Senin, 02 Maret 2020

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN

PENULIS

Sebenarnya aku benci bila harus menceritakan kembali kisah hidupku yang sangat menyedihkan ini. Sering ku bertanya pada diri ini “untuk apa aku harus tetap hidup?.” Andai saja saat ini juga aku tidur dan tak akan pernah bangun kembali dan merasakan kerasnya hidup yang harus ku jalani. “Aku sudah tak suci lagi!”

Semuanya berawal di malam itu. Demi untuk bertahan hidup aku harus merelakan masa depanku hilang. Setelah putus sekolah, aku memutuskan untuk membantu ibu mencari uang dan mencari nafkah bagi keluarga kami. Hidup di bawah kerasnya garis kemiskinan, membuatku harus berjuang. Ibu hanya seorang pemulung dengan upah 150 ribu per hari, tak ada yang bisa diharapkan untuk menafkahi aku dan kelima saudaraku. Ayahku hanya seorang pengangguran yang hanya menjadi parasit bagi keluarga kami. Bangun siang, pulang menjelang subuh dalam kondisi mabuk itulah ayah. Anehnya sampai sekarang orang itu masih tetap kupanggil ayah. Meskipun dia sering menyiksa ibu sewaktu masih hidup, tapi cuman ayah satu-satunya orangtuaku yang masih hidup. Semenjak ibu meninggal, ayah semakin rajin mabuk. Utang-utangnya pun menumpuk, untuk menghidupi adik-adik, memenuhi kebutuhan rumah tangga, terpaksa aku harus bekerja serabutan mulai dari menjual nasi bungkus dan makanan & minuman ringan, tisu serta rokok di stasiun kereta, menjadi buruh cuci hingga mengamen. Siang dan malam aku bekerja tanpa mengenal lelah. Semua ku lakukan agar dapat menghidupi adik-adikku. Aku berharap, agar kelak adik-adikku masih bisa melanjutkan pendidikannya dan tidak bernasib sama seperti orangtua kami dan diriku.
Semakin hari utang ayah pun semakin menumpuk hingga suatu saat. Saat ayah terdesak harus segera melunasi utang-utangnya ke rentenir. Di situlah awal kehancuran hidupku.


“San, santi! Ayah pinjam duit dong untuk bayar utang, 300 ribu aja nanti ayah ganti.”
“Santi belum punya uang ayah, hasil jualan santi kemarin. Santi pakai untuk nyumbang mesjid sama panti asuhan.”


“Alaaah! Kamu, sudah miskin belagu lagi. Sok-sok nyumbang, memangnya dengan kamu nyumbang terus kita cepat jadi orang kaya, hah?”


“Astagfirullah yah, istighfar yah.”
“Heh santi, kamu berani lawan ayah sekarang ya, mau jadi anak durhaka kamu? Sini uangnya cepat. Cepat!
Aku pun terpaksa harus memberikan sisa uang belanja kepada ayah supaya ayah tenang dan segera pergi. Jujur aku muak melihat mukanya, terlebih setelah kejadian di malam itu aku semakin membencinya.

“Cuman ini uang yang kamu simpan, hah. Mana yang lain?”

“Jangan yah, hanya itu uang yang aku dapat hari ini.”


“Awas, minggir kamu!”
Ayah membuka lemariku dan mengambil kalung peninggalan almarhumah ibu.

“Jangan yah, hanya ini peninggalan milik ibu.”

“Awas! Ayah bilang awas. Wah lumayan juga nih untuk modal judi online malam ini.”

Ayah pun keluar dan pergi lagi. Malam itu, aku berharap ia tak pernah pulang kembali lagi. Sambil menangis aku terus menggingat ibu

“Ibu... maafin Santi bu, Santi nggak bisa jaga adik-adik. Santi juga nggak bisa jaga amanah dari ibu.”

****

Setiap hari ayah menjadi semakin brutal dan kasar. Tinggal bersama ayah, membuat kami semakin hancur. Adikku Rahman, akhirnya putus sekolah dan tidak bisa melanjutkan pendidikan hingga SMA. Rahman mulai berubah, mengikuti jejak ayah yang suka minum dan main judi. Meskipun rahman bekerja menjadi juru parkir, tapi uangnya selalu habis dipakai membeli minuman.


Hingga suatu malam...

****

Malam itu hujan lebat turun. Suara petir dan kilat bersahut-sahutan mengelenggar di langit. Saat itu selepas ba’da sholat isya ku putuskan untuk membaca al-quran semalam suntuk. Entah mengapa perasaanku malam itu sangat gelisah.

“Duuuuuk! Duuuuk! Duuk! Santi buka pintunya santi. Cepat anak b*ngs*t.”

"Ya! Tunggu sebentar” kulihat jam menunjukkan pukul setengah satu malam aku melepas mukenahku dan langsung membukakan pintu. Ayah pun masuk, di luar tampak dua orang berpakaian preman datang bersama ayah.

“Assalamu alaikum ayah.” Ucapku sambil mencium punggung tangan ayah

“Ya, wa’alaikum salam! Bikinin ayah sama tamu ayah teh, cepat nggak pakai lama!”
“Ya ayah.”

Aku pun ke sumur mengambil air dan memanaskannya di tungku. Saat memasak air di dapur, diam-diam aku mendengar pembicaraan ayah dan kedua pria misterius yang jadi tamu ayah.

“Maafkan saya. Tolong, tolong sekali bilangin sama Mami Intan sekarang saya lagi nggak punya uang, saya janji saya akan melunasi utang saya dan bunga-bunganya bulan depan.”


“Alah!” pria botak berjaket hitam di dekat ayah menggebrak meja

“Eh, Yanto. Kamu tuh udah sering kami kasih kelonggaran waktu dan keringanan kamu membayar. Pokoknya kami ndak mau tau kamu harus bayar utang kamu.”
“Saya sudah coba menggadaikan harta dan sertifikat tanah saya. Tapi nilai jualnya terlalu rendah kang.”

“Saya nggak mau tau ya! Pokoknya kalau sampai awal bulan depan kamu nggak bayar utang kamu beserta bunga-bunganya habis kamu.”

***

Aku pun keluar membawa teh yang diminta oleh ayah

“berapa utang ayah saya!”

“150 juta, kenapa kamu tanya. Memangnya kamu sanggup bayar?” lirik pria botak itu dengan tatapan sinis.

Tiba-tiba temannya menyikut pria botak itu dan berbisik.

“Kang, boleh juga nih cewek kag.”
***
“Eh Yanto! utang kamu bisa lunas malam ini juga. Asal anak kamu ikut dengan kami.”

Aku yang tadi berharap ayah bisa menjaga dan melindungiku. Tak ku sangka jawaban dari bapak sungguh tidak bisa kupercaya. Dia tega menjualku

“Wah, silahkan.”

Aku pun ditarik, tanganku dipegang dengan kuat oleh dua pria itu. Aku berusaha teriak dan melawan namun sia-sia.

“Tolong! Tolong! Lepaskan brengsek”
Aku berteriak sekuat tenaga hingga tak sadar aku pun pingsan.

Hingga ....

Aku sadar dan mulai membuka mata.
“Ada apa ini, apa yang terjadi padaku. Badanku terasa sakit, area sensitifku terasa perih sekali.”

Aku sudah tidak suci lagi ....


“Aaaaaa... aaaaa.... aaaa... ibu tolong aku ibu.” Pekik tangisku meratapi kemalangan nasibku malam ini. Sambil berjalan lunglai dengan pakaian yang sudah terobek aku berusaha untuk pulang malam itu.
***

Sejak malam itu, utang ayahku lunas dan kedua pria misterius itu tak pernah muncul lagi. Seminggu kemudian kejadian malam itu terulang kembali.
BERSAMBUNG ....

Selasa, 07 Januari 2020

Novel : "THE NATION HOSTAGE" Oleh : Sidiq Akbar Nugraha

Athenia: “Bedebah kau! Jahanam. Aku telah memberikanmu kuasa atas diriku dan seluruh harta kekayaannku dan menjadikan mu pemimpin bagi rakyatku. Sekarang apa kau tega menjual ku?
Dis : “Maafkan saya ibu utangmu pada perompak-perompak itu sudah sangat banyak”
Seribu muka : “Sudahlah ibu diam saja! Ikuti saja apa kemauan perompak itu”

Athenia : “Pengkhianat kalian semua! Selama ini kalian tidur, makan di rumahku, kalian ku beri pekerjaan, sekolah, keamanan, kalian ku biayai hingga ke luar negeri dengan harapan kalian bisa membangun bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan besar. Tapi lihatlah apa yang kalian balas kepadaku”
*********************************
Perompak : (Memukul meja) “Aakh.... lu olang banyak bacot semua lah. Sekarang oe jadi murka! Sekarang lu olang oe kasih dua choice lah. 1. Bayar utang atau 2. Lu olang serahkan negara lu ke oe... pilih mana akh!!
Seribu muka : “Sabar tuan. Sebentar lagi kami pasti berhasil membawa ibu untuk ikut bersama tuan”
Perompak : “Dari ratusan tahun lalu sejak Kartanegara dari Singosari potong telinga oe punya utusan (Meng ki) lu punya ibu sangat cantik waktu masih muda sekarang setelah beberapa abad oe kembali lu punya ibu masih menarik. Dari dulu sampai nanti oe tetap ingin ibumu jadi milik oe.”
Kemudian dis pun kembali mencoba untuk membujuk ibunya sekali lagi.
Dis : “Bu, sudah bu nurut aja bu. Mereka juga punya klaim sejarah selama berabad-abad di Laut Cina Selatan. Mereka juga punya hak sama seperti kita.
Seribu muka : “Benar bu, mereka juga punya hak di Natuna. Kita tak bisa berbuat banyak selain mengajukan protes kepada mereka. Kalau pun hari ini kita melawan. Kita hanya membuang waktu mereka saja”
Athenia (Ibu pertiwi):  "Apa kalian bilang barusan???” Mereka juga punya hak. Aku yang melindunginya. Aku yang merawat dan membesarkannya, Dia tumbuh dewasa bersamaku!! Dengan seenaknya kalian bilang orang-orang asing itu punya hak atas wilayahku. Tidak!! Katakan kepada perompak itu demi Allah aku tak pernah ridho sedikitpun memberikan wilayahku walau mereka meminta hanya setetes atau sejengkal saja.

Dis kemudian memerintahkan ajudannya untuk menghadap ke pasukan perompak
Ajudan : “Maaf tuan. Sepertinya hari ini bukan hari yang tepat untuk berkunjung sebaiknya tuan pulang saja dulu. Sampaikan kepada majikan kalian ibu kami menolak untuk memenuhi permintaan kalian. Silahkan cari ikan di tempat lain saja.”
Dengan wajah marah dan kecewa para perompak
Perompak : “Baik! Hari ini oe sekali lagi pulang dengan tangan hampa sama seperti ratusan tahun yang lalu. Tapi ingat masalah ini belum selesai. Tunggu oe kembali. “
Armada kapal perompak itu pun pulang. Kapal pun mulai melaju. Terdengar sang kapten berteriak dari atas kapal kepada anak buahnya yang tersisa : “Hei, ruguo tamen gao zale. Nimen zhai zheli daiming!”
“Ha!!”
***********************************************************************
Kemesraan dan Ketegangan Lima Abad
Sejumlah catatan sejarah menerakan riwayat panjang tentang pasang surut situasi perdagangan dan keamanan di Laut Cina Selatan. Sejak lima abad silam, setidaknya seperti yang dicatat oleh Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid I: Tanah di Bawah Angin (2014), perairan ini telah menjadi jalur penting perniagaaan.

Sebagai contoh, saat ketersediaan komoditi pakaian, termasuk sutra dan kapas melimpah, negara-negara Asia Tenggara menjadi konsumen besar suplai pakaian dari India dan Cina. Hal ini terjadi bukan berarti Asia Tenggara tidak punya bahan baku untuk membuat pakaian, tapi kalangan elite mereka menyukai pakaian dari kedua negara tersebut.

“Pakaian India dan Cina dibeli oleh kalangan elite yang lebih kaya berkat warna-warnanya yang cemerlang, polanya yang indah, serta kedudukannya sebagai barang langka. Tapi penduduk setempat pada umumnya selalu memakai pakaian produksi setempat," tulis Reid.

Sebaliknya, Cina juga menjadi pembeli yang cukup tinggi dalam perdagangan kapas yang banyak tersedia di Asia Tenggara. Bahkan kapas menjadi hasil pertanian utama setelah pangan.

Dalam catatannya Reid menerangkan, kapas telah lama ditanam di Asia Tenggara dan diekspor ke Cina. Sejumlah naskah Cina mengabarkan bahwa kapas telah dibawa ke Cina dari Vietnam sejak abad ke-7.

Perdagangan kapas terbesar di sekitar Laut Cina Selatan, termasuk benang dan pakaian, diperkirakan terjadi pada abad ke-13 hingga ke-17. Para pedagang di pedalaman berbondong-bondong membawa barang dagangannya ke pelbagai pelabuhan Asia Tenggara, terutama Vietnam, Luzon, dan Jawa.

Selain pakaian, kapas, dan sutra, komoditi lain yang diperdagangkan di Asia Tenggara adalah emas, perak, besi, keramik, dan lain-lain. Dalam urusan keramik, Cina dari dulu telah terkenal sebagai negara yang lihai dalam membuat barang ini.

Keramik campur kaca berkualitas tinggi diproduksi di Cina dan diperdagangkan di Asia Tenggara dan ke negeri-negeri yang lebih jauh.

“[Keramik-keramik tersebut] dihias dengan indah dan dibakar dengan temperatur yang jauh lebih tinggi daripada yang dilakukan pada tempat pembakaran di Asia Tenggara, piring-piring dan mangkuk-mangkuk ini menjadi barang-barang yang tinggi nilai serta statusnya," imbuh Reid.

Di Filipina, Sulawesi, dan Maluku, keramik dari Cina yang berupa piring dan mangkuk, ditempatkan di sekitar jenazah saat pemakaman untuk menemani yang mati menuju perjalanannya ke dunia lain.

Baca juga: Australia-Indonesia Lakukan Patroli di Laut Cina Selatan
Sementara di Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan, keramik campur kaca digunakan sebagai penghias masjid, makam, dan istana. Namun, bagi orang-orang kaya di Asia Tenggara, keramik Cina tersebut justru dipakai sebagai tempat minum dan makan.

Dalam bukunya yang lain, yakni Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid II: Jaringan Perdagangan Global (2014), Reid juga menyinggung perdagangan lada dan kayu sapan. Menurutnya, kedua komoditas ini adalah produk yang menonjol dalam perniagaan di Nanyang atau Laut Cina Selatan.

Saking banyaknya komoditas lada dan kayu sapan ini dikirim ke Cina, pada abad ke-15 keduanya memenuhi gudang-gudang pemerintah sehingga dipakai untuk membayar sebagian gaji ratusan ribu pejabat dan tentara Cina.   

Aktivitas perdagangan yang berlangsung selama ratusan tahun, membuat kebudayaan sejumlah negara berakulturasi. Denys Lombard mencatat dalam Nusa Jawa Silang Budaya Jilid 2: Jaringan Asia (2005), kebudayaan Cina telah lama memengaruhi negeri-negeri di sekitar Laut Cina Selatan.

“[Berupa] adat-istiadat, kepercayaan, dan teknik-tekniknya, melalui suatu proses asimilasi dan saling pengaruh yang berlangsung selama berabad-abad," tulis Lombard.

Kemesraan di kawasan sekitar Laut Cina Selatan sebagai jalur perniagaan penting bagi sejumlah negara di Asia Tenggara, Cina, Arab, India, dan Eropa, bukan berarti tanpa perseteruan dan konflik.

Namun, yang perlu dicatat adalah saat itu peperangan lebih menekankan pada raihan tawanan daripada harta benda, terutama bagi negara-negara Asia Tenggara. Jumlah penduduk yang belum banyak membuat mereka berlomba memburu tawanan untuk dijadikan sebagai budak.

Sekali waktu, seorang laksamana Belanda memprotes seorang bangsawan Melayu (penguasa Johor) yang menjadi sekutunya yang terlihat ragu memasuki palagan.

“Di sini setiap orang kaya atau bangsawan justru harus membawa sejumlah orang, dan masing-masing takut kehilangan sahayanya, yang merupakan kekayaan mereka satu-satunya," jawab sang bangsawan seperti dicatat Reid.

Kemesraan dan Ketegangan Lima Abad
Sejumlah catatan sejarah menerakan riwayat panjang tentang pasang surut situasi perdagangan dan keamanan di Laut Cina Selatan. Sejak lima abad silam, setidaknya seperti yang dicatat oleh Anthony Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid I: Tanah di Bawah Angin (2014), perairan ini telah menjadi jalur penting perniagaaan.

Sebagai contoh, saat ketersediaan komoditi pakaian, termasuk sutra dan kapas melimpah, negara-negara Asia Tenggara menjadi konsumen besar suplai pakaian dari India dan Cina. Hal ini terjadi bukan berarti Asia Tenggara tidak punya bahan baku untuk membuat pakaian, tapi kalangan elite mereka menyukai pakaian dari kedua negara tersebut.

“Pakaian India dan Cina dibeli oleh kalangan elite yang lebih kaya berkat warna-warnanya yang cemerlang, polanya yang indah, serta kedudukannya sebagai barang langka. Tapi penduduk setempat pada umumnya selalu memakai pakaian produksi setempat," tulis Reid.

Sebaliknya, Cina juga menjadi pembeli yang cukup tinggi dalam perdagangan kapas yang banyak tersedia di Asia Tenggara. Bahkan kapas menjadi hasil pertanian utama setelah pangan.

Dalam catatannya Reid menerangkan, kapas telah lama ditanam di Asia Tenggara dan diekspor ke Cina. Sejumlah naskah Cina mengabarkan bahwa kapas telah dibawa ke Cina dari Vietnam sejak abad ke-7.

Perdagangan kapas terbesar di sekitar Laut Cina Selatan, termasuk benang dan pakaian, diperkirakan terjadi pada abad ke-13 hingga ke-17. Para pedagang di pedalaman berbondong-bondong membawa barang dagangannya ke pelbagai pelabuhan Asia Tenggara, terutama Vietnam, Luzon, dan Jawa.

Selain pakaian, kapas, dan sutra, komoditi lain yang diperdagangkan di Asia Tenggara adalah emas, perak, besi, keramik, dan lain-lain. Dalam urusan keramik, Cina dari dulu telah terkenal sebagai negara yang lihai dalam membuat barang ini.

Keramik campur kaca berkualitas tinggi diproduksi di Cina dan diperdagangkan di Asia Tenggara dan ke negeri-negeri yang lebih jauh.

“[Keramik-keramik tersebut] dihias dengan indah dan dibakar dengan temperatur yang jauh lebih tinggi daripada yang dilakukan pada tempat pembakaran di Asia Tenggara, piring-piring dan mangkuk-mangkuk ini menjadi barang-barang yang tinggi nilai serta statusnya," imbuh Reid.

Di Filipina, Sulawesi, dan Maluku, keramik dari Cina yang berupa piring dan mangkuk, ditempatkan di sekitar jenazah saat pemakaman untuk menemani yang mati menuju perjalanannya ke dunia lain.

Baca juga: Australia-Indonesia Lakukan Patroli di Laut Cina Selatan
Sementara di Jawa, Bali, dan Sulawesi Selatan, keramik campur kaca digunakan sebagai penghias masjid, makam, dan istana. Namun, bagi orang-orang kaya di Asia Tenggara, keramik Cina tersebut justru dipakai sebagai tempat minum dan makan.

Dalam bukunya yang lain, yakni Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 Jilid II: Jaringan Perdagangan Global (2014), Reid juga menyinggung perdagangan lada dan kayu sapan. Menurutnya, kedua komoditas ini adalah produk yang menonjol dalam perniagaan di Nanyang atau Laut Cina Selatan.

Saking banyaknya komoditas lada dan kayu sapan ini dikirim ke Cina, pada abad ke-15 keduanya memenuhi gudang-gudang pemerintah sehingga dipakai untuk membayar sebagian gaji ratusan ribu pejabat dan tentara Cina.   

Aktivitas perdagangan yang berlangsung selama ratusan tahun, membuat kebudayaan sejumlah negara berakulturasi. Denys Lombard mencatat dalam Nusa Jawa Silang Budaya Jilid 2: Jaringan Asia (2005), kebudayaan Cina telah lama memengaruhi negeri-negeri di sekitar Laut Cina Selatan.

“[Berupa] adat-istiadat, kepercayaan, dan teknik-tekniknya, melalui suatu proses asimilasi dan saling pengaruh yang berlangsung selama berabad-abad," tulis Lombard.

Kemesraan di kawasan sekitar Laut Cina Selatan sebagai jalur perniagaan penting bagi sejumlah negara di Asia Tenggara, Cina, Arab, India, dan Eropa, bukan berarti tanpa perseteruan dan konflik.

Namun, yang perlu dicatat adalah saat itu peperangan lebih menekankan pada raihan tawanan daripada harta benda, terutama bagi negara-negara Asia Tenggara. Jumlah penduduk yang belum banyak membuat mereka berlomba memburu tawanan untuk dijadikan sebagai budak.

Sekali waktu, seorang laksamana Belanda memprotes seorang bangsawan Melayu (penguasa Johor) yang menjadi sekutunya yang terlihat ragu memasuki palagan.

“Di sini setiap orang kaya atau bangsawan justru harus membawa sejumlah orang, dan masing-masing takut kehilangan sahayanya, yang merupakan kekayaan mereka satu-satunya," jawab sang bangsawan seperti dicatat Reid.

LANJUTAN....
“Lapor yang mulia musuh sudah berhasil dilumpuhkan dan mundur. Akan tetapi musuh meninggalkan lima kapal terakhir di dalamnya ada sekitar 200 pasukan musuh yang tetap tinggal sebagai mata-mata.”
“Baik kalau begitu kerahkan semua armada perang terbaik kita. Keluarkan kekuatan dan peralatan serta teknologi terbaik yang kita miliki. Panglima! Panglima! ke mana Panglima. Panglima! Jenderal
Dengan derap langkah kaki tergesa-gesa seorang pria bertubuh besar lengkap dengan zirah perang dan tanda kebesaran memenuhi seragamnya masuk dengan disambut bunyi terompet pengawal istana dan dikawal oleh prajurit yang membawa panji kerajaan.
“Hamba panglima Zergon memberi hormat kepada Yang Mulia.”
“Cepat! Perintahkan semua armada perang dan seluruh bala tentara di seluruh negeri ini untuk bersiap perang! Awasi terus kemungkinan musuh kembali dengan seluruh kekuatan tempurnya. Halau mereka, aktifkan sistem pelindung.”
“Baik Yang Mulia.”
“Bagus. Cepat laksanakan!”

“Dan hei panglima Zergon bukankah kau panglima terbaik kerajaan?? Apa rencanamu untuk menang dalam perang kali ini”
“Maaf Yang Mulia hamba tidak pantas menerima pujian dari Yang Mulia. Maaf Yang Mulia untuk strategi perang seperti kebiasaan saya Yang Mulia ini adalah rahasia negara Yang Mulia. Hamba mohon permisi Yang Mulia.”
Namun rupanya si Seribu Muka yang ikut dalam pertemuan di aula itu. Diam-diam memisahkan diri dan melaporkan apa yang di dengarnya kepada perompak Xin
“Cepat... cepat.. cepat! Apa yang kau ingin katakan sebelum kau menemui penciptamu.”
“Akkkh... aaakh (jeritan menahan cekikan) si Seribu mata berkata dengan lirih.”Maafkan saya tuan. Maaf kalau rencana kita kembali gagal. Tapi saya punya ide brilian tuan.”
“Apa... Apa... Apa.. Cepat katakan! Atau kau ku jadikan makanan buaya.”
Si perompak Xin lalu melepas cekikannya dari muka seribu. Muka seribu kemudian menceritakan semua strategi yang ada dikepalanya.
Si muka seribu mengambil segelas air putih dan menarik nafas lalu mulai bercerita.
“Begini tuan. Kita biarkan Dis berperang melawan Ksatria Putih dan panji Hitam. Setelah mereka mulai lemah karena tenaga mereka yang terkuras dan athenia menjadi kacau kita serang mereka. Kita kirim surat agar Dis mencekal Ksatria Putih di Mekkah kita buat umat Islam marah besar.“
“Ummmmchahahahahahah..... Hihihihi..... bagus. Bagus aku suka idemu muka seribu. Aku tak heran mengapa kau disebut muka seribu. “
“Kenapa tuan?”
“Karena dibalik wajah dekilmu yang hitam jelek ternyata kau memiliki otak yang encer. Pantas saja kau jadi penjilat. Pekerjaan itu sangat cocok untukmu.
“Ummmmmmchahahahahhahaha.... Hihihihih.... Xixixi” pekik tawa jahat sang Perompak diikuti anak buahnya yang menertawai Si Muka Seribu.
“Baiklah kalau begitu aku akan menunggu sampai kau berhasil. Tapi awas! Jika kali ini kau gagal lagi maka kepalamu yang aku gantung di tembok ruangan ku.” (sambil memakan jari manusia)
Muka Seribu (menelan ludah)
BERSAMBUNG DULU YA GUYS......

Part 2
Maka kembalilah sang pengkhianat si Muka Seribu ke Athenia ia kemudian melaporkan perjalanannya kepada Dis.
“Hei Gulom saudaraku (Muka Seribu) kemana saja kau beberapa hari ini?”
“Maafkan hamba Yang Mulia Paduka Raja karena hamba tidak memberitahukan kepergian hamba kepada Yang Mulia. Atas inisiatif hamba sendiri karena kecintaan terhadap bangsa dan negaraku. Saya lantas pergi menyelidiki perompak Xin.”
“Wahai saudaraku sungguh mulia dan beraninya tindakanmu itu. Bukankah itu sama saja dengan mengundang kematianmu sendiri?”
“Benar yang mulia. Memang benar perjalanan hamba sangat beresiko dan bisa mengancam keselamatan hamba. Tapi demi tanah air hamba siap korbankan nyawa hamba.”
“Semoga Alloh merahmatimu. Katakan wahai saudaraku apa saja yang kau dapatkan dari perjalananmu.”
Maka si muka seribu mulai melancarkan aksinya mengadu domba antara Dis dan Ksatria Putih serta panji Hitam.
“Sebenarnya tuanku Yang Mulia Paduka Raja perompak negeri xin tidak bermaksud lancang paduka.”
“Apa maksudmu!”
“\Sebenarnya para perompak hanya terhasut oleh fitnah Ksatria Putih”
Lalu Muka seribu mengeluarkan sebuah surat dari perompak xin. Dengan hormat kepada Yang Mulia Paduka Raja.
“Sebelumnya kami meminta maaf karena terjadi kesalahpahaman yang kami lakukan hanya mengamankan wilayah kekuasaan kami. Beberapa waktu lalu kami menerima surat dari seseorang di Mekkah bernama Ksatria Putih. Dari informasinya itu kami mendapatkan bahwa Paduka Raja ingin merebut Pulau, kami jadi untuk mengamankan hak milik kami. Kami mengirim pasukan yang berpura-pura menyamar sebagai nelayan tradisional di perairan tersebut. Selain itu seorang yang bernama panji Hitam mengaku sebagai utusan kerajaan dan membawa plakat kesultanan ia  mengaku diperintahkan langsung oleh Yang Mulia Paduka Raja untuk memerangi Kerajaan Xin atas tuduhan kejahatan melakukan persekusi dan pembersihan etnis Uigh. Atas kesalahpahaman ini kami mengajukan nota keberatan atas protes negara Athenia dan meminta yang Mulia untuk membuat surat klarifikasi dan ganti rugi atas kerugian materil dan non-materil yang kami (Xin) alami akibat konfrontasi Laut Cina Selatan. Kami menunggu itikad baik Yang Mulia Paduka Raja melalui surat permintaan maaf dan ganti rugi 2x24 jam. Jika tidak kami akan membawa persoalan ini ke jalur hukum internasional. Sekian dan terima kasih” 
Dis (memegang surat sambil tangannya bergetar dan memerah). Setelah selesai membaca surat itu Dis menendang meja emas miliknya dan kembali duduk di singgasananya.
“Plak!”
“Kurang ajar!”
“Apa benar yang ditulis oleh panglima Xin itu!” (membentak dengan suara marah dan mata merah melotot)
“Ya Yang Mulia. Ampun jika hamba lancang Yang Mulia, namun kali ini hamba membenarkan.”
“Kurang Ajar!”
“Pati! Pati! Pati Dianus” (Pati = pimpinan wilayah, pejabat negara, asisten/orang kepercayaan Raja)
“Hamba memberi hormat Yang Mulia”
“Pati Dianus. Ku perintahkan kau untuk menangkap Si Kriminal Panji Hitam bawa ke hadapanku hidup atau mati!”
“Baik Yang Mulia. Perintah Yang Mulia akan segera saya laksanakan.”
“Perdana Menteri  Porus!.”
“Hamba Yang Mulia”
“Kirim surat pencekalan kepada Ksatria Putih di tanah Arab. Buat fitnah jika Ksatria Putih adalah teroris internasional yang kita cari. Sebar pengumuman di dalam dan luar negeri pemerintah akan memberikan 600 juta golden keping emas bagi siapa saja yang membawa kepala Panji Hitam ke istana Athenia.”

“Baik Yang Mulia. Amanah Yang Mulia akan saya laksanakan dengan baik yang Mulia.”

BERSAMBUNG DI HALAMAN SELANJUTNYA...
Novel : "THE NATION HOSTAGE" Oleh : Sidiq Akbar Nugraha

Athenia: “Bedebah kau! Jahanam. Aku telah memberikanmu kuasa atas diriku dan seluruh harta kekayaannku dan menjadikan mu pemimpin bagi rakyatku. Sekarang apa kau tega menjual ku?
Dis : “Maafkan saya ibu utangmu pada perompak-perompak itu sudah sangat banyak”
Seribu muka : “Sudahlah ibu diam saja! Ikuti saja apa kemauan perompak itu”

Athenia : “Pengkhianat kalian semua! Selama ini kalian tidur, makan di rumahku, kalian ku beri pekerjaan, sekolah, keamanan, kalian ku biayai hingga ke luar negeri dengan harapan kalian bisa membangun bangsa ini menjadi bangsa yang kuat dan besar. Tapi lihatlah apa yang kalian balas kepadaku”
*********************************
Perompak : (Memukul meja) “Aakh.... lu olang banyak bacot semua lah. Sekarang oe jadi murka! Sekarang lu olang oe kasih dua choice lah. 1. Bayar utang atau 2. Lu olang serahkan negara lu ke oe... pilih mana akh!!
Seribu muka : “Sabar tuan. Sebentar lagi kami pasti berhasil membawa ibu untuk ikut bersama tuan”
Perompak : “Dari ratusan tahun lalu sejak Kartanegara dari Singosari potong telinga oe punya utusan (Meng ki) lu punya ibu sangat cantik waktu masih muda sekarang setelah beberapa abad oe kembali lu punya ibu masih menarik. Dari dulu sampai nanti oe tetap ingin ibumu jadi milik oe.”
Kemudian dis pun kembali mencoba untuk membujuk ibunya sekali lagi.
Dis : “Bu, sudah bu nurut aja bu. Mereka juga punya klaim sejarah selama berabad-abad di Laut Cina Selatan. Mereka juga punya hak sama seperti kita.
Seribu muka : “Benar bu, mereka juga punya hak di Natuna. Kita tak bisa berbuat banyak selain mengajukan protes kepada mereka. Kalau pun hari ini kita melawan. Kita hanya membuang waktu mereka saja”
Athenia (Ibu pertiwi):  "Apa kalian bilang barusan???” Mereka juga punya hak. Aku yang melindunginya. Aku yang merawat dan membesarkannya, Dia tumbuh dewasa bersamaku!! Dengan seenaknya kalian bilang orang-orang asing itu punya hak atas wilayahku. Tidak!! Katakan kepada perompak itu demi Allah aku tak pernah ridho sedikitpun memberikan wilayahku walau mereka meminta hanya setetes atau sejengkal saja.

Dis kemudian memerintahkan ajudannya untuk menghadap ke pasukan perompak
Ajudan : “Maaf tuan. Sepertinya hari ini bukan hari yang tepat untuk berkunjung sebaiknya tuan pulang saja dulu. Sampaikan kepada majikan kalian ibu kami menolak untuk memenuhi permintaan kalian. Silahkan cari ikan di tempat lain saja.”
Dengan wajah marah dan kecewa para perompak
Perompak : “Baik! Hari ini oe sekali lagi pulang dengan tangan hampa sama seperti ratusan tahun yang lalu. Tapi ingat masalah ini belum selesai. Tunggu oe kembali. “
Armada kapal perompak itu pun pulang. Kapal pun mulai melaju. Terdengar sang kapten berteriak dari atas kapal kepada anak buahnya yang tersisa : “Hei, ruguo tamen gao zale. Nimen zhai zheli daiming!”

  • “Ha

Sabtu, 04 Januari 2020

Cerpen Jalan Hijrah Part 1 : Nikah

Hari ini tepat 4 tahun kami pacaran di masing-masing jari manis kami ada cincin bertuliskan nama kami berdua Adrian (rian) dan Anissa (ica) sebagai bukti cinta kami. Hubungan kami selalu romantis bagaikan baru jadian kemarin hampir tiap hari aku memberikan hadiah untuk anissa yang ku beli sesuai dengan isi dompetku. Meskipun itu bukan hari ulang tahun anissa di whatsapp kami pun penuh dengan kata-kata romantis panggilan ayah dan bunda. Namun akhir-akhir ini selama beberapa bulan Anissa terus gelisah memintaku untuk segera menikahinya. Sebagai seorang laki-laki aku mau saja melamarnya dan sudah niatku dari awal tapi sebagai pemuda miskin yang hanya bekerja sebagai pengawas teknisi PLN gaji ku tidak memungkinkan untuk menikah dalam waktu dekat. Apalagi ayahku hanya seorang penarik becak dan ibuku penjual gorengan. Mereka sudah mulai tua dan sakit-sakitan ibuku memiliki cita-cita ingin naik haji yang harus segera ku wujudkan. Tak ayal aku bekerja dari pagi hingga pulang larut malam demi bisa menabung untuk memberangkatkan ibu dan bapak naik haji. Aku juga harus membiayai pendidikan adik-adikku. Aku dan Anissa bagaikan antara langit dan bumi aku hanyalah teknisi listrik seorang pemuda miskin sedangkan Anissa anak orang kaya, ayahnya adalah bos perusahaan besi dan baja. Namun cinta tak memandang status meskipun hubungan kami selalu ditentang dan aku sering dihina dan dipandang sebelah mata oleh ayah Anissa namun kami tetap bertahan karena ada rasa nyaman yang kami rasakan di saat kami berdekatan satu sama lain dan rindu di saat kami berjauhan. Hari ini hari anniversary kami ke-4 tahun Anissa mengajakku untuk makan malam di sebuah restoran mahal. Sebuah tempat yang menurutku mewah dan tak bisa jika aku yang membayar untuk makan di tempat mahal karena gaji ku yang rendah. Untungnya setiap kali kami makan Anissa selalu mengerti. Tapi lama kelamaan sebagai seorang lelaki di satu sisi aku malu karena dibayarin makan oleh cewek. Tapi di sisi lain aku terpaksa harus mengelus dada dan terpaksa cuman bisa melihat Anissa terus mengeluarkan uang dari kartu ATM nya untuk membiayaiku karena keadaan ku yang serba tidak cukup. Ada perasaan malu sebagai seorang lelaki harusnya aku yang memenuhi kebutuhan Anissa atau paling tidak aku yang membelikan Anissa sesekali bukan malah sebaliknya. Aku merasa layaknya seorang lelaki murahan sejak mulai mendapat barang-barang mahal dari Anissa bahkan bukan cuman itu Anissa pun membelikan ku sebuah jam tangan mewah senilai 3,500.000U$$ dollar hadiah yang fantastis di hari ulang tahun ku. Anissa juga membeli sebuah rumah untuk pernikahan kami nanti dan sebuah apartemen untukku Anissa bahkan tiap hari meminjamkan mobilnya padaku. Aku sudah bilang sama Anissa :“Nis. Aa mohon sama anissa, jangan terlalu sering ngeluarin duit buat Aa. Aa malu Neng, nanti Aa dikira morotin duit Eneng sama papa dan mama Neng.”
“Ih.. kenapa sih Aa? Udah Aa nggak usah malu, nggak usah tensin. Ini semua Neng lakukan karena Neng sayang dan cinta sama Aa. Apapun akan Neng lakukan.”
“Inikan Neng lakukan demi masa depan kita nanti.”
“Iya Neng, Aa tau. Tapi Aa ini laki-laki Neng. Punya tanggungjawab untuk nafkahin Neng nanti.”
Sambil memegang tanganku dan menaruh di pipinya

“Udah Aa. Aa tenang aja itu tanggungjawab Aa setelah kita nikah nanti. Neng nggak akan larang Aa  untuk penuhi tanggungjawab Aa sebagai seorang suami. Tapi Neng nggak akan maksa kalau Aa nggak bisa atau Aa hanya bisa kasih Neng seadanya. Terserah apa kata orang, toh yang jalanin kita berdua. Asal sama Aa itu udah lebih dari cukup bagi Neng. Soal rezeki kita cari sama-sama.”
“Sekarang neng teh butuh kepastian Aa aja. Kapan atuh Aa lamar Neng??”
Sambil menelan ludah. Sebenarnya aku ingin sekali menikah. Tapi aku belum bisa sebelum memberangkatkan umroh kedua orangtuaku.
“Iya. Sabar neng. Aa tanya ambu dulu ya?”
“Iya Neng juga nggak paksa Aa untuk jawab sekarang. Tapi Neng cuman pengen lihat keseriusan Aa berjuang untuk Neng.”
“Iya Neng, Aa sayang banget sama Neng tapi neng mesti mengerti sebagai anak sulung dan laki-laki Aa punya tanggungjawab bahagiakan orangtua. Sekarang ambu sama bapak sudah tua sudah mulai sakit-sakitan Aa hanya pengen mewujudkan cita-cita mereka naik haji. Aa juga ingin terus berbakti sama mereka. Aa pengen membahagiakan mereka dengan beli rumah yang layak untuk mereka.”
“Kalau gitu biar Neng aja yang belikan rumah buat mereka. Ya. Boleh kan Aa. Aa nggak marahkan.”
“Jangan Neng ini tanggungjawab Aa.”

“Aa tersinggung ya?”
“Nggak Neng, Aa nggak tersinggung sama sekali, nggak. Aa cuman nggak mau ada penilaian dan konotasi negatif dari orangtua kamu ke Aa. Kalau selama ini Aa hanya manfaatin kamu doang.”

Malam hari aku pulang dengan muka kusut. Raut wajah murung membuat ibu bertanya kepadaku.
“Nak, kenapa muka kamu kusut seperti itu. Kamu punya masalah ya?”
“Nggak kok bu, nggak ada masalah.”
“Nak, kamu jangan bohong. Ibu ini yang melahirkan kamu jadi ibu tau semua sifat kamu. Nak, ibu tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbohong.”


“Udah bu, nggak ada apa-apa kok.”
“Ya udah kalau kamu nggak mau cerita juga nggak apa-apa. Kamu mandi dulu terus makan malam. Ibu udah masakin makanan kesukaan kamu.”
“Makasih ya bu.”
Ibu pun berlalu kembali ke kamarnya. Ada rasa penyesalan. “Ah kenapa aku harus berbohong pada ibu.” Kesal ku dalam hati. Lalu aku memanggil ibu ku kembali ku dudukan di kursi dan memijat kakinya setelah menghela nafas panjang aku mulai cerita pada ibu.
“Bu. Sebenarnya adrian lagi galau bu, Anissa meminta aku untuk segera melamarnya. Tapi aku belum bisa sebelum aku bisa memberangkatkan ibu dan bapak pergi umroh.”
“Udah nggak apa-apa kok, ibu dan bapak memang berpikir dari awal untuk hal seperti ini. Ibu dan bapak ikhlas kok kalau nggak jadi berangkat umroh.”
“Tapi bu..”
Bapak yang sedari tadi menguping pembicaraan kami keluar dan menyela.
“Udah Rian. Kamu dengar kata-kata ibumu kami berdua ikhlas kalau memang harus batal.”
“Nggak, pokoknya ibu dan bapak tetap jadi berangkat. Soal lamaran biar kita bicarakan setelah ibu sama bapak pulang dari tanah suci.”
Malam pun berlalu aku terus memikirkan bagaimana cara agar ibu bapak tetap umroh namun aku juga bigung jika terus di desak oleh Anissa untuk segera melamar. Tabunganku hanya cukup untuk memberangkatkan umroh ibu dan bapak. Alhamdulillah karena di PLN ada program umroh karyawan dan staff serta direksi pimpinan plus keluarga. Memang di setiap perusahaan BUMN selalu ada kegiatan akhir tahun biasanya paket jalan-jalan dan umroh bagi karyawan dan direksi yang beragama Islam, paket jalan-jalan dan wisata rohani ke Israel dan Vatikan bagi karyawan dan direksi yang beragama Nasrani serta paket liburan bersama seluruh karyawan, staff dan direksi PLN ke bali, lombok dan eropa. Tahun ini aku mendapat giliran tiket memberangkatkan umroh diriku plus 2 anggota keluarga karena bapak dan ibu masih hidup sudah waktunya untuk aku mewujudkan impian mereka pergi umroh bulan September ini.
Keesokan paginya jam 06.00 aku sudah harus berangkat kerja lebih cepat agar tidak terjebak macet. Sebelum ke kantor aku harus menjemputnya di rumahnya dan mengantarnya ke rumah sakit tempat ia bekerja. Maklumlah aku harus jadi sopirnya dan sebagai gantinya mobil pribadinya aku pakai ke mana-mana.
“Selamat pagi apa benar ini dengan saudara Adrian?”
“Iya pak benar dengan saya sendiri, ada apa ya pak?”

“Apa benar Anda keluarga Dennis Saputra?”
“Iya pak, ada apa ya pak?”
“Keluarga Anda mengalami tabrakan dan sekarang sedang di rumah sakit. Menurut para saksi anak Anda menabrak seorang pengendara motornya hingga tewas. Anda diharapkan segera datang ke kantor kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut.”
“Sekarang adik saya ada di mana?”
“Sekarang adik Anda dalam keadaan tidak sadarkan diri dan dilarikan ke R.S Medika”
“Terimakasih.  Saya akan segera ke sana?”

“Ada apa sayang.”
“Aduh.. sepertinya kita harus buru-buru ke rumah sakit tempat kamu deh sayang.”
“Loh emangnya ada apa. Bukannya kita mau sarapan  dulu kan  kamu belum makan?”
“Adik aku si Dennis kecelakaan.. sekarang dia ada di rumah sakit Medika.”
“Astaga.. duh.. kamu yang sabar ya sayang. Sebentar aku telepon frans dulu kumpulin dokter dan perawat terbaik. Kamu nggak usah khawati Inshaallah dennis baik-baik aja.”

“Assalamu alaikum ambu, abah bagaimana keadaan Dennis.”
“Adrian... adik kamu.” Suara tangis ibu aku pun langsung memeluk ibuku.
“Gimana dok, keadaan adik saya?”
“Adik Anda baik-baik saja hanya kepalanya agak retak untungnya tidak sampai mencedarai otaknya. Perlu tindakan operasi untuk memulihkan kesadaran pasien. Sebaiknya Anda  segera konfirmasi pembayaran agar tindakan operasi bisa dilakukan secepatnya”
“Makasih dok.”
“Aduh adrian. Bagaimana ini kepala bapak mau pecah lihat kelakuan nakal adik kamu tuh. Sekarang adik kamu kritis dan keluarga korban meninggal yang ditabraknya minta tanggungjawab Rp. 10 Juta kalau nggak perkara tetap di proses dan si Dennis bakal masuk penjara. Gimana nih Adrian!!”
“Bapak yang sabar ya pak, bu.”
“Gimana mau sabar Adrian!! Gimana mau sabar. Makan aja kita pas-pasan apalagi ganti rugi 10 juta dan bayar rumah sakit ini???”
“Soal itu nanti Adrian yang ganti. Pakai gaji adrian”
Selama seminggu aku pulang balik rumah sakit dan kantor kepolisian mengurus Dennis.
“Bagaimana sus. Total biaya rumah sakit semua berapa?”
“Untuk biaya operasi bedah Rp. 25.000.000,- untuk menginap di kamar VIP selama seminggu Rp. 85.000.000,- total Rp. 110.000.000,- ya pak. Untuk pengguna BPJS gratis ya pak hanya iuran 50% ya pak. Untuk pembayaran bisa di langsung atau via ATM”
“Makasih sus. Ya Allah ke mana aku harus pinjam uang sebanyak itu?”
Karena sudah masuk waktu dzuhur aku ke mesjid untuk sholat. Selesai sholat aku langsung ke kepolisian dan kejaksaan untuk mengatur damai dengan keluarga korban dan memberikan uang sebesar 10 juta untuk ganti rugi. Setelah selesai aku langsung mencari pinjaman dana dan menjual motor yang aku punya dan kembali ke rumah sakit.
“Jadi gimana sus. Uangnya sudah ada saya mau bayar biaya rawat adik saya.” Sambil menyerahkan amplop berwarna coklat yang sangat tebal berisi uang aku memegang kepala dan mengernyitkan alis. “Ya Allah terpaksa uang untuk umroh bapak sama ibu aku pakai.”
“Tunggu sebentar ya mas. Saya cek dulu.”
“Maaf mas, sistem kami sepertinya sudah mengkonfirmasikan kalau mas sudah melakukan pelunasan sebesar Rp. 110.500.000.- dengan kode registrasi PK 009.0737.101 pada tanggal 21 Agustus 2019. Pukul 10.00 WIB atas nama N.Y Anissa Lestari dan T.N Adrian Wijaya.”
“Udah lunas ya mbak. ”
“Astaga Anissa.” gumam ku dalam hati
“Makasih mbak”
“Terimakasih karena telah memilih rumah sakit kami sebagai mitra sehat Anda.”

**********************************************************************
“Halo mas. kamu lagi dimana?”
“Aku baru selesaikan administrasi rumah sakit.”
“Oh.. gitu. Tunggu aku di lobi ya mas. kita makan siang bareng ini masih sisa satu pasien lagi. Sebentar ya mas, nggak lama kok”
“Iya. Aku nggak bakal kemana-mana kok sampai pacar kesayangan aku turun.”

“Ihh.. gombal. Love you.”
“Love you to.
“Ummmmch”
Aku hanya tersenyum. Selesai Anissa menutup ponselnya aku menghela napas. Aku harus jujur sama Nisa. Kami pun pergi makan siang. Butuh waktu setengah jam untuk sampai ke tempat makan favorit Nissa. Nissa penggemar masakan korea dan jepang sampai di resto aku biarkan Nissa mencari tempat duduk  setelah duduk nyaman kami pun mulai ngobrol.
“Eh kamu tau nggak sayang ini tempat makan favorit aku dari aku kuliah dulu.”
“Kamu mau pesan apa?”
“Terserah kamu deh.
“Mas pesan kimchi spesial ekstra pedas, bibimbap, bulgogi dua porsi sama minuman.”
“Sayang”
“Eh.. sayang tau nggak aku sudah siapin sovenir pernikahan kita lucu kan.” Sambil menunjukkan sebuah bingkisan parsel dengan aksesoris bernilai jutaan dollar dan patung pengantin bernamakan Adrian dan Anissa. Karena Anissa terlalu cerewet aku hampir lupa dengan apa yang aku ingin sampaikan.
“Sayang... bisa tenang sebentar nggak. Aku pengen ngomong.”
“Ya udah ngomong aja honey bee ku”
“Nis... kamu kan yang bayar semua biaya rumah sakitnya Dennis. Aku kan udah bilang aku cuman jaga supaya orangtua kamu nggak mikir yang macem-macem ke aku. Nanti mereka kira aku manfaatin kamu.”
“Kenapa sih!! Selalu gini biar bagaimana pun sebentar lagi adik-adik kamu jadi adik-adik aku juga. Orangtua kamu jadi orang tua aku juga. Sebentar lagi kita jadi keluarga besar. Kenapa kamu marah ya.”
“Jelas salah!”
“Ya udah aku mau pulang aja.”
“Nis.. Nis... udah dong jangan ngambek. Oke maafin aku oke,”
Selesai makan aku langsung mengantar anissa kembali ke rumah sakit. Seminggu kemudian setelah Dennis sembuh. Ibu dan bapak berangkat umroh. Sore ini aku juga harus ke eropa mendampingi bosku untuk berkunjung ke Pembangkit listrik tenaga udara di Belanda dan Skotlandia ini kunjungan pertamaku ke luar negeri setelah naik jabatan jadi staff manajer.

“Kamu hati-hati ya sayang.”
“Iya. Roni kamu jangan nakal, sekolah yang benar, kerjain P.R, sholat, ngaji. Nurut sama kak Nisa”
“Iya bang.”
“Nis... titip adik-adikku ya. Seminggu lagi aku balik.”
“Dah sayang.”
“Dadah”
Taksi pun melaju menuju ke airport aku melambaikan tangan ke mereka lewat jendela.
BERSAMBUNG.....













Jumat, 15 November 2019

JALAN HIJRAH





BAB 1
PEMBUKA


PENULIS :


 SIDIQ AKBAR NUGRAHA



Rasanya sudah lama sekali ku lupa kapan terakhir kali ku bertemu dengan-Nya. Terakhir kali kapan ku menemui-Nya. Semakin jauh ku berlari meninggalkan-Nya semakin sepi hidupku tanpa-Nya hidupku hampa aku kehilangan arah dan tujuan. Ternyata aku tetap tak bisa hidup sendiri tanpa-Nya. Ketika dulu ku meninggalkan-Nya aku juga harus kehilangan segalanya yang pernah ku miliki kehidupan ku yang jauh lebih baik seketika hilang bukan hanya kehidupan ku yang damai dan indah tapi juga dia. Dia sosok yang pernah menjadikanku lebih baik dan menjadikan ku semak bein dekat dengan-Nya. Sempat ku sesali semua yang terjadi padaku semua kehidupan baik yang ku miliki ku tinggalkan dan ku campakkan hanya untuk mengejar kesenangan dunia yang fana. Rasanya ingin kembali tapi aku malu sungguh betapa merasa hinanya diriku bahkan seluruh langit dan alam semesta ini hanya penuh dengan dosa-dosaku. Aku kehilangan segala yang dulu aku miliki rasanya aku memang tak pantas untuk dimaafkan tapi aku tak bisa menahan kerinduan  ku yang ingin kembali pada kehidupan yang dahulu ku campakkan. Iya... mungkin memang ini takdirku inilah harga yang harus ku terima dan telah lama kumaafkan dan ku siapkan diriku untuk menerima konsekuensinya seluruh pintu maaf dari orang-orang yang pernah tersakiti sepertinya telah tiada. Keluarga, kerabat, teman, rekan kerja, tetangga, orang-orang di sekitar lingkungan tempat aku berasal. Bahkan Dia semuanya pergi dan menjauh dariku tak ada yang menginginkan ku lagi bahkan makhluk di jalanan dan di udara pun menjauh dariku. Namun aku percaya bahwa ada Dia yang tak pernah meninggalkanku Dia selalu membuka pintu-pintu maaf, taubat dan ampunan bagi hamba-hambaNya yang ingin bertaubat dan dia tidak peduli walaupun dosa yang kau miliki memenuhi langit dan alam semesta. Dahulu hidup ini aku habiskan dengan sia-sia tak tau arah dan tujuan. Aku terlalu terlena akan dunia yang fana menghabiskan waktu dengan mabuk, berjudi dan tergila-gila akan wanita, harta dan tahta tak ada satupun dosa yang luput dan tak ku lakukan sampai aku jenuh dengan dosa-dosa dan kelakuan ku sendiri. Namun semakin suara hatiku memanggil ku untuk kembali pulang. Godaan selalu datang. Sampai akhirnya pada suatu titik dimana aku lemah tak berdaya tak ada satupun manusia yang datang menolong ketika aku lemah tak berdaya hancur. Sehancur-hancurnya hanya DIA-lah tempatku kembali hanya kepada-Nya lah tempat ku kembali pulang kembali ke jalan yang lurus hanya dia yang menerima ku kembali. Hanya Dia yang selalu menunggu ku untuk kembali pulang walau ku tau aku tak pantas untuk berharap bisa mendapatkan surga. Sekarang setelah aku kembali aku menemukan kembali kebahagiaan yang selama ini telah lama hilang. Namun hijrah ku ini belum lengkap hati ku masih saja merasa ada yang hilang masih merasa sedih karena hijrah ku ini belum lengkap tanpa dia disisiku. Andai saja waktu dapat berputar kembali ingin ku berlari dari takdir hidupku yang kelam tak akan ku biarkan diriku masuk ke dalam tipuan setan. Namun aku tak bisa memilih aku harus terjatuh pada kesalahan yang mungkin akan kusesali seumur hidup. Jika manusia tidak pernah jatuh ke dalam kesalahan kapan manusia akan bangkit. Masalah adalah bentuk kasih sayang Allah jika hidup mulus-mulus saja maka berhati-hatilah sebab bisa jadi Allah telah melupakanmu. Dahulu... aku terlalu terlena akan dunia yang fana merasa diri ini hebat merasa aku akan kekal merasa kejayaan yang aku miliki akan abadi. Namun aku telah menipu diri sendiri karena semuanya fana... semuanya bohong... semuanya binasa. Pengalaman ku yang pernah terjatuh pada kesalahan memberiku banyak pelajaran tentang hidup. Aku pernah berada di puncak bersama mereka aku pernah terjatuh dan tenggelam karena mereka. Namun di saat aku terjatu mereka hilang. Ku tinggalkan keluarga, teman yang baik, pacar yang sholehah dan lingkungan yang baik. Dan ku terjebak di dalam pertemanan yang sangat buruk dan palsu, sangat busuk dan munafik lebih busuk dari bangkai, terjebak pada barang haram dan lingkungan dunia malam. Aku akrab dengan tempat pelacuran menjajakan wanita malam dan menjadi bandar mafia besar adalah pekerjaan ku setelah resent dari pekerjaan ku yang lama sebagai manajer top marketing di salah satu perusahaan.ternama di Indonesia. Sebagai seorang manajer di perusahaan finansial ternama aku hidup dengan cukup mewah dan glamor kehidupan ku memang sudah mewah dari kecil. Ayahku adalah seorang kepala rumah sakit, pemilik rumah sakit Internasional di Jakarta dan Singapura, dekan di fakultas kedokteran di universitas negeri ternama di Indonesia dan sekarang beliau adalah seorang (direktur jenderal) dirjen di Kementerian kesehatan Republik Indonesia ibu ku adalah seorang dokter kecantikan yang menangani banyak para artis Indonesia sebut saja IK, TB, ID dll menjadi pasien tetap ibuku. Kakek ku adalah mantan direktur bank dunia dan aku sendiri meskipun lahir dari keluarga dokter mulai dari paman, tante, sepupu, orangtuaku hingga saudara-saudaraku semuanya dokter namun hanya akulah satu-satunya orang di keluarga Sastroaminatanegoro yang bekerja di perusahaan meskipun pekerjaanku tidak jauh-jauh dari bisnis dan finansial seperti kakek. Namaku Denny Airlangga Sastroaminatanegoro atau biasa dipanggi Denny. Adikku Natsyha Prawira Cakra Sastroaminatanegero dan Salsabila Putri Ananda Sastroaminatanegero serta Julian Pasha Syahreza Ramadhani. Nama Ibuku Almira Margaretha Hasibuan kakek ku adalah Johan Hasibuan Simanjuntak adalah seorang mantan Jenderal dan mantan bupati di simalunggun. Kedua adikku adalah lulusan UI dan Kanada National University dan sekarang mereka sudah jadi dokter di R.S Medika Natshya adalah dokter anak sedangkan Salsa dokter THT. Sedangkan aku lulusan UI dan Prince-Sorbon II Paris, Prancis dan sekolah kedokteran khusus spesialis kejiwaan dan human devolpment di \King Goerge, London U.K. Namun aku lebih tertarik pada finansial jadi aku putuskan untuk mengambil satu tahun di fakultas ekonomi dan manajemen di universitas yang sama di London. Pergaulaun yang bebas dan glamor membuat ku harus lebih berhati-hati. Setelah lulus dengan selamat dengan nilai hampir cumlaude di 2 fakultas di King Goerge University dalam waktu bersamaan aku memutuskan untuk menetap 1 tahun di London keliling-keliling membawa surat lamaran kerja dengan bermodal ijazah yang kudapatkan dari King Goerge University ke berbagai rumah sakit dan bank swasta dan nasional di eropa namun tidak ada satupun yang menerima lamaranku. Aku sempat berputus asa lalu dengan modal 16.000 euro simpanan ku di bank dan sertifikat apartemen aku berani memutuskan untuk meminjam dana di sebuah bank swasta. Alhamdulliah aku mendapatkan pinjaman 14 euro lalu uang sebanyak 30.000 euro itu ku pakai untuk membuka gerai street food di lingkungan apartemenku di 41th Avenue Street. Di London sejak kuliah sampai berbisnis kehidupan ku tidak selalu lepas dari sholat dan taddarus membaca dan mengkaji serta mengamalkan isi Al-Quran aku selalu berpegang pada ajaran orangtuaku “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)
Aku juga selalu mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam berdagang. Sesuai dengan hadist nabi :

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”. (Muttafaqun ‘alaih)[2]


Aku pula selalu beribadah sholat malam yang memperlancar urusan dan rezeki ku. Sesuai sabda Rasulullah SAW :
“Dan di sepertiga malam dirikanlah sholat malam. Semoga Allah mengangkat derajat kalian semua.”
Sejak kecil aku sudah tumbuh dengan nilai-nilai agama. Keluarga besarku semuanya Islam fanatik buyutku adalah pendiri pondok pesantren pertama di Sumatera Utara dan penyebar agama Islam pertama di Sumatera utara. Semasa kecil (SD) hingga menjelang masuk Perguruan Tinggi aku belajar memperdalam ilmu agama, tafsir dan kitab kuning di pesantren. Sejak kecil aku telah dijodohkan dengan seorang wanita cantik dan sholehah cucu K.H Ahmad Bisri bernama Hanan As-Syifa oleh kakekku (bapaknya ayah). Aku dan Hanan sudah kenal sewaktu masih bayi. Sewaktu SMP aku dan keluarga ku pindah dari semarang ke jakarta 6 tahun setelahnya Hanaf dan keluarganya pindah ke jakarta setelah Hanaf mulai kuliah. Selama di Jakarta kami sama-sama kuliah di fakultas kedokteran UI bedanya aku psikologi kalau Hanaf kedokteran gigi. Setelah selesai aku melanjutkan studi ke Swiss sementara Hanaf baru mau naik semester akhir. Sebenarnya orangtua kami sudah setuju akan menikahkan kami setelah aku selesai S1. Namun aku dan hanaf sama-sama sudah setuju bahwa kami ingin fokus ke pendidikan dan karir dulu menunggu sekitar 3 tahun lagi. Hanaf berencana menyusulku ke London setelah selesai. Kehidupan ku mulai hancur dan berantakan setelah pulang di Indonesia dan bekerja sebagai karyawan di Hotel ternama di Indonesia. Hotel milik seorang teman sewaktu SMA bernama Tyas. Waktu SMA aku sempat mengidolakan Tyas dan kami juga pernah berpacaran selama setahun. Tyas masih sering mengungkapakan perasaannya padaku namun aku selalu enggan untuk menanggapinya. Karena ku tahu ia masih ada perasaan padaku sehingga awal bekerja aku sering merasa aneh dan curiga kepada Tyas karena setiap bulan aku sering mendapatkan promosi jabatan bahkan atiba langsung jadi manajer marketing. Karena terlalu sering naik jabatan tiap bulan pegawai lain selalu menatapku sinis hingga aku mengajukan keluhan ke Tyas dan memutuskan resent dari hotel. Setelah itu aku kemudian bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta selama 6 tahun namun pada tahun 2016 rumah sakit itu mengalami masalah keuangan dan defisit akibatnya semua karyawan terkena PHK rumah sakit juga tidak mampu membayar uang pesangon sebesar Rp. 2.000.000,00 dan sisa gaji dokter sebesar Rp. 15.000.000,00 akupun keluar tanpa mendapatkan sisa gaji ku Rp. 1.700.000,00. Keluar dari rumah sakit A aku bekerja di sebuah perusahaan asuransi nasional di situ aku sangat menikmati pekerjaan ku. Berkat kerja keras dan usaha aku menuai berbagai prestasi di kantor. Alhamdulillah berkat prestasi aku selalu mendapatkan promosi dan kenaikan jabatan tiap bulannya serta kenaikan gaji yang tinggi. Alhamdulilllah seiring dengan berjalannya waktu jabatan dan gajiku terus mengalami kenaikan dan akhirnya aku bisa mandiri sendiri punya rumah sendiri. Koleksi mobil ku bertambah. Memang sejak kecil hingga SMA otomotif dan sepakbola menjadi hobiku aku tidak pernah ketinggalan tentang update dunia otomotif bahkan sewaktu SD setiap bulannya aku selalu menyisihkan tabungan yang aku miliki untuk membeli majalah impor yang memuat update terbaru dan detail  tentang otomotif yang pasti belum ada di Indonesia. Mobil pertama yang aku miliki saat SMA adalah Camero SV5 black yang ada di fast farious lalu karena keluarga ku sempat terkena masalah keuangan aku menjual mobilku untuk tambahan uang saku di luar negeri dengan harga U$$ 75 ribu dollar amerika dan menggantinya dengan BMW classic tahun 80’ agar lebih enak dipakai aku memodifikasinya mesinnya aku ganti dan perbarui agar tidak boros bensin total sisa uang ku gunakan dari membeli sampai memperbaiki mobil baru adalah U$$ 23 ribu dollar. Menjelang selesai S2 di Inggris aku membuka perusahaan bengkel koleksi mobil-mobil mewah dari yang classic sampai modern terupdate di tahun 2012 yang totalnya dulu 1.500 koleksi di awal-awal aku mendapat sumbangan mobil dari om Jon  dan kolega-kolega bisnis papa yang pecinta mobil mewah klasik lalu seiring berjalannya waktu usaha ku sempat macet aku tergiur oleh investasi bodong berkedok perusahaan mobil dan harta serta usahaku terancam diputihkan oleh bank karena masalah utang ku yang mencapai triliunan rupiah di bank di tahun 2015. Kemudian untuk mengembalikan aset ku aku membuka usaha sampingan mulai dari mall online, hotel, restoran, dan properti. Semua bisnis ku dari pinjaman dana dari orangtua dan teman jadi aku harus membagi saham dan keuntungan kepada para donatur. Di tahun 2017 usaha mobil mewah ku bangkit dan berjaya kembali. Pelan-pelan aku mulai mendapatkan tawaran kontrak kejasama dan endors dari perusahaan-perusahaan otomotif ternama di Indonesia bahkan perusahaan sebesar ferarri mulai tertarik bekerjasama. Aku mendapatkan sponsor dan endors dari perusahaan/BUMN seperti Toyota dan/serta Cheverolet dan Pertamina dan mendapatkan tambahan koleksi mobil dari mitra bisnis ku hingga kini ada 5.600 mobil yang terpajang di galeri penjualan perusahaan. Saat kesuksesan dan ketenaran ku raih saat aku berada di atas awan dan terbuai akan kemegahan dan gemerlap dunia. Saat itu aku masuk dan tergelincir ke dunia gelap ku dan melupakan Allah. Melupakan bahwa semua yang ku miliki adalah milik-Nya aku terlalu jauh tenggelam, terlupakan akan nikmat dan karunia-Nya sehingga aku kufur dan mengingkari nikmat anugerah yang Allah berikan kepadaku. Aku hidup penuh bergelimang harta, mewah dan glamor dunia ku berada dalam kegelapan. Semua yang ada di sekitar ku. Kehidupan malam, narkoba, mabuk, seks bebas, gonta-ganti mobil mewah, liburan exlusive di pulau pribadi di maldive atau vila super mewah di bali, punya rumah 2x Istana Merdeka, kapal pesiar mewah, jet pribadi, gaji tinggi, koleksi mobil mewah bertambah tiap saat. Dalam sebulan hampir tiap minggu aku keliling dunia untuk bisnis. Hari ke hari usaha ku semakin berkembang entah mengapa sifat ku mulai berubah aku yang dahulu menjadi anak paling penurut, berbakti kepada orangtua dan penyanyang, baik hati. Berubah menjadi anak durhaka yang suka melawan dan berkata kasar, emosional, bajingan, pemabuk, pecandu, sombong. Kehidupan ku berubah 180o sejak aku bertemu kembali Tyas dan teman-teman geng ku waktu di SMA dulu. Memang sewaktu SMA aku juga nakal biasalah kenakalan remaja tapi kenakalan ku di masa SMA masih terkendali dan tidak se brutal seperti sekarang. Suatu saat ibu ku menyuruhku berhenti dan mencari pekerjaan baru di seb    uah rumah sakit kanker yang baru 2 bulan di dirikan oleh ayahku bersama para kolega bisnisnya dan fokus di sana dan lanjut mengambil S3 di sekolah kedokteran sementara bisnis mobil mewah ku akan dijual. Aku menolak dan melawan aku lebih memilih pergi dari rumah dan memutuskan hubungan keluarga. Terjadi pertengkaran hebat di antara (aku dan orang tua) kami aku pun diusir dari rumah. Namun dengan sombongnya aku merasa bersyukur bisa pergi dari rumah yang sudah ku anggap seperti neraka dengan semua aturan dan kewajiban harus mematuhi perintah orangtua. 2 tahun  kemudian aku mendengar kabar dari seorang mantan pembantu ku (Mbok Yem) bahwa ayah ku bangkrut dia tertipu oleh rekan bisnisnya seluruh hartanya habis untuk investasi hotel dan kawasan perumahan elit di Yogjakarta ditambah ibuku selingkuh dengan seorang pebisnis asal rusia. Ayah pun jatuh sakit lalu meninggal aku sungguh menyesal dan menangis sekuat-kuatnya meneriakkan rasa penyesalan ku yang tak ada di samping ayah di saat ia membutuhkan ku di tengah tangisan ku aku mendapat telepon terdengar dari telepon suara orang berhamburan keluar yang ternyata adalah pegawai restoran ku dan pelanggan yang sedang makan ternyata restoran ku mengalami kebakaran akibat arus pendek listrik tidak ada yang tersisa semuanya rata dengan tanah. Kemudian tersadar akan nasib adik-adik ku aku  membeli tiket dari bali ke jakarta dan pulang hari itu juga di rumah aku mmelihat sebuah rumah dengan bendera kuning dan kerumunan pelayat. Ketika aku masuk yang ku lihat ketiga adikku yang sedang menangis kemudian aku bersimpiuh di depan jasad sosok yang dahulu sangat menyayangi dan mencintai ku dari aku lahir hingga selamanya. Aku bersimpuh di depan jasad ayah dan mencium kening serta kakinya memohon ampun. Belum selesai aku dan adik-adik berduka para investor bisnis ayahku mulai berdatangan bukan untuk melayat dan mengucapkan belasungkawa mereka. Namun meminta Refund (pengembalian uang) utang-utang usaha ayah ku dan meminta jatah lelang saham mereka kemudian setelah menjelaskan panjang lebar kepada mereka. Mereka pun mau memberi waktu sampai pemakaman dan masa duka kami selesai. Sekitar 1 jam kemudian di saat orang masih berkumpul dua orang berpakaian rapi kelihatan seperti orang yang bukan mau melayat datang. Sambil memberikan sebuah dokumen berwarna kuning orang-orang itu menangih utang-utang ayah ku sebesar Rp 226.900.000.000,00 di bank. Aku langsung shock mendengar utang triliunan yang sangat besar milik ayah dan ternyata utang itu untuk menutupi kerugian bisnis propertinya yang terancam bangkrut. Aku terdiam sejenak aku saja yang mendengarnya rasanya kepala ku sudah sakit mau pecah apalagi ayah. Pantas saja aku mendengar semasa hidup ayah cepat emosi dan tidak terkontrol kadang sewaktu kecil aku dan saudara-saudara ku sering jadi sasaran pukul entah berapa banyak biru-biru warna dan luka bekas pukulan ayah di badan kami. Telepon terus saja berdering dari penagih utang. Otak ku jadi buntu tak tau harus berpikir apa lagi ku telepon pengacara ayah. Namun tidak ada satupun aset ayah yang dapat disimpan karena banyaknya utang ayah. Perusahaan ayah sebentar lagi akan dijual dan seluruh karyawannya sudah kena PHK tidak ada dewan direksi atau para investor yang tertarik perusahaan pun gagal kami terancam menjadi gelandangan. Di saat-saat kacau seperti itu aku menelepon Tyas hanya dia satu-satunya orang yang bisa menenangkan ku melupakan mimpi buruk ku untuk sesaat. Kami bertemu di sebuah kamar hotel bersama Tyas dan teman-teman modelnya kami berpesta sabu sampai jam 4 subuh. Alangkah celakanya aku kamar itu digrebek polisi jam 5 pagi disaat aku sedang teler dan posisi telanjang bulat sedang tidur aku diciduk. Di kantor polisi kami di integrosi sampai 9 jam lamanya Tyas bersama dua temannya diizinkan pulang untuk rehabilitasi. Sedangkan aku dan 11 orang teman Tyas lainnya ditahan sementara ketiga adikku aku titipkan kepada Natashya untuk menjaga adik-adik dan om & tante ku. Setelah 1 tahun berlalu aku akhirnya keluar dari lembaga pemasyarakatan aku sangat bersyukur dan gembira bisa bertemu kembali keluarga ku. Aku pun tidak sabar untuk melihat adik-adikku dan Tyas yang datang menjemput di lembaga pemasyarakatan. Langkah kaki pun ku percepat setiap langkah kaki aku merasa hati ini sudah lega kembali bebas nafas ini sudah bebas menghirup udara bebas kaki terasa ringan semakin dekat ku lihat ada cahaya putih yang sinarnya sangat terang semakin ku hampir sampai ke tujuan semakin tampak jelas ku lihat adik-adik ku yang berlari memelukku aku pun menyambut mereka dengan pelukan rindu yang selama ini ku tahan. Terdengar suara tangis yang pecah dari adik-adikku hatiku jadi tersentuh tanpa ku sadari tetes air mata ku ikut jatuh bibirku se ketika tidak henti-hentinya berdzikir memuji kebesaran-Nya mengucapkan rasa syukur yang tak terhingga. Di antara keluarga ku aku mencari-cari Tyas. Namun tak terlihat aku pun bertanya kepada Putri apa ia sudah memberitahukan Tyas bahwa aku pulang hari ini. Putri menjawab bahwa dia sudah memberitahukan Tyas bahkan Tyas membantu adik-adikku mempersiapkan acara penyambutan atas kepulangan ku dari lembaga pemasyarakatan minggu lalu tapi sejak 5 hari yang lalu Tyas tiba-tiba menghilang aku mencoba untuk berpikir positif mungkin Tyas memang sedang fokus dengan karirnya apalagi Tyas pernah mengungkapkan cita-citanya untuk jadi model yang go internasional sebagai pacar aku sangat mendukung Tyas yang ingin mengembangkan karir dan masa depannya di dunia internasional. Bahkan 1 minggu yang lalu Tyas memberitahu ku akan pergi ke Paris setelah selesainya acara syukuran kepulangan ku selama beberapa bulan. Di dalam mobil Putri dan Natshya bercerita banyak mereka sudah mempersiapkan suprise spesial untukku beberapa menit kemudian mobil belok kiri keluar M.H Tamrin masuk ke jalan tol Cawang lalu belok lagi ke dalam tol dan jalan besar mobil kami pun masuk ke sebuah perumahan elit di kawasan Puri Pantai Indah Kapuk Blok. G No. 6 sesampai di rumah orang-orang sudah ramai sekali ketika membuka pintu dan mengucapkan salam dari jauh aku melihat sosok seorang wanita berpakaian putih lengkap dengan kerudung putih yang menutup kepala hatiku sangat senang karena ku pikir itu Tyas itu suprisenya. Ternyata ia adalah ibuku sosok yang mengusirku dan meninggal ayah di saat  ia berjuang melawan maut. Rasa sakit hati dan benci di hati ku apalagi melihat ia membawa suami bulenya. Aku segera naik menuju kamar ku untuk menghindar darinya. Namun dia mendekat ke kamar ku aku membuka pintu terjadi epercekcokan di antara kami sampai acara selesai dan ia pulang aku tidak berbicara kepadanya. Seminggu kemudian aku pergi ke makam ayah. Sorenya aku berencana pergi ke apartemen Tyas tadinya aku ingin menelepon dan memberi kabar. Tapi kalau aku kasih tau bukan lagi surprise. Pikirku jam 17.30 aku pergi ke apartemen Tyas menjemputnya dan mengajaknya makan malam. Aku pun sudah menyiapkan cincin sudah sejak lama aku berencana ingin melamarnya. Sampai di apartemen Tyas aku membunyikan bel namun tak ada yang menjawab aku meminta kunci kamar ke resepsionis tidak ada orang suasananya gelap akhirnya aku menyalakan lampu dan menunggu. Pukul 02.45 WIB terdengar suara orang membuka pintu segera aku bersembunyi di balik lemari agar tidak ketahuan. aku mematikan handphone agar tidak ketahuan. Alangkah terkejutnya aku ketika tahu apa yang terjadi Tyas yang memiliki badan putih bersih dan mulus wajah orang cina keturunan Indonesia sedang dicumbu oleh pria bule mereka berciuman seperti pasangan suami-istri perlahan baju yang mereka kenakan berjatuhan di lantai terlihat adengan panas selama 2 jam. Setelah selesai akupun keluar dengan perasaan emosi terlihat ekspresi Tyas yang sangat kaget melihatku ingin ku tembakkan pistol yang ku bawa ini ke kepala mereka. Kami pun bertengar hebat sampai aku mengancam bule itu dengan pistol. Pukul 03.30 aku keluar Tyas berusaha mengejarku namun aku memacu mobil dengan kencang. Aku terus menyetir dengan kecepatan penuh berharap mati emosi menguasai pikiranku aku dikuasai setan. Sambil memacu mobil ku dengan kecepatan tinggi tangan kiri ku memegang setir sambil tangan kanan ku memegang senjata api yang sudah menempel dikepalaku. Beberapa saat kemudian mobil ku hentikan di pinggir jalan sambil meminum miras aku mabuk sampai pagi. Keesokan harinya pukul 13.41 aku terbangun di rumah ku. Aku membersihkan diri dan mobil kembali ku pacu tak jelas akan kemana. Di pikiran ku hanya terlintas rasa kecewa tak ku sangka orang yang sangat ku sayang menjadi pengkhianat. Mobil ku tepikan di pinggir jalan berjam-jam aku merenung mencoba mencari ketenangan. Tiba-tiba di tengah kegalauan ku aku mendengar suara Adzan panggilan sholat yang selama ini sudah tak pernah kurasakan. Aku menikmatinya sampai tak kusadari air mata ini jatuh membasahi pipi. Lalu aku mencari sumber suara itu sampai ku temukan sebuah mesjid bernama mesjid Al-Akhirat “Orang yang hidup tapi meninggalkan sholat. Walaupun hidup seribu tahun tidak akan berguna.” “SHOLATLAH SEBELUM DISHOLATKAN, KARENA MATI TIDAK MENUNGGU WAKTU!.”
“Sholatlah sebelum disholatkan, karena mati tidak menunggu waktu.”
Aku melangkahkan kaki menuju mesjid itu ada perasaan tenang dan ringan ketika ku melangkahkan kaki. Tapi rasanya aku belum mau sholat entah mungkin karena malu atau takut akan dosa-dosa ku. Lama ku berdiam duduk memerhatikan orang yang sedang khusyuk sholat entah karena suasana bangunan arsitektur mesjid yang megah dan klasik udaranya yang dingin karena di dalam terdapat banyak pendingin ruangan, suasana di halamannya pun asri dan sejuk, luas banyak orang yang mirip santri berlalu-lalang halamannya sangat luas. Setelah beberapa menit yang lalu tiba-tiba seorang bapak-bapak usia 60-an mirip dengan usia ayahku menghampiri ku tampak dari penampilan beliau adalah seorang imam di mesjid ini. “Assalamualikum warahmutallahi wabarakatuh.” sapanya : “Walaikum salam warrahmatullahi wabarakatuh.” Jawab ku.
“Maaf dari tadi saya perhatikan Adik. Sepertinya Adik bukan berasal dari sini?”
“Maaf sebelumnya saya lancang datang kemari kalau begitu saya pamit” kataku sambil terburu-buru.”
“Tunggu sebentar ! ini adalah rumah Allah siapapun boleh memasukinya” katanya.
“Sepertinya saya lihat adik sedang ada masalah?” lanjutnya
Sambil menarik napas yang panjang aku menjawab “Iya pak kyai, betul yang pak kyai yang katakan. Saya sudah pergi dari rumah karena diusir saya melawan perintah orangtua yang ingin saya berhenti dari bisnis mobil mewah saya dan meminta saya jadi dokter. Jauh-jauh saya sekolah ke luar negeri belajar agama dari kecil tinggal di pesantren jadi cucu dari seorang ulama. Tapi setelah besar saya jadi anak durhaka, mabuk-mabukan, pakai narkoba, hura-hura. Saya sempat meraih kesuksesan dan kemewahan semua yang orang lain impikan saya miliki sampai akhirnya bisnis rumah makan saya mengalami kebakaran. Saya mencoba menenangkan pikiran namun terjebak pada narkoba. Saya dipenjara 1,5 tahun dan ayah saya jatuh sakit dan mati karena bangkrut, terlilit utang triliunan, tertipu bisnis properti dan ibu saya selingkuh dengan pria bule. Parahnya lagi pacar saya selingkuh. Sekarang saya tidak punya apa-apa. Saya mencoba mengakhiri hidup Hanya saya dan adik-adik yang saling menjaga di rumah warisan orangtua kami.” Curhat ku menceritakan seluruh kisah ku pada orang yang baru ku kenal ini.
“Astagfirullah hal adzim. Mohon ampunlah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh bertobat kepada-Nya. “Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyanyang. Takutlah kepada Allah dengan tobat sesungguhnya. Insya Allah, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah-Nya dan membukakan pintu rahmat-Nya seluas-luasnya.”
Dari pertemuan ku dengan bapak itu aku jadi merasakan panggilan yang selama ini ku rindukan. Sebuah suara yang terdengar dari dalam hati untuk kembali pulang. Sudah lama aku terjatuh ke dalam gelapnya kehidupan kini semua ujian dan cobaan hidup yang ku alami mengajarkan banyak pengalaman berharga mengajarkan ku bahwa semua yang ada di dunia dan apa yang kita miliki adalah milik-Nya. Kami pernah diuji dengan ujian kenikmatan duniawi yang luar biasa. Namun kami gagal memanfaatkan apa yang ada kami kufur akan nikmat-Nya. Kini saatnya aku kembali berhijrah menutup buku hitam catatan kehidupan ku yang lalu dan memulai lembaran baru. Setiap hari aku semakin merasakan ketertarikan hatiku selalu saja rindu dan ingin kembali ke mesjid itu. Mei 2018 aku menemukan jalan hijrah ku.  Sekitar 1 bulan aku datang ke mesjid mengikuti semua kegiatan di mesjid itu messkipun hatiku belum tergerak untuk sholat tapi setiap dzuhur aku sempatkan untuk singgah selepas jam istirahat kantor. Mei 2018 aku menemukan jalan hidayah dengan bimbingan Ustadz Kadir Jaelani Al-rumi aku mulai belajar kembali menggaji dan sholat beserta bacaan sholat yang sudah ku lupa. Aku mendapatkan bimbingan dan motivasi hijrah di pondok pesantren Darrussalam, Bogor.  Jawa Barat di pesantren hafidz itu aku belajar kembali dasar-dasar ilmu agama aku lalu berkenalan dengan Ustadz Fikri anak Ustadz Kadir. Usianya 40 th sama sepertiku. Sama-sama berwajah keturunan arab istri pak Kadir umi Fatimah, 72 th adalah keturunan arab. Sedangkan Ust. Kadir memiliki keturunan Pakistan-Melayu-Sunda. Ust. Fikri telah lama menikah dengan seorang wanita asli sunda bernama Teteh Erna, 39 th mereka memiliki anak masing-masimg adalah Fauzan, 16 th, Amman 10 th dan Khadijah, 7 th. Semuanya adalah keluarga penghafal al-quran. Penjelasan pertama yang ku dengar mengenai hijrah adalah surah An-Nissa : 100
(100)
“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. an-Nis?/ 4: 100).
Mendengar ayat ini air mata ku jatuh. Astagfirullah al adzim selama ini telah banyak dosa yang kuperbuat ya Allah aku memohon ampunan dan aku berlindung pada-Mu dari dahsyatnya siksa azab kubur dan api neraka ya Allah. Walaupun diri ini hina ya Allah tapi hanya engkaulah Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyanyag kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain darimu ya Allah. Sesungguhnya rahmat-Mu lebih besar daripada murka-Mu ya Allah. Dan sesungguhya engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.
“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”. (HR.Bukhari : 52)
“Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.” (HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251; Ahmad, 3: 198. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).
"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.” (QS. Maryam: 76)





































BAB 2
TITIK HIJRAH KU

Selama di pesantren aku mendapat lingkungan yang baru berkumpul bersama orang-orang yang soleh-solehah mendapatkan bimbingan dari Ust. Fikri bisa duduk bersama adik-adik ku  di dalam majelis ilmu. Sekitar 2 minggu lalu aku memutuskan untuk menjual rumah orang tuaku dan pindah ke sebuah rumah sederhana dekat dengan pesantren. Aku tidak ingin membebani pesantren dengan ikut tinggal di pondok bersama santri lainnya. Meskipun sekarang pindah ke daerah pedesaan namun aku sangat bahagia dengan kehidupan baruku yang bebas dari hiruk-pikuk kehidupan ibu kota dan pengaruh buruk dari lingkungan pertemanan ku yang lama.  Di pesantren Darussalam aku menemukan kedamaian yang selama ini baru kali ini aku rasakan sedamai ini pelan-pelan aku mulai bisa beradaptasi dan meninggalkan semua kebiasaan buruk ku di masa lalu. Aku yang dulu berbeda dari yang hari ini kalau dulu aku bergelimang kemewahan waktu ku hanya untuk bersenang-senang tanpa ada kontrol semua uang ku ku hamburkan hanya untuk berpesta di kelilingi oleh teman-teman yang penuh dengan kepalsuan dan membawaku ke jalan yang sesat. Saat ini aku bertemu dengan lingkungan baru, keluarga baru dan sahabat-sahabat yang bisa membimbing ku hingga ke akhirat (surga). Meskipun kini harus hidup sederhana namun aku bersyukur Allah masih sayang padaku dan menyelamatkan ku dari panasnya siksa api neraka.  Dengan rahmat-Nya alhamdulillah aku mendapat hidayah untuk kembali ke jalan lurus satu hikmah yang ku dapatkan segala cobaan dan ujian dari Allah adalah bentuk kasih sayang Allah betapa cinta-Nya Allah kepada hamba-hamba-Nya sampai Allah tidak ingin kita masuk ke dalam api neraka. Allah menguji kita lewat ujian nikmat dan Allah menegur kita untuk kembali bertaubat lewat kehilangan. Di Pesantren Darussalam dari hari ke hari ilmu agama ku semakin ku perdalam dan ku mantapkan langkah hijrah ku ini semata karena mengharap rahmat dan ridho dari Allah SWT. Aku terus berdoa agar niat hijrah ku ini bukan karena makhluk apalagi karena suatu maksud dan tujuan tertentu melainkan murni sebagai bentuk ketaatanku dan karena rasa cinta dan rindu ku kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Bulan Mei 2019 adalah puasa pertama yang ku jalani di pesantren. Dulu hampir setiap bulan puasa hampir jarang bahkan nyaris tidak pernah berpuasa. Aku betul-betul tersesat dalam kesesatan yang nyata diriku betul-betul dikuasai setan. Aku terlalu lama tenggelam dalam dosa gelap dan dibutakan oleh kemegahan duniawi yang fatamorgana melupakan bahwa semua yang ku miliki adalah titipan sementara yang tidak pantas untuk dibanggakan. Bahkan ekor sebelah kanan seekor nyamuk akan lebih baik timbangannya daripada dunia dan seisinya. Dari H.R Tirmidzi Rasulullah SAW bersabda :
وْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)
MELEBIHI BATAS
Asy Syaikh Abdurrozaq Al Badr hafizhahullah
Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ala Rosulillah, wa ba'du;
Suatu perangai yang tercela, perbuatan yang tidak disukai oleh Allah Ta'ala dan dibenci dalam syariat bahkan akan mendatangkan keburukan dan hukuman baik didunia dan diakhirat adalah isyrof atau melebihi dan melampaui batas.
Didalam syariat dijumpai lebih dari dua puluh dalil tentang larangan dan celaan dari perbuatan melampaui batas dan para pelaku nya.
Allah Ta'ala berfirman, " Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan ". ( QS Al A'raaf 31 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka ". ( QS Ghafir 43 ).
Allah Ta'ala kabarkan bahwa melampaui batas merupakan sebab kebinasaan dan kehancuran dan akan mendatangkan bencana dan adzab serta siksa didunia dan diakhirat.
Allah Ta'ala berfirman, " Dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas ". ( QS Al Anbiya' 9 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya ". ( QS Al Isrā 16 ).
Perbuatan melampaui batas merupakan bujukan nafsu dan godaan dari setan sehingga para manusia melihat perbuatan tersebut seakan - akan adalah baik.
Allah Ta'ala berfirman, " Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan ". ( QS Yunus 12 ).
Perbuatan melampaui batas merupakan sebab tercegahnya hidayah dan taufiq yang datang dari Allah Ta'ala bagi seseorang hamba.
Allah Ta'ala berfirman, " Sesungguhnya Allah tidak menunjuki ( memberi hidayah ) kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta ". ( QS Ghafir 28 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu ". ( QS Ghafir 34 ).
Isyrof atau melebihi dan melampaui batas adalah sesuatu perbuatan yang keluar dari jalan keadilan dan kebenaran serta ukuran dan takaran yang semestinya, dan tidak hanya terbatas dalam urusan nafkah, makan, minum, sebagaimana yang disangkakan kebanyakan manusia.
Iyas ibnu Muawiyah rahimahullah berkata, " Segala yang keluar dari ketaatan kepada Allah Ta'ala adalah isyrof atau melampaui batas ".
Perbuatan melampaui batas yang paling berbahaya adalah berbuat kufur kepada Allah Ta'ala, menyekutukan serta menjadikan tandingan kepada Allah Ta'ala serta mendustakan para Rasul dan Nabi - nabi Nya.
Allah Ta'ala berfirman, " Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal ". ( QS Taha 127 ).
Di antara perbuatan isyrof adalah melampaui batas dalam membunuh seseorang, yaitu menghilangkan nyawa seseorang yang tidak pantas untuk dibunuh.
Allah Ta'ala berfirman, " Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan ". ( QS Al Isrā 33 ). 
Di antara perbuatan isyrof yang melampaui batas adalah melakukan perbuatan keji dan melakukan perbuatan yang hina sebagai mana Nabi Luth alaihi salam memberikan peringatan kepada kaumnya. 
Allah Ta'ala berfirman, " Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?". Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan sesungguhnya kalian ini adalah kaum yang melampaui batas ". ( QS Al A'raaf 80-81 ).
Allah Ta'ala berfirman, " Ibrahim bertanya: "Apakah urusanmu hai para utusan?".  Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth). agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah. yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas". ( QS Adh-Dhariyat 31-34 ).
Secara umum melakukan dosa dan menerjang larangan adalah perbuatan isyrof yang melampaui batas dan pelakunya terancam hukuman dan siksa.
Adapun berlebih-lebihan dalam makanan, minuman dan pakaian maka ini juga tergolong dari perbuatan isyrof sebagaimana semua telah memahaminya.
Allah Ta'ala berfirman, " Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan ". ( QS Al A'raaf 31 ).
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah dengan sanad yang sohih  dari hadist Abdullah bin Amru ibnu Al-Asyh radhiyallahu anhuma, bahwa Rosulillah Sallallahu alaihi wa sallam bersabda, " Makan, minum, bersedekah, berpakaian lah yang tidak berlebih-lebihan dan melampaui batas ".
Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhary  dari riwayat Abdullah bin Amru ibnu Ash , " Makanlah sesukamu, berpakaianlah sesuai kehendak mu selagi tidak menerjang dua perkara yaitu dengan tanpa berlebihan dan melampaui batas ".
Berbuat isyrof dalam harta, makan, minum, pakaian, mencakup perbuatan melampaui batas dalam cara meraih dan mendapatkannya atau cara penggunaannya, dikarenakan segala yang keluar dari jalur ketaatan dari batasan syar'i maka pelakunya akan mendapatkan ancaman dan hukuman.
Makan harta riba, harta suap, harta hasil judi, hasil dari berbuat curang, hasil dari penipuan dalam berdagang, maka ini semua termasuk perbuatan melampaui batas dalam meraih dan mendapatkan suatu harta.
Demikian pula dalam penggunaan suatu harta, seperti digunakan untuk membeli ganja, narkoba, arak dan khomer, rokok, semua ini tergolong perbuatan yang melebihi batas dalam penggunaan suatu harta yang pelakunya terancam hukuman dan dosa.
Adapun dalam berpakaian, seseorang terjerumus dalam perbuatan isyrof yang melanggar aturan Allah Ta'ala, seperti contohnya menggunakan perhiasan emas dan pakaian sutera bagi para lelaki, atau memakai celana panjang dan kain sarung yang melebihi mata kaki bagi lelaki, maka ini adalah perbuatan yang dilarang dikarenakan melampaui batas dan terancam mendapatkan hukuman dan dosa.
Termasuk perbuatan isyrof adalah berlebih-lebihan dalam mengadakan pesta pernikahan atau acara semisalnya, dimana diadakan acara yang melanggar norma dan terdapat perbuatan munkar dan perkara haram, maka ini adalah melampaui batas yang terancam dosa dan hukuman.
Perbuatan isyrof merupakan pembahasan yang panjang dan lebar, dan dapat difahami oleh setiap orang yang menggunakan akal sehat nya, maka setiap kita hendaknya bertakwa kepada Allah Ta'ala, dan senantiasa mengingat bahwasanya kita akan dikembalikan kepada Allah Ta'ala dan berdiri dihadapan Nya, dan di berikan pertanyaan dan setiap kita akan menjawab, semoga kita dapat menyiapkan jawaban yang benar, dan Allah Ta'ala telah menyeru manusia dalam ayat Al-Qur'an dan ayat ini merupakan ayat yang menyeru kepada taubat dari berbuat isyrof dari segala perbuatan yang melampaui batas dalam segala sesuatu, sebagaimana difirmankan, " Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ". ( QS Az-Zumar 53 ).
Di antara doa permohonan ampunan yang telah diajarkan dalam ayat Al-Qur'an, " Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir ". ( QS Ali-Imran 147 ).
Dan telah tetap dari Nabi Sallallahu alaihi wa sallam, dalam doa yang dipanjatkan, "  اللهم اغفر لي ما قدمت و ما اخرت وما اسررت وما اعلنت وما اشرفت وما انت أعلم به مني أنت المقدم وأنت المؤخر لا اله إلا أنت  ".
Semoga Allah Ta'ala melimpahkan jalan yang lurus kepada kita, dan semoga segala urusan kita diberikan kebajikan, sesungguhnya Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Mendengar doa.      (Sumber :     IslamHouse.com,  2019)







Astagfirullah, selama ini aku terlalu melampaui batas jauh darimu. Aku ingin kembali ke jalan-Mu. Aku sudah sampai pada  titik lelah ku hidup ku selama ini hampa tak berarti jauh tenggelam dalam kegelapan. Dahulu semuanya pernah ku miliki namun semua sudah terlambat semua yang ku sia-siakan kini hilang untuk selamanya pergi dan tak kembali lagi. Semua yang pernah ku miliki lingkungan yang baik, orang-orang yang sayang kepadaku, dia (wanita yang setia kepadaku menjaga kehormatannya untukku selalu setia menunggu dan menemani ku di sepanjang hidup) yang tak mungkin dapat ku temukan lagi. Dia yang dikala aku rapuh dan terjatuh selalu setia mendampingi ku. Namun aku malah menyia-nyiakannya dan pergi mencari wanita lain. Takdir yang ku benci tapi harus ku jalani dengan tegar dan ikhlas menerima ketetapan Allah. Aku bersyukur kepada Allah yang telah mempertemukan kami sebelumnya dan menjodohkan ku dengan dia dan andai saja dia jodoh ku aku yakin ke mana pun ia pergi bersama siapapun dia saat ini dia bisa kembali berjodoh denganku. Akhirnya aku harus merelakannya meski rasa sesal ini menghantui ku. Namun aku yakin bahwa Allah Maha Baik pastilah Allah punya rencana untukku. Mungkinkah kesempatan ku untuk bersamanya sudah berakhir, ataukah kami tidak di takdirkan untuk berjodoh, atau mungkin Allah akan mempertemukan kami kembali setelah aku memperbaiki. Wallahu alam aku hanya bisa berpasrah diri dan bertawakal kepada Allah, bertawakal dan memperbaiki diri. Sembari berdoa semoga Allah mengampuni semua dosaku, semoga Allah merahmati ku dan Allah adalah Maha Pengampun.
Hijrah ku ini tak lengkap tanpamu. Tahukah engkau? Di dalam setiap sujud di sepertiga malam ku selalu ada namamu yang terselip di dalam doaku. Di dalam doaku aku selalu memohon. “Ya Allah jika dia jodoh yang terbaik yang kau siapkan untukku. Namun jika tidak maka pertemukan aku dengan ganti yang lebih baik.” Selama ini terlalu banyak dosa yang kulakukan entah berapa banyak dosa yang pernah ku lakukan. Aku tak tau apa yang selama ini ku kejar kesuksesan duniawi, ketenaran, harta yang berlimpah pada akhirnya binasa juga dan tak mampu menolong ku di akhirat kelak. Sampai kesempatan kedua itu akhirnya datang hidayah datang menghampiri ku aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan berharga yang ada. Kesalahan ku di masa lalu membuat aku terjatuh di dasar terdalam membuat ku hampir tak dapat bangkit lagi aku tertipu oleh kehidupan palsu. Aku pernah terjatuh dan kehilangan segalanya yang pernah kumiliki semua impian yang kuraih segala kesuksesan yang kubangun semuanya mengorbankan hal terpenting dalam hidup ini yaitu “Keluarga” dan “Allah.” Semuanya telah kuraih namun tak ada kebahagiaan dan kedamaian yang kumiliki. Ternyata kesenangan dan kedamaian yang dulu ku pikir hanya bisa kudapatkan di saat bersama dengan teman-teman menikmati musik DJ di klub malam mabuk hingga pagi hari ternyata bukan kebahagiaan yang kutemukan melainkan rasa penyesalan dan sengsara yang kudapatkan. Semuanya telah hilang bahkan dia yang kuinginkan, dia yang selalu ku impikan lepas begitu saja pupus bersama hidupku yang berhasil ku hancurkan. Namun semuanya tergantikan begitu aku hijrah dan aku akhirnya bertemu dengan wanita yang begitu sempurna bagi ahli maksiat seperti diriku. Entah keberuntungan apa yang menimpaku sehingga setelah berhijrah aku menemukan sosok perempuan yang akan menjadi bidadari surgaku kelak. Setelah berubah menjadi orang baik kehidupan ku pun mulai berubah. Perjalanan hijrahku memang berat terkadang membuatku putus asa dan hampir menyerah. Hampir saja, aku kembali ke dalam kelamnya masa laluku. Namun sejak seseorang itu hadir di hidupku. Cahaya matanya membuatku percaya bahwa dialah takdirku dan mungkin... hanya karena dia aku ingin berubah menjadi manusia yang baik. Jujur saja... banyak wanita silih berganti hadir di hidupku dari sejak aku masih nakal sampai hijrah. Tapi, tidak ada satupun yang berhasil membuatku menjadi lebih baik, bahkan tidak ada yang bisa jadi alasan untuk berjuang menjadi lebih baik. Karena perasaanku kepada mereka hanya sebatas teman, meskipun mereka berharap lebih. Namun bukan sifatku untuk memberi sesuatu yang tak pasti dan mustahil. Banyak wanita yang ada disampingku namun aku tak memiliki perasaan apapun kepada mereka hanya sebatas teman biasa yang sering berbagi cerita. Itulah aku yang tidak mudah untuk mengatakan “i love you” atau rayuan untuk seorang gadis. Meskipun sebagai lelaki normal, hasrat kejantananku selalu timbul tapi aku tak pernah memikirkan hal aneh-aneh tentang mereka. Karena aku hanya menganggap mereka sebagai sahabat dan saudari sendiri. Namun semuanya berbeda saat aku bertemu dengan Fitri. Pertemuan kami di mesjid. Aku bercelana cingkrang warna hitam dan baju takwa berwarna putih bersama seorang teman, Fachri namanyan, sedangkan fitri berjilbab pink kontras dengan pakaiannya bersama seorang sahabatnya, Rara namanya. Gara-gara sendal kami pun bisa saling kenal dan mulai merasa nyaman saat bersamanya ku temukan sosok yang bisa mengilhamiku untuk berubah menjadi baik. 

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN PENULIS Sebenarnya aku benci bila harus menceritakan kembali kisah hidupku yang sangat menyedihkan ini. Sering...