7 Hal yang Perlu Diketahui Seputar Kondisi Muslim Uighur di China
pada 19 Des 2018, 12:54 WIB:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2380477/original/071907400_1539229887-Muslim_Uighur.jpg)
Liputan6.com, Beijing - Kabar tentang kondisi memprihatinkan yang menimpa muslim Uighurdi Provinsi Xinjiang, China kembali jadi sorotan dunia. Terutama, pasca-laporan jurnalisme investigatif yang dilakukan kantor berita Associated Press (AP).
Laporan AP menyebut soal kamp-kamp penahanan yang didirikan pemerintah China untuk warga muslim Uighur.
Di sisi lain, Beijing mengatakan, fasilitas tersebut adalah lembaga pelatihan vokasi atau kejuruan. Juga pada saat yang sama, ada semakin banyak bukti pengawasan opresif terhadap orang-orang yang tinggal di Xinjiang.
Demi lebih memahami tentang kondisi muslim Uighur di China, berikut 7 hal yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir oleh BBC, 18 Desember 2018:
BACA JUGA
1. Mayoritas Muslim
Orang Uighur kebanyakan Muslim, dan berjumlah sekitar 11 juta di wilayah Xinjiang, China Barat.
Mereka melihat diri mereka secara budaya dan etnis dekat dengan negara-negara Asia Tengah, dan bahasa mereka mirip dengan Turki.
Namun dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi migrasi massal etnis Han Cina (etnis mayoritas di China) ke Xinjiang, dan orang Uighur merasa budaya dan mata pencaharian mereka terancam.
2. Letak Provinsi Xinjiang
Provinsi itu terletak di China barat-jauh, dan merupakan wilayah terbesar di negara itu. Ini berbatasan dengan beberapa negara, termasuk India, Afghanistan dan Mongolia, serta negara eks-Uni Soviet
Seperti Tibet, Xinjiang --dalam teori-- adalah wilayah otonomi khusus.
Namun dalam prakteknya, keduanya menghadapi pembatasan besar oleh pemerintah pusat.
Selama berabad-abad, ekonomi Xinjiang berpusat pada pertanian dan perdagangan, dan kota-kota berkembang karena mereka berada di Jalur Sutra.
Kembali pada awal abad ke-20, orang-orang Uighur secara singkat menyatakan kemerdekaan, tetapi wilayah itu dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah Komunis China baru pada tahun 1949.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar