RAHASIA HATI
(CINTA) ARTI, MAKNA DAN MISTERI
Oleh
:
MUH.
SIDHIQ A. NUGRAHA
Saat pertama kali kita
bertemu ada getaran perasaan yang tiba-tiba datang mendekap di dalam jiwa ini,
yang tak pernah kutahu mengapa, yang membawa sejuta rasa yang terindah yang tak
ingin ku lupakan sepanjang hidupku. Saat pertama kalinya ku pandangi indah wajahmu
ada harapan yang tersirat di hati seakan ada yang berbisik mengisyaratkan
bahasa cinta sebuah bahasa kalbu yang penuh makna yang tersirat dari dalam
insan jiwa. Karena cinta seorang yang tangguh
sekalipun dapat luluh tak berdaya dan merasakan kebahagiaan dalam sejuta
rasa. Dan karena cinta seorang yang tangguh sekalipun dapat hancur dan
terpuruk, seperti pepatah lebih baik luka tergores pisau, daripada luka
tertusuk duri cinta. Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Cinta bukanlah
sebuah permainan logika yang membutuhkan
nilai eksak/pasti, cinta adalah sebuah simfoni perasaan yang suci yang
muncul dari dalam lubuk hati manusia. Namun cinta bagaikan luasnya lautan yang arusnya menggambang ke mana saja, hanya
ruang dan waktu (love, beyond space and
time) yang datang dan pergi dan penuh dengan misteri, tanda tanya. Engkau
datang dengan membawa sejuta cinta, namun kini engkau pula pergi dengan membawa
sejuta rasa dan cerita tentang kasih yang tak sampai yang telah kau tinggalkan
disini. Engkau yang menjadi indah namun kini engkau pula yang menjadi duri di
hati ini. Aku tahu, aku takkan pernah bisa menggapaimu selamanya tapi
biarkanlah rasa yang telah tertinggal di sini kan menjadi abadi selamanya. “Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan
kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu. Aku ingin mencintaimu dengan isyarat
yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.” (Dikutip dari “AKU INGIN” Karya : Supardi
Djoko Damono). Namun itu semua tinggallah bersama kenangan yang
hilang dan bertemankan dalam sepi. Sejuta rasa yang telah kau berikan, kini
menjadi akhir cerita cinta kita yang takkan bisa melebur menjadi satu. Akhir
dari kisah cintaku kepadamu yang tak pernah terbalaskan, walau mungkin juga tak
berkesudahan akhirnya. Kini sudah cukup, biarkan perjalanan waktu yang akan
membawamu terbang menjauh bersama seluruh kenangan dan harapan yang masih
tersisa di hati, menuju khayalan tingkat tinggiku. Andai saja ku tahu
kekagumanku kepadamu hanyalah sebuah dimensi fatamorgana yang tak akan pernah
terbalaskan. Pastilah kan kubuang jauh-jauh semua perasaanku kepadamu, namun
cinta takkan pernah bisa kau salahkan kita yang berbeda sangat jauh ras,
golongan, budaya dan adat istiadat dipertemukan dan dibutakan karena rasa cinta
yang terlarang yang tak semestinya kita miliki. Kini ku tahu kau takkan pernah
menjadi milikku bukan karena salah teori Mario Teguh, tetapi cinta memang tak
selamanya harus memiliki, jikalau dengan merelakanmu dapat membuatku merasa
dapat terus memilikimu. Biarlah kebahagiaanmu menjadi milikku, karena ku tahu
kau pantas mendapatkan cinta yang lebih baik diriku ini, sedangkan aku telah
memantaskan diriku ini untuk pilihan hati yang lebih baik dari dirimu. Hari ini
dalam kegalauan dan kegundahan yang aku rasakan yang kini aku tuangkan ke dalam
tulisan ini. Aku berdoa kepada Tuhan
semoga aku pantas untuk mendapatkan seseorang yang mencintai dan menyanyangiku
setulus hatinya serta menerima segala kekurangan dan kelebihanku, yang akan
melengkapiku dalam ketidaksempurnaanku dan menuntunku ke dalam surga-Nya,
meskipun dalam penantian yang masih menjadi sebuah misteri Ilahi. Waktu terus beputar menyadarkanku dalam
pencarian cinta sejati. Sosok terbaik yang selalu setia menemaniku hingga akhir
hayat. Yang akan menjadi cinta pertama dan terakhir bagi diriku. “Buatmu yang jauh disana”....... kini biarkanlah seluruh rasa yang pernah ada
hilang, pergi tak kembali biarlah kini kau akan tetap menjadi kenangan yang
abadi selamanya. Waktu yang telah memberikanku pelajaran berharga tentang arti
kehidupan. Perjalanan yang telah kulalui merupakan pelajaran tak ternilai yang
telah ku dapatkan. Terkadang hidup begitu sulit dan menyesakkan bagiku, ingin
rasanya ku berlari dari segala beban yang menghampiri, namun tak bisa, ku coba
untuk bangun namun hati tak ingin menghadapi realita yang ada. Meskipun telah
ku coba mengumpulkan seluruh keberanian. Namun tetap saja, tak mudah bagiku
untuk mengungkapkan kejujuran itu. “Laksana bulan merindukan purnama” kemarin
masih kurasakan halus kulitmu ketika aku merabanya, indah senyumanmu yang
terpaut dari bibirmu yang merah mempesona nan memanja. Tapi kini semuanya
tinggallah kenangan yang tersimpan di jiwa, kini mungkin hanya lewat bait
cerita ini aku bisa menggungkapkan rasa rinduku padamu dan seluruh kasih yang
tak terbalaskan. Andaikan kau tahu
seluruh perasaan yang tercurah padamu begitu tulus dan dalam. Walau kini kau
tak lagi bisa ku miliki namun rasa ini kan tetap menjadi milikmu selamanya.
Dalam sunyi yang datang mendekap bersama
jeritan luka tersayat pedang yang tak mungkin kan terobati. Lelah hati ini
untuk mencoba terus menyusuri ruang hatimu yang terdalam dan mencoba memahami
akan arti hadirnya dirimu, namun semua kini tinggallah puing kenangan,
tinggalah puing kenangan yang terhempas di dalam ruang dan waktu bersama
kesunyian yang terdalam karena kehilanganmu.
Lelah hati yang tak kau lihat, andai saja dapatkan kau rasakan letihnya
jiwaku karena sifatmu. Indah cinta yang kauberikan, kini tiada lagi dapatkan teduhnya jiwa yang kurasakan. Baiknya ku pergi
tinggalkan dirimu sejauh mungkin untuk
melupakan dirimu yang selalu mencintaimu, yang menyayanggimu. Bila saat nanti
aku jauh ku harap kau mengerti ku harap kau sadari. Andai saja rasaku ini
rasamu pasti kau akan tahu betapa hancurnya hati yang terlanjur sudah
mencintaimu.
“
Bersamamu
“
Hmmm .... bersamamu sungguh terasa
sulit bagiku, mencitaimu bagaikan menulis kata-kata indah di atas air. Hidupku
terasa hampa tanpa kehadiranmu di sisi, namun aku tahu aku tak boleh bersikap
egois. Mencintaimu, bukan berarti memilikimu sepenuhnya. Walaupun rasa cintaku
padamu begitu tulus dengan segenap hati dan jiwaku. Namun aku tahu cintamu
bukanlah untukku dan akupun sadar akan ada risiko untuk perasaan ini. Walaupun
sangat sakit kurasakan karena cintaku yang tak terbalaskan. Namun aku tak boleh
egois, meski sakit hati ini harus kurasakan karena kecewa akan cinta yang
bertepuk sebelah tangan. Namun demi kebahaagiaanmu akan kurelakan kau
bersamanya. Biarlah aku yang harus mengalah dan harus rela melepaskan kepergianmu
bersama dengan yang lain. Kini biarkan ku pergi meninggalkanmu untuk selamanya
bersama seluruh kenangan dan rasa sakit yang kau berikan. Meski berat langkah
kaki ini namun harus ku tinggalkan cinta dan lenyap bagai mimpi saat ku
pejamkan mata. Oh Tuhan .... utuhkanlah rasa cinta ini agar kan tetap abadi.
Kan ku lukis pelangi baru di hatiku ini dan mengukir cerita baru yang menutup
luka yang telah kau tinggalkan di sini. Biarkanlah kini ku berjalan sendiri
meski tanpa kehadiranmu kini menyusuri jembatan cinta yang telah rapuh ini.
Bersamamu ku ukir cerita cinta kasih abadi yang datangnya dari hati nan suci.
Bersamamu ku rasakan indahnya bercinta. Bersamamu ku rasakan sakitnya luka yang
telah kau torehkan di hati ini. Dahulu pernah ada rasa cinta di hati. Dahulu
masih ku rasakan indahnya bercinta kasih denganmu. Dahulu pernah terucap janji
setia sehidup se mati. Tapi kini kau khianati cinta kau dustakan aku kau yang
memulai kau pula yang menabur duri cinta di hati ini. Sakit hati ini setengah
mati karena terbakar api cinta yang kau nyalakan, sakit hati ini kecewa ku
karenamu yang telah membagi hati dan memilih tuk bersamanya. Kini cintaku telah
mati untukmu, rasaku kini bukanlah seperti dahulu. Bila nanti kita kan bertemu
kembali. Jangan kau tanyakan lagi perasaan yang telah ku tambat mati untukmu.
Biarkanlah seluruh rasa ini pergi jauh untuk selamanya dan tak akan mungkin
untuk kembali hadir lagi di hati ini. Kini harapanku untuk bersamamu telah
musnah bersama rasa benci dan sakit hati serta luka yang kau torehkan.
Wahai cinta .... jangan lagi kau mencoba untuk
mengungkap rahasia hati yang telah sepi. Jangan kau coba lagi kembali untuk
menyusuri ruang hati ini. Jangan pernah sekalipun kau berpikir untuk mencoba
kembali memasuki cela hatiku. Karena yang sesungguhnya hatiku telah tertutup
rapat untukmu.
Tidak mungkin untuk pungkiri lagi bahwa memang ini jalan takdir kita
yang takkan pernah bersatu. Hubungan kita selama ini bagaikan air dan minyak
adalah dua zat yang tidak bisa untuk disatukan. Begitulah realita yang
sesungguhnya. Kenyataan yang begitu pahit namun tidak mungkin untuk dihindari.
Andai saja dahulu kau tahu bahwa masa lalu tidak mungkin pernah bisa untuk di
ulangi kembali dan waktu yang telah berlalu tidak dapat untuk di kembalikan. Mungkin
kini saaatnya telah tiba untuk mengucapkan selamat tinggal padamu yang telah
memberikanku arti cinta walau hanya sehari. Cintaku padamu bagaikan lembah
senja yang tidak bermuara. Cinta yang ku rasakan sendiri yang tidak bertepi dan
terbalaskan. Yang akhirnya membawaku ke dalam kehancuran dan rasa sakit yang
mendalam. “Cinta tak terbalaskan,
RAHASIA HATI.” pedih ku rasakan lukanya menusuk begitu mendalam sampai
menembus ruang-ruang terdalam dari hati ini. Walau berat, tapi harus ku
lanjutkan hidupku ini meski tanpa kehadiranmu di sisi. Alangkah indah ku
rasakan seluruh rasa semu fatamorgana yang pernah kau titipkan kepadamu.
Menjaga hati, kini tak bisa ku lanjutkan kembali. Rangkaian masa lalu yang tak
ku ingin ku buka kembali filenya. Sebuah cerita yang tidak pernah ku duga dan
ku tahu misteri akhirnya yang menengalamkanku ke dalam sunyi, gelap di sini dan
berteman sepi yang membuat hati hancur. Bagai kapal tua yang rapuh dan tak
berpuing, yang di hantam ganasnya sang ombak. Bagai sebuah mainan karet, cintaku
kau hempaskan seenaknya ke mana saja sesuka hatimu. Aku bertahan ? Apakah aku
ini bodoh, kau bisa saja menipu diriku ini. Tapi apakah kau tidak sadar bahwa
ternyata sebenarnya dirimulah sendiri yang sedang kau tipu dengan dusta yang
kau buat. Habis kenangan, tutup cerita. Biarkanlah kini tinggal waktu yang akan
berbicara. Pergilah kasih bersama semua cerita sandiwara dan kepalsuan yang kau
buat. Sudahi semua “RASA SAKIT” yang
kau berikan kepadaku, memang ini sudah suratan takdirku, takdirmu (takdir kita)
maafkanlah aku, ku tak bisa untuk melanjutkan cinta yang penuh dengan
kebohongan dan kepalsuan. Cinta yang dipenuhi dengan sandiwara, air mata, rasa
sakit dan kebencian yang telah kau tinggalkan di sini. Jangan kau tangisi
perpisahan yang terjadi, ini semua bukan salahmu, bukan salah takdir kita. Tapi
memang waktu yang mempertemukan kita di keadaan yang salah. Seluruh rasa yang
dahulu pernah ku berikan kepadamu dengan segenap jiwa dan raga kini biarlah
tinggal menjadi kenangan masa lalu yang tak usah kau ungkit lagi. Bila nanti
kau datang kembali mengetuk pintu hati ini, jangan kau harap kembali rasa cinta
yang dulu pernah ada untukmu karena sesungguhnya rasa itu telah sirna dan mati
bersama harapan untuk memilikimu. Sejenak aku merenungi kembali apa yang telah
terjadi kemarin. Memang, semua ini salah dan dosaku karena mencintaimu yang
telah bersamanya. Ku akui kekagumanku padamu mulanya bermula pada nafsu sesaat,
keinginan untuk “bercinta” dalam kenikmatan nafsu birahi binatang jalang yang
menguasaiku. (catatan naskah :
“Sudah Tidak Sinkron Lagi Otakku Dengan Cerita” by : Muh. Sidiq Akbar Nugraha)
“Kesalahan ku“
Memang ku akui semua rasa sesal yang
ada karena mencintaimu dengan cara yang salah. Kebodohanku yang hanya
menganggumimu tanpa tahu arti kagum yang sesungguhnya aku yang hanya kagum
dengan penampilan luarmu tanpa tahu isi dalam hatimu. Ku akui aku yang terlalu
terbawa oleh ekspektasi yang tinggi dalam harapan sejuta untuk memilikimu
padahal ku tau bahwa cintamu bukanlah untukku. Dalam sepi yang membunuhku,
masih tersirat di hati untuk memilikimu walau bibir ini berkata “tidak” dalam
untaian kebohongan. Meski ku ingin melupakanmu tapi tetap saja aku tak bisa.
Merelakanmu yang telah melukai hati ini adalah hal yang sebenar-benarnya ingin
ku lakukan. Tapi di saat amarah ini
meredam dalam hati kembali hadir penyesalan yang teramat dalam. Aku yang
terjatuh dan mungkin takkan bisa bangkit lagi dan sudah tak tahu lagi ke mana
lagi harus ku langkahkan kaki ini. Ke mana harus ku pulang kini aku telah
kehilangan arah dan tak tahu lagi akan ke mana dan kepada siapa lagi ku harus
bersandar selain kepada Sang Pencipta. “Aku tanpamu butiran debu” aku tanpamu tak berarti, aku
tanpa kehadiranmu sunyi, aku tanpamu hampa. Bahkan untuk berpijak di satu titik
pun kini aku tak sanggup. Tanpamu sunyi
sepi ku rasakan. Dinginya malam yang ku rasakan. Betapa sulit kini kurasakan, bersamamu
kini tiada lagi dapat ku tahan kerinduannya. Aku takkan pernah bisa menepiskan
kehadiranmu yang selamanya akan selalu bertahta di hatiku. Kini hanya
bayanganmulah yang selalu bersamaku yang selalu menangkan jiwa yang kalut ini.
Sepi yang membunuhku dan perasaan rindu yang tak bertepi. Oh senandung...
kepada siapa lagi harus ku curahkan seluruh isi hati ini agar seluruh dunia
tahu bahwa aku sungguh-sungguh mencintainya. Malam yang sunyi ku rasakan
kehangatan yang dahulu selalu ku nantikan berubah menjadi dingin yang
membunuhku. Oh Tuhan, andaikan saja kau beri aku satu kesempatan lagi untuk
menatap kedua matanya. Akan ku kecup keningnya dan ku genggam erat dia ke dalam
pelukan ku lagi dan takkan ku lepaskan dia dari pelukanku untuk selamanya. Tapi
semua itu memang sudah takdirku, cinta yang terlambat kuutarakan dari bibirku
kini takkan pernah ada hadir kembali untuk mengisi ruang hati yang sepi. Cahaya
harapan yang dahulu pernah kau nyalakan di hati ini kini telah padam dan
berubah menjadi kegelapan yang akan menghantui hari-hariku kini yang sepi tanpa
kau disisi. Aku hanya ingin kau tahu
bahwa sejujurnya kini ku tak sanggup terpisah jauh dari dirimu. Aku ingin kau
menerima seluruh hatiku aku ingin kau tahu di jiwaku hanya ada kamu. Namun bila
kau tak menginginkan kehadiranku disini lebih baik aku pergi meninggalkan
dirimu dan melupakan semua kenangan tentang dirimu. Dan bila nanti aku harus
memilih lebih baik ku hidup tanpa cinta. Seandainya ku bisa pahami isi hatimu
dan seandainya saja ku tahu mungkin kau masih tetap disini. Masih adakah cinta
sejati untukku bukan cinta yang menyakiti dan meninggalkanku lagi. Tologlah aku
dari kehampaan ini selamatkan cintaku dari hancurnya hatiku adakah seseorang
yang akan melepaskanku dari kesepian ini. Oh bintang ku mohon dengarkanlah kini
hanya diam ku hanya diam di saat kau pergi menyimpan sejuta kenangan,
terisak-isak suara tangisku melawan kenyataan habis upayaku senyuman terakhirmu
memecahkan syaraf sadarku. Aku harus bagaimana berjalan tanpa kamu, apa dayaku.
Beri aku satu kesempatan untuk memelukmu lagi. Kini aku tidak seimbang berjalan
tanpa kamu. Sungguh tak sanggup hati ini untuk menggantikanmu dengan yang
lain.
~
RAHASIA HATI ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar