kemudian aku mendapat beasiswa untuk taruna berprestasi untuk melanjutkan karir di U.S Defence Force Academy di Amerika selama 3 tahun.





Lanjutan ....
Tiga tahun kemudian. Waktu yang cepat berlalu dan tak ku sadari berjalan begitu cepat. Waktu yang bagiku terasa sangat lama membuatku menunggu dan tersiksa untuk kembali bertemu denganmu. Entah kemana lagi harus ku kejar dirimu untuk menemukan separuh hati dan untuk kembali pulang. Karena kau... kau adalah nafasku. Kau adalah... separuh hati dan kau adalah tujuan ku untuk pulang.





















BAB 3

PENULIS NASKAH OLEH :


SIDIQ AKBAR NUGRAHA
Tiga tahun berlalu bukan hal yang mudah ku lalui. Walau jarak dan waktu memisahkan kita namun hatiku masih untuk satu nama. Tolong... maafkanlah aku karena tak ada kabar, bukan maksudku untuk sengaja lupa dengan kamu. Namun waktu selalu tak mengizinkan ku untuk melepas rindu walau semenit saja. Bukan inginku untuk berpisah dengan kamu. “Tahukah kamu saat kau bertanya siapa yang telah mencuri hati ini saat. “Jawabannya kamu yang telah berhasil memiliki hati ini saat pertama kali kita bertemu.” Meski aku ingin tetap bersamamu lebih lama lagi namun waktu tak mengizinkan. Aku harus menjalankan tugas sebagai pasukan khusus di Afghanistan memang berat tapi inilah tugas dan tanggungjawab serta pengabdian ku pada negara. Aku tau ini bukanlah  hal yang mudah butuh waktu untukmu mengerti dengan keadaan kita. Butuh waktu bagimu untuk bisa mengerti. Namun aku percaya kamu wanita yang kuat yang pernah aku temui. Aku yakin pasti kita bisa lalui semua ini... Semua akan baik-baik saja.

Part 2...
Jarak terasa sangat jauh hingga membawaku pada titik kerinduan yang terberat. Aku tak tau harus bagaimana, akan bagaimana, harus apa dan mulai darimana. Mungkin hanya dengan memejamkan mata menghirup udara di pagi hari saat kami latihan atau saat ku mulai menuliskan isi hati lewat syair puisi, Rinduku ini bisa menembus awan melintasi cakrawala dan pada akhirnya sampai kepadamu.  Hingga sampai hari ini aku selalu bahagia dan bangga kepada diriku bisa memilikimu adalah hal terbesar dalam hidupku dan aku berjanji pada diriku sampai aku di hari yang kita nantikan aku telah berjanji akan menemanimu hingga hari akhir nanti. Aku telah berjanji sejak hari kita mengucapkan akad nikah aku akan setia menjaga dan menemanimu hingga maut memisahkan kita berdua.

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN PENULIS Sebenarnya aku benci bila harus menceritakan kembali kisah hidupku yang sangat menyedihkan ini. Sering...