Rabu, 14 Desember 2016



RAHASIA HATI
(CINTA) ARTI, MAKNA DAN MISTERI

Oleh :
MUH. SIDHIQ A. NUGRAHA
           
            Saat pertama kali kita bertemu ada getaran perasaan yang tiba-tiba datang mendekap di dalam jiwa ini, yang tak pernah kutahu mengapa, yang membawa sejuta rasa yang terindah yang tak ingin ku lupakan sepanjang hidupku. Saat pertama kalinya ku pandangi indah wajahmu ada harapan yang tersirat di hati seakan ada yang berbisik mengisyaratkan bahasa cinta sebuah bahasa kalbu yang penuh makna yang tersirat dari dalam insan jiwa. Karena cinta seorang yang tangguh  sekalipun dapat luluh tak berdaya dan merasakan kebahagiaan dalam sejuta rasa. Dan karena cinta seorang yang tangguh sekalipun dapat hancur dan terpuruk, seperti pepatah lebih baik luka tergores pisau, daripada luka tertusuk duri cinta. Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Cinta bukanlah sebuah permainan logika yang membutuhkan  nilai eksak/pasti, cinta adalah sebuah simfoni perasaan yang suci yang muncul dari dalam lubuk hati manusia. Namun cinta bagaikan luasnya lautan  yang arusnya menggambang ke mana saja, hanya ruang dan waktu (love, beyond space and time) yang datang dan pergi dan penuh dengan misteri, tanda tanya. Engkau datang dengan membawa sejuta cinta, namun kini engkau pula pergi dengan membawa sejuta rasa dan cerita tentang kasih yang tak sampai yang telah kau tinggalkan disini. Engkau yang menjadi indah namun kini engkau pula yang menjadi duri di hati ini. Aku tahu, aku takkan pernah bisa menggapaimu selamanya tapi biarkanlah rasa yang telah tertinggal di sini kan menjadi abadi selamanya. “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata          yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya debu. Aku ingin mencintaimu dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” (Dikutip dari “AKU INGIN” Karya : Supardi Djoko Damono). Namun itu semua tinggallah bersama kenangan yang hilang dan bertemankan dalam sepi. Sejuta rasa yang telah kau berikan, kini menjadi akhir cerita cinta kita yang takkan bisa melebur menjadi satu. Akhir dari kisah cintaku kepadamu yang tak pernah terbalaskan, walau mungkin juga tak berkesudahan akhirnya. Kini sudah cukup, biarkan perjalanan waktu yang akan membawamu terbang menjauh bersama seluruh kenangan dan harapan yang masih tersisa di hati, menuju khayalan tingkat tinggiku. Andai saja ku tahu kekagumanku kepadamu hanyalah sebuah dimensi fatamorgana yang tak akan pernah terbalaskan. Pastilah kan kubuang jauh-jauh semua perasaanku kepadamu, namun cinta takkan pernah bisa kau salahkan kita yang berbeda sangat jauh ras, golongan, budaya dan adat istiadat dipertemukan dan dibutakan karena rasa cinta yang terlarang yang tak semestinya kita miliki. Kini ku tahu kau takkan pernah menjadi milikku bukan karena salah teori Mario Teguh, tetapi cinta memang tak selamanya harus memiliki, jikalau dengan merelakanmu dapat membuatku merasa dapat terus memilikimu. Biarlah kebahagiaanmu menjadi milikku, karena ku tahu kau pantas mendapatkan cinta yang lebih baik diriku ini, sedangkan aku telah memantaskan diriku ini untuk pilihan hati yang lebih baik dari dirimu. Hari ini dalam kegalauan dan kegundahan yang aku rasakan yang kini aku tuangkan ke dalam tulisan ini.  Aku berdoa kepada Tuhan semoga aku pantas untuk mendapatkan seseorang yang mencintai dan menyanyangiku setulus hatinya serta menerima segala kekurangan dan kelebihanku, yang akan melengkapiku dalam ketidaksempurnaanku dan menuntunku ke dalam surga-Nya, meskipun dalam penantian yang masih menjadi sebuah misteri Ilahi.  Waktu terus beputar menyadarkanku dalam pencarian cinta sejati. Sosok terbaik yang selalu setia menemaniku hingga akhir hayat. Yang akan menjadi cinta pertama dan terakhir bagi diriku.  “Buatmu yang jauh disana”.......  kini biarkanlah seluruh rasa yang pernah ada hilang, pergi tak kembali biarlah kini kau akan tetap menjadi kenangan yang abadi selamanya. Waktu yang telah memberikanku pelajaran berharga tentang arti kehidupan. Perjalanan yang telah kulalui merupakan pelajaran tak ternilai yang telah ku dapatkan. Terkadang hidup begitu sulit dan menyesakkan bagiku, ingin rasanya ku berlari dari segala beban yang menghampiri, namun tak bisa, ku coba untuk bangun namun hati tak ingin menghadapi realita yang ada. Meskipun telah ku coba mengumpulkan seluruh keberanian. Namun tetap saja, tak mudah bagiku untuk mengungkapkan kejujuran itu. “Laksana bulan merindukan purnama” kemarin masih kurasakan halus kulitmu ketika aku merabanya, indah senyumanmu yang terpaut dari bibirmu yang merah mempesona nan memanja. Tapi kini semuanya tinggallah kenangan yang tersimpan di jiwa, kini mungkin hanya lewat bait cerita ini aku bisa menggungkapkan rasa rinduku padamu dan seluruh kasih yang tak terbalaskan.  Andaikan kau tahu seluruh perasaan yang tercurah padamu begitu tulus dan dalam. Walau kini kau tak lagi bisa ku miliki namun rasa ini kan tetap menjadi milikmu selamanya. Dalam sunyi yang  datang mendekap bersama jeritan luka tersayat pedang yang tak mungkin kan terobati. Lelah hati ini untuk mencoba terus menyusuri ruang hatimu yang terdalam dan mencoba memahami akan arti hadirnya dirimu, namun semua kini tinggallah puing kenangan, tinggalah puing kenangan yang terhempas di dalam ruang dan waktu bersama kesunyian yang terdalam karena kehilanganmu.  Lelah hati yang tak kau lihat, andai saja dapatkan kau rasakan letihnya jiwaku karena sifatmu. Indah cinta yang kauberikan, kini tiada lagi dapatkan teduhnya  jiwa yang kurasakan. Baiknya ku pergi tinggalkan dirimu  sejauh mungkin untuk melupakan dirimu yang selalu mencintaimu, yang menyayanggimu. Bila saat nanti aku jauh ku harap kau mengerti ku harap kau sadari. Andai saja rasaku ini rasamu pasti kau akan tahu betapa hancurnya hati yang terlanjur sudah mencintaimu.




Bersamamu “
            Hmmm .... bersamamu sungguh terasa sulit bagiku, mencitaimu bagaikan menulis kata-kata indah di atas air. Hidupku terasa hampa tanpa kehadiranmu di sisi, namun aku tahu aku tak boleh bersikap egois. Mencintaimu, bukan berarti memilikimu sepenuhnya. Walaupun rasa cintaku padamu begitu tulus dengan segenap hati dan jiwaku. Namun aku tahu cintamu bukanlah untukku dan akupun sadar akan ada risiko untuk perasaan ini. Walaupun sangat sakit kurasakan karena cintaku yang tak terbalaskan. Namun aku tak boleh egois, meski sakit hati ini harus kurasakan karena kecewa akan cinta yang bertepuk sebelah tangan. Namun demi kebahaagiaanmu akan kurelakan kau bersamanya. Biarlah aku yang harus mengalah dan harus rela melepaskan kepergianmu bersama dengan yang lain. Kini biarkan ku pergi meninggalkanmu untuk selamanya bersama seluruh kenangan dan rasa sakit yang kau berikan. Meski berat langkah kaki ini namun harus ku tinggalkan cinta dan lenyap bagai mimpi saat ku pejamkan mata. Oh Tuhan .... utuhkanlah rasa cinta ini agar kan tetap abadi. Kan ku lukis pelangi baru di hatiku ini dan mengukir cerita baru yang menutup luka yang telah kau tinggalkan di sini. Biarkanlah kini ku berjalan sendiri meski tanpa kehadiranmu kini menyusuri jembatan cinta yang telah rapuh ini. Bersamamu ku ukir cerita cinta kasih abadi yang datangnya dari hati nan suci. Bersamamu ku rasakan indahnya bercinta. Bersamamu ku rasakan sakitnya luka yang telah kau torehkan di hati ini. Dahulu pernah ada rasa cinta di hati. Dahulu masih ku rasakan indahnya bercinta kasih denganmu. Dahulu pernah terucap janji setia sehidup se mati. Tapi kini kau khianati cinta kau dustakan aku kau yang memulai kau pula yang menabur duri cinta di hati ini. Sakit hati ini setengah mati karena terbakar api cinta yang kau nyalakan, sakit hati ini kecewa ku karenamu yang telah membagi hati dan memilih tuk bersamanya. Kini cintaku telah mati untukmu, rasaku kini bukanlah seperti dahulu. Bila nanti kita kan bertemu kembali. Jangan kau tanyakan lagi perasaan yang telah ku tambat mati untukmu. Biarkanlah seluruh rasa ini pergi jauh untuk selamanya dan tak akan mungkin untuk kembali hadir lagi di hati ini. Kini harapanku untuk bersamamu telah musnah bersama rasa benci dan sakit hati serta luka yang kau torehkan.
 Wahai cinta .... jangan lagi kau mencoba untuk mengungkap rahasia hati yang telah sepi. Jangan kau coba lagi kembali untuk menyusuri ruang hati ini. Jangan pernah sekalipun kau berpikir untuk mencoba kembali memasuki cela hatiku. Karena yang sesungguhnya hatiku telah tertutup rapat untukmu.


                 Tidak mungkin untuk pungkiri lagi bahwa memang ini jalan takdir kita yang takkan pernah bersatu. Hubungan kita selama ini bagaikan air dan minyak adalah dua zat yang tidak bisa untuk disatukan. Begitulah realita yang sesungguhnya. Kenyataan yang begitu pahit namun tidak mungkin untuk dihindari. Andai saja dahulu kau tahu bahwa masa lalu tidak mungkin pernah bisa untuk di ulangi kembali dan waktu yang telah berlalu tidak dapat untuk di kembalikan. Mungkin kini saaatnya telah tiba untuk mengucapkan selamat tinggal padamu yang telah memberikanku arti cinta walau hanya sehari. Cintaku padamu bagaikan lembah senja yang tidak bermuara. Cinta yang ku rasakan sendiri yang tidak bertepi dan terbalaskan. Yang akhirnya membawaku ke dalam kehancuran dan rasa sakit yang mendalam. “Cinta tak terbalaskan, RAHASIA HATI.” pedih ku rasakan lukanya menusuk begitu mendalam sampai menembus ruang-ruang terdalam dari hati ini. Walau berat, tapi harus ku lanjutkan hidupku ini meski tanpa kehadiranmu di sisi. Alangkah indah ku rasakan seluruh rasa semu fatamorgana yang pernah kau titipkan kepadamu. Menjaga hati, kini tak bisa ku lanjutkan kembali. Rangkaian masa lalu yang tak ku ingin ku buka kembali filenya. Sebuah cerita yang tidak pernah ku duga dan ku tahu misteri akhirnya yang menengalamkanku ke dalam sunyi, gelap di sini dan berteman sepi yang membuat hati hancur. Bagai kapal tua yang rapuh dan tak berpuing, yang di hantam ganasnya sang ombak. Bagai sebuah mainan karet, cintaku kau hempaskan seenaknya ke mana saja sesuka hatimu. Aku bertahan ? Apakah aku ini bodoh, kau bisa saja menipu diriku ini. Tapi apakah kau tidak sadar bahwa ternyata sebenarnya dirimulah sendiri yang sedang kau tipu dengan dusta yang kau buat. Habis kenangan, tutup cerita. Biarkanlah kini tinggal waktu yang akan berbicara. Pergilah kasih bersama semua cerita sandiwara dan kepalsuan yang kau buat. Sudahi semua “RASA SAKIT” yang kau berikan kepadaku, memang ini sudah suratan takdirku, takdirmu (takdir kita) maafkanlah aku, ku tak bisa untuk melanjutkan cinta yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan. Cinta yang dipenuhi dengan sandiwara, air mata, rasa sakit dan kebencian yang telah kau tinggalkan di sini. Jangan kau tangisi perpisahan yang terjadi, ini semua bukan salahmu, bukan salah takdir kita. Tapi memang waktu yang mempertemukan kita di keadaan yang salah. Seluruh rasa yang dahulu pernah ku berikan kepadamu dengan segenap jiwa dan raga kini biarlah tinggal menjadi kenangan masa lalu yang tak usah kau ungkit lagi. Bila nanti kau datang kembali mengetuk pintu hati ini, jangan kau harap kembali rasa cinta yang dulu pernah ada untukmu karena sesungguhnya rasa itu telah sirna dan mati bersama harapan untuk memilikimu. Sejenak aku merenungi kembali apa yang telah terjadi kemarin. Memang, semua ini salah dan dosaku karena mencintaimu yang telah bersamanya. Ku akui kekagumanku padamu mulanya bermula pada nafsu sesaat, keinginan untuk “bercinta” dalam kenikmatan nafsu birahi binatang jalang yang menguasaiku. (catatan naskah : “Sudah Tidak Sinkron Lagi Otakku Dengan Cerita” by : Muh. Sidiq Akbar Nugraha)



Kesalahan ku“
            Memang ku akui semua rasa sesal yang ada karena mencintaimu dengan cara yang salah. Kebodohanku yang hanya menganggumimu tanpa tahu arti kagum yang sesungguhnya aku yang hanya kagum dengan penampilan luarmu tanpa tahu isi dalam hatimu. Ku akui aku yang terlalu terbawa oleh ekspektasi yang tinggi dalam harapan sejuta untuk memilikimu padahal ku tau bahwa cintamu bukanlah untukku. Dalam sepi yang membunuhku, masih tersirat di hati untuk memilikimu walau bibir ini berkata “tidak” dalam untaian kebohongan. Meski ku ingin melupakanmu tapi tetap saja aku tak bisa. Merelakanmu yang telah melukai hati ini adalah hal yang sebenar-benarnya ingin ku lakukan.  Tapi di saat amarah ini meredam dalam hati kembali hadir penyesalan yang teramat dalam. Aku yang terjatuh dan mungkin takkan bisa bangkit lagi dan sudah tak tahu lagi ke mana lagi harus ku langkahkan kaki ini. Ke mana harus ku pulang kini aku telah kehilangan arah dan tak tahu lagi akan ke mana dan kepada siapa lagi ku harus bersandar selain kepada Sang Pencipta. “Aku tanpamu  butiran debu” aku tanpamu tak berarti, aku tanpa kehadiranmu sunyi, aku tanpamu hampa. Bahkan untuk berpijak di satu titik pun kini aku tak sanggup.  Tanpamu sunyi sepi ku rasakan. Dinginya malam yang ku rasakan. Betapa sulit kini kurasakan, bersamamu kini tiada lagi dapat ku tahan kerinduannya. Aku takkan pernah bisa menepiskan kehadiranmu yang selamanya akan selalu bertahta di hatiku. Kini hanya bayanganmulah yang selalu bersamaku yang selalu menangkan jiwa yang kalut ini. Sepi yang membunuhku dan perasaan rindu yang tak bertepi. Oh senandung... kepada siapa lagi harus ku curahkan seluruh isi hati ini agar seluruh dunia tahu bahwa aku sungguh-sungguh mencintainya. Malam yang sunyi ku rasakan kehangatan yang dahulu selalu ku nantikan berubah menjadi dingin yang membunuhku. Oh Tuhan, andaikan saja kau beri aku satu kesempatan lagi untuk menatap kedua matanya. Akan ku kecup keningnya dan ku genggam erat dia ke dalam pelukan ku lagi dan takkan ku lepaskan dia dari pelukanku untuk selamanya. Tapi semua itu memang sudah takdirku, cinta yang terlambat kuutarakan dari bibirku kini takkan pernah ada hadir kembali untuk mengisi ruang hati yang sepi. Cahaya harapan yang dahulu pernah kau nyalakan di hati ini kini telah padam dan berubah menjadi kegelapan yang akan menghantui hari-hariku kini yang sepi tanpa kau disisi.  Aku hanya ingin kau tahu bahwa sejujurnya kini ku tak sanggup terpisah jauh dari dirimu. Aku ingin kau menerima seluruh hatiku aku ingin kau tahu di jiwaku hanya ada kamu. Namun bila kau tak menginginkan kehadiranku disini lebih baik aku pergi meninggalkan dirimu dan melupakan semua kenangan tentang dirimu. Dan bila nanti aku harus memilih lebih baik ku hidup tanpa cinta. Seandainya ku bisa pahami isi hatimu dan seandainya saja ku tahu mungkin kau masih tetap disini. Masih adakah cinta sejati untukku bukan cinta yang menyakiti dan meninggalkanku lagi. Tologlah aku dari kehampaan ini selamatkan cintaku dari hancurnya hatiku adakah seseorang yang akan melepaskanku dari kesepian ini. Oh bintang ku mohon dengarkanlah kini hanya diam ku hanya diam di saat kau pergi menyimpan sejuta kenangan, terisak-isak suara tangisku melawan kenyataan habis upayaku senyuman terakhirmu memecahkan syaraf sadarku. Aku harus bagaimana berjalan tanpa kamu, apa dayaku. Beri aku satu kesempatan untuk memelukmu lagi. Kini aku tidak seimbang berjalan tanpa kamu. Sungguh tak sanggup hati ini untuk menggantikanmu dengan yang lain. 



~ RAHASIA HATI ~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN

KESUCIAN YANG TERGADAIKAN PENULIS Sebenarnya aku benci bila harus menceritakan kembali kisah hidupku yang sangat menyedihkan ini. Sering...